Senin, 11 Juni 2012

Harga Keseimbangan dan Elastisitas


Harga Keseimbangan dan Elastisitas
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju, membuktikan bahwa : pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.
Barang apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya, sering menjadi masalah pokok dalam perekonomian. Masalah itu dipecahkan dengan melakukan interaksi antara para pembeli dan penjual di pasar. Interaksi tersebut akan menentukan tingkat harga barang yang wujud di pasar dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan di pasar. Sebagai langkah pertama untuk menerangkan interaksi diantara para pembeli dengan para penjual perlulah terlebih dahulu diterangkan teori permintaan dan teori penawaran. Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaaan para pembeli terhadap sesuatu barang. Sedangkan teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan sesuatu barang yang akan dijualnya. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan penawaran oleh penjual akan dapat ditunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual, akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan.
Dalam analisis ekonomi, secara teori maupun dalam praktek sehari-hari, juga sangat berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana responsifnya permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga. Apabila perubahan harga yang kecil meninbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah perubahan barang yang diminta maka dikatakan bahwa permintaan barang tersebut bersifst sangat responsif terhadap perubahan harga, atau permintaannya adalah elastis. Sebaliknya, apabila perubahan harga relatif besar tetapi permintaannya tidak banyak berubah maka dikatakanlah bahwa permintaannya tidak elastis. Oleh sebab itu perlu dikembangkan satu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan dan penawaran.


1.2.TUJUAN

            Makalah yang membahas tentang harga keseimbangan dan elastisitas ini kami tulis karena sebagai tugas matakuliah dalam mata kuliah teori ekonomi mikro yang telah diberikan oleh dosen kita. Selain itu kami menulis makalah ini tidak hanya memenuh inilai mata kuliah saja tetapi kami sebagai mahasiswa khususnya dalam jurusan ekonomi syariah ini tentunya harus megetahui tentang seluk beluk maupun pengetahuan yang berkenaan dengan ekonomi, khusunya ekonomi mikro yang saat ini sedang kami pelajari.
            Mata kuliah teori ekonomi mikro ini sangat berpengaruh untuk kedepannya dalam jurusan S1 Ekonomi syariah kami, dimana setiap mahasiswa harus memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk menerapkan langsung di dalam kehidupan sehari- hari. Semakin berkembangnya zaman juga akan mempengaruhi beberapa masalah ekonomi, oleh karena itu dalam makalah ini pentingnya membahas harga keseimbangan dan elastisitas ini sangat membantu kita dalam menyelesaikan masalah ekonomi. Dimana kita dapat mengetahui keseimbangan diantara harga penawaran dan permintaan begitu juga faktor-faktor yang mempengaruhi. Sehingga dengan begitu kita dapat menentukan langkah dan pilihan yang tepat untuk kedepannya.


1.3. RUMUSAN MASALAH        
            1. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan pasar?
            2. Apa saja yang menyebabkan pergeseran keseimbangan pasar?
            3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan elastisitas?
            4. Apa saja jenis dari elastisias dan jelaskan masing-masing?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Keseimbangan Pasar

            Sesudah dengan agak cermat kita bicarakan masalah permintaan maupun penawaran, kita akan membicarakan bagaimana kekuatan itu yaitu permintaan dan  penawaran menentukan keseimbangan pasar. Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan dimana pada suatu tingkat harga tertentu keinginan pembeli untuk mendapatkan barang adalah sama dengan keinginan penjual dalam menawarkan barangnya[1]. Kelebihan permintaan dan penawaran tidak wujud,dan oleh karena itu keseimbangan tersebut menentukan tingkat harga yang berlaku keseimbangan kuantitas barang yang diperjual belikan. Keseimbangan pasar terbentuk pada perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Langkah selanjutnya ialah meletakkan kurva penawaran dan kurva permintaan secara bersama-sama, seperti terlihat pada gambar 1 sumbu vertikal menunjukkan harga barang P, yang diukur dalam satuan unit monoter per unit barang. Inilah harga yang diterima penjual untuk jumlah tertentu yang disediakan dan yang akan dibayar pembeli untuk jumlah tertentu yang diminta. Sumbu horizontal menunjukkan jumlah total permintaan dan penawaran, Q, dinyatakan dalam unit periode.

A.  Keseimbangan

            Kedua kurva saling berpotongan pada jumlah dan harga keseimbangan (equilibrium price) atau market clearing price .[2]Pada  harga ini (Po dalam gambar 2.5), jumlah penawaran dan permintaan ialah sama (pada Qo). Mekanisme pasar (market mechanisme) adalah kecenderungan di pasar bebas sehingga terjadi perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (equilibrium) yakni sampai jumlah penawaran dan permintaan sama. Pada titik ini tidak ada kekurangan ataupun kelebihan penawaran, juga tidak ada tekanan terhadap harga untuk berubah lagi. Dimana masing-masing tingkat harga mampu bergerak sesuai dengan perubahan tingkat permintaan dan tingkat penawaran  yang terjadi di pasar.
            Untuk ke titik seimbang, memahami mengapa pasara cenderung mengarah ke titik seimbang, misalnya pada awalnya harga berada di atas tingkat keseimbangan pasar, katakan P1 pada gambar 2.5 maka para produsen akan berusaha memproduksi dan menjual lebih daripada yang bersedia dibeli konsumen. Karenanya terjadi surplus, maka untuk menjual surplus ini produsen akan mulai menurunkan harga sampai keseimbangan tercapai.
            Hal yang sebaliknya kan terjadi jika harga mula-mula ada dibawah Po, katakanlah P2, kekurangan akan terjadi karena jumlah permintaan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Ini akan menyebabkan tekanan ke atas terhadap harga karena sesama konsumen akan saking bersaing satu sama lain untuk mendapatkan penawaran yang ada, dan produsen merespon dengan menaikkan harga dan menambah barang, sehingga harga akhirnya akan mencapai harga keseimbangan Po.

B.  Perubahan Keseimbangan Pasar

1.      Pergeseran Permintaaan
            Keseimbangan dapat bergeser, bila terjadi perubahan terhadap kurva permintaan masyarakat. Contoh kasus dalam hal ini yaitu pad saat hari raya idul adha permintaan terhadap hewan kurban meningkat. Ini menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kanan, sementara kurva penawaran tetap, karena banyak masyarakat yang mencari hewan qurban untuk melaksanakan salh satu lewajiban agamanya. Perubahan dalam kurva permintaan ini akan menyebabkan kenaikan harga hewan diatas harga keseimbangan, sehingga tercipta suatu harga keseimbangan yang baru. Setelah Idul Adha harga hewan turun kembali dan menyebabkan kurva permintaan bergeser kembali ke titik semula. Hal ini yang merupakan keseimbangan yang terjadi akibat oleh mekanisme pasar di masyarakat.


GAMBAR 2



2.      Pergeseran Penawaran
            Selain pergeseran permintaan, perubahan keseimbangan bisa pyula terjadi akibat pergeseran penawaran. Misalnya pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia, dimana industri properti banyak berjatuhan akibat melambungnya harga bahan bangunan terutama semen. Semen langka di pasaran, hal itu menyebabkan harga semen naik. Meskipun permintaan tetap namun karena biaya awaran produksi semakin tinggi menyebabkan banyaknya industri properti jatuh. Sehingga kurva penawaran bergeser kiri, sedangkan kurva permintaan tetap. Hal ini menyebabkan kenaikan harga, karena penawaran lebih sedikit dari permintaan.






ambar 3

3.      Pergeseran Permintaan dan Penawaran
            Pergeseran dapat pula terjadi secara simultan antara permintaan dan penawaran. Misalnya pada saat krisis ekonomi Indonesia, dimana harga susu meningkat secara drastis. Apabila dianalisis secara seksama penyebab kenaikan harga ini dapat terjadi karena dua hal, pertama, karena pelemahan kurs rupiah pada saat itu menyebabkan kenaikan biaya produksi dikarenakan komposisi bahan baku impor yang tinggi, kenaikan biaya produksi ini menyebabkan   pergeseran kurva penawaran ke arahkiri (kurva penawaran menurun).
            Kedua, penyebab kenaikan harga kedua karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada saat itu, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengambil keputusan untuk melakukan penimbunan barang sebagai upaya antisipasi kelangkaan barang. Keputusan untuk menimbun barang ini menyebabkan kenaikan kurva permintaan secara drastis kurva permintaan meningkat), atau kurva permintaan bergeser ke atas. Pergeseran kurva penawaran ke kiri dan kurva ke kanan, menyebabkan kenaikan harga susu secara drastis pda saat krisis ekonomi yang melanda indonesia pada tahun1997.[3]
2.2. Elastisitas

Elastisitas yaitu untuk mengukur kepekaan dari suatu variabel terhadap lainnya. Secara spesifik, elastisitas adalah suatu bilangan yang menginformasikan kepada kita presentase perubahan 1% pada variabel lain, apakah ia akan bereaksi cukup signifikan atau tidak. Secara garis besar elastisitas akan dibagi menjadi elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Produk yang memiliki sifat elastis berarti perubahan 1% atas suatu variabel akan berpengaruh signifikan terhadap keseluruhan perubahan. Sementara sifat produk yang memiliki sifat inelastis berarti bahwa perubahan 1% terhadap suatu variabel tidak akan berpengaruh besar terhadap keseluruhan variabel.[4]

a.       Elastisitas Permintaan
Dalam analisis ekonomi, secara teori maupun dalam praktek sehari-hari, adalah sangat berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga. Oleh sebab itu perlu dikembangkan satu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan.[5] Ukuran ini dinamakan elastisitas permintaan. Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan suatu barang, yaitu:[6]
·         Tersedianya barang pengganti (substitutability)
·         Pentingnya bagi kehidupan (urgency)
·         Mahalnya (expensiveness), atau besarnya bagian pendapatan konsumen yang dipakai untuk membeli suatu barang.
·         Sifat tahan lamanya (durability) suatu barang
·         Waktu (time)
Selain itu pula ada beberapa macam konsep elastisitas yang berhubungan dengan permintaan, antara lain :[7]

1.      Elastisitas harga
Adalah persentase perubahan jumlah yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut dengan 1%, atau dapat dituliskan sebagai berikut :

Eh = ∆Qd / Qd
∆Qp / d
Di mana :
Qd = jumlah barang yang diminta
P    = harga barang tersebut

a)      Inelastis (Eh < 1)
Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil dari pada perubahan harga. Jika harga naik 10% menyebabkan permintaan barang turun sebesar 5%. Seperti permintaan barang kebutuhan pokok, misal beras.
b)      Elastis (Eh > 1)
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang  menyebabkan perubahan permintaan yang besar. Misalkan, bila harga turun 10% menyebabkan permintaan barang naik 20%. Karena itu, nilai Eh lebih besar dari satu, barang mewah seperti mobil umumnya permintaan elastis.
c)      Elastis unitary (Eh = 1)
Jika harga naik 10%, maka permintaan barang turun 10%.
d)     Inelastis sempurna (Eh = 0)
Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan. Contohya, permintaan barang.
e)      Elastis tak terhingga (Eh = ∞)
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terhingga besarnya.
   Kuantitas

Faktor-faktor yang menentukan elastisitas harga, yaitu :
·         Tingkat subtitusi
·         Jumlah pemakai
·         Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen
·         Jangka waktu


2.      Elastisitas silang
Adalah persentase perubahan jumlah yang diminta akan suatu barang yang diakibatkan oleh perubahan harga barang lain (yang mempunyai hubungan) dengan 1%, atau secara umum.

Esh = ∆Qdx / Qdx
∆Qpy / Py
Di mana :
Qdx     = jumlah barang X yang diminta
Py        = harga barang Y

Bila hubungan antara X dan Y ialah subtitusi (saling mengganti), biasanya Es ialah positif. Kenaikan harga barang Y berakibat berkurangnya permintaan akan barang Y dan bertambahnya permintaan barang X. Bila hubungan antara X dan Y ialah komplementer (saling melengkapi), maka Es ialah negatif.

3.      Elastisitas pendapatan
Adalah persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh kenaikan pendapatan (income) riiel konsumen dengan 1% atau :

Ep = ∆ Qd /Qd
∆ Y / Y
Di mana :
Qdx     = jumlah barang yang diminta
Y         = pendapatan riil konsumen

Untuk barang “normal”, Ep positif dan untuk barang “inferior” Ep negatif. Barang-barang kebutuhan pokok biasanya mempunyai Ep < 1, sedangkan untuk barang-barang yang tidak pokok (misalnya, barang–barang mewah) Ep > 1.
Koefisien elastisitas harga bisa dihitung dengan dua cara, yaitu:[8]


Ø  Elastisitas busur (arc elasticity)
Elastisitas busur digunakan dengan asumsi apabila terjadi perubahan harga yang cukup berarti (besar). Secara matematis dapat dilihat sebagai berikut:

 Arc elasticity Eh = ∆ Q / ½ (Q1 + Q2)
∆ P / ½ (P1 + P2)

Di mana: ∆Q = Q1Q2, dan ∆P = P1P2


b.      Elastisitas Penawaran
Dalam menerangkan mengenai hukum penawaran pada bab sebelumnya telah diterangkan bahwa perubahan harga akan mengubah jumlah penawaran. Oleh sebab itu konsep elastisitas juga dapat digunakan untuk menerangkan perubahan penawaran. Elastisitas permintaan mengukur responsif permintaan yang ditimbulkan oleh perugahan harga. Sedangkan elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat dari perubahan harga.[9]
Salah satu karaktetistik penting dari kurva atau fungsi penawaran ialah derajat kepekaan jumlah penawaran terhadap perubahan faktor yang mempengaruhinya, dalam penawaran hanya terdapat satu jenis elastisitas yaitu elastisitas harga, yaitu persentase perubahan jumlah yang ditawarkan yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut dengan 1%:[10]

Eh = ∆ Qs / Qs
          ∆ P/ P

Di mana:
Qs  = jumlah barang yang ditawarkan
P    = harga yang ditawarkan

Dalam hal ini, elastisitas penawaran memiliki lima kriteria tingkat elastisitas, antara lain:[11]
1)      Elastis sempurna (perfect atau infinitife elasticity)
Adalah suatu keadaan ketika berapa pun jumlah barang akan ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Dengan kata lain, tidak perlu untuk meninggikan harga agar jumlah yang ditawarkan menjadi lebih besar. Bisa dikatakan juga bahwa tidak akan ada yang ditawarkan sama sekali pada tingkat harga yang lebih rendah.
2)      Elastis atau relatif elastis (elastic atau relatively elastic)
Adalah suatu keadaan ketika tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan adalah lebih besar dari pada tingkat perubahan harga. Elastisitas ini, persentase perubahan harga yang hanya sedikit saja telah cukup untuk mengubah jumlah yang ditawarkan dengan perubahan yang relatif banyak.
3)      Elastisitas satu (unit elaaticity)
Adalah suatu keadaan di mana tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan sama dengan tingkat perubahan harga. Maksudnya adalah bahwa jika harga berubah, semisal dengan perubahan sebesar 5%, jumlah yang ditawarkan pun akan berubah dengan tingkat perubahan sebesar 5% pula.
4)      Inelastis atau relatif inelastis (inelastic atau relatively inelastic)
Adalah suatu keadaan ketika tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan lebih kecil dari pada tingkat perubahan harga. Dengan kata lain, suatu persentase perubahan harga tertentu hanya mampu untuk jumlah yang ditawarkan dengan tingkat perubahan yang relatif lebih kecil dari pada itu.
5)      Inelastis sempurna (perfect inelastic, atau absolutely inelastic), atau elastisitas nol (zero elasticity)
Adalah suatu keadaan ketika jumlah yang ditawarkan tidak akan mengalami perubahan sekalipun terjadi perubahan tingkat harga. Atau dengan kata lain, perubahan harga tidak membawa akibat apapun terhadap jumlah yang ditawarkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah sebagai berikut:
Ø Jenis produk. Kurva penawaran produk pertanian umumnya inelastis, sebab produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan harga. Sementara penawaran produk industri umunya bersifat elastis, sebab mampu merespons cepat terhadap perubahan harga.[12]
Ø Sifat perubahan biaya produksi. Penawaran akan bersifat inelastis, bila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Bila penawaran dapat ditambah dengan pengeluaran biaya tambahan tidak terlalu besar, penawaran akan bersifat elastis. Apakah biaya produksi akan meningkat dengan cepat atau lambat jika produksi ditambah, tergantung pada beberapa faktor, yaitu:
v Tingkat penggunaan kapasitas perusahaan
v Kemudahan memperoleh faktor-faktor produksi[13]
Ø Jangka waktu analisis. Jangka waktu juga dapat mempengaruhi besarnya elastisitas penawaran. Biasanya dibedakan menjadi tiga jenis jangka waktu, yaitu masa amat singkat, jangka pendek, dan jangka panjang.[14]


BAB III
PENUTUP

Simpulan
Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan dimana pada suatu tingkat harga tertentu keinginan pembeli untuk mendapatkan barang adalah sama dengan keinginan penjual dalam menawarkan barangnya. Mekanisme pasar (market mechanisme) adalah kecenderungan di pasar bebas sehingga terjadi perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (equilibrium) yakni sampai jumlah penawaran dan permintaan sama. Keseimbangan pasar sering terjadi perubahan, perubahan itu antar lain:
·         Adanya Pergeseran permintaan
·         Adanya Pergeseran penawaran
·         Adanya pergeseran dari permintaan dan penawaran

Elastisitas yaitu untuk mengukur kepekaan dari suatu variabel terhadap lainnya. Secara spesifik, elastisitas adalah suatu bilangan yang menginformasikan kepada kita presentase perubahan 1% pada variabel lain, apakah ia akan bereaksi cukup signifikan atau tidak. Secara garis besar elastisitas akan dibagi menjadi elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran.
Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Konsep elastisitas terdiri dari tiga bentuk yaitu elastisitas harga, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan. Sedangkan elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat dari perubahan harga. Salah satu karaktetistik penting dari kurva atau fungsi penawaran ialah derajat kepekaan jumlah penawaran terhadap perubahan faktor yang mempengaruhinya, dalam penawaran hanya terdapat satu jenis elastisitas yaitu elastisitas harga. Elastisitas penawaran memiliki lima kriteria tingkat elastisitas, antara lain:
·         Elastis sempurna (perfect atau infinitife elasticity)
·         Elastis atau relatif elastis (elastic atau relatively elastic)
·         Elastisitas satu (unit elaaticity)
·         Inelastis atau relatif inelastis (inelastic atau relatively inelastic)
·         Inelastis sempurna (perfect inelastic, atau absolutely inelastic), atau elastisitas nol (zero elasticity)
DAFTAR PUSTAKA

Nur Rianto Al A’rif, M dan Euis Amalia., Teori Mikroekonomi., Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2010.
Sukirno, Sadono.,  Teori Pengantar Teori Ekonomi., Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2005.
Rosyidi, Suherman., Pengantar Teori Ekonomi., Jakarta : Pt RajaGrafindo Persada, 2005.




[1]Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, Edisi Ketiga, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2005), Hal. 364
[2]M. Nur Rianto Al A’rif dan Euis Amalia, Teori Mikroekonomi, Cet. 1, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2010), Hal. 51
[3]Ibid, hal 54
[4] M. Nur Rianto Al A’rif dan Euis Amalia, Teori Mikroekonomi, hal. 55
[5] Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, hal. 103
[6] Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2005), hal. 312
[7] M. Nur Rianto Al A’rif dan Euis Amalia, Teori Mikroekonomi, hal. 56
[8] Ibid, hal. 59
[9] Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, hal. 117
[10] M. Nur Rianto Al A’rif dan Euis Amalia, Teori Mikroekonomi, hal. 60
[11] Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi, hal. 345
[12] M. Nur Rianto Al A’rif dan Euis Amalia, Teori Mikroekonomi, hal.61
[13] Ibid.
[14] Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, hal.119

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar