Senin, 11 Juni 2012

Al-qur’an sebagai sumber Agama islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

          Kita semua tahu bahwa dari turun temurun, tahun ke tahun, zaman ke zaman, abad ke abad  bahwa Al-Qur’an sebagai sumber agama islam. Semua prilaku sifat manusia itu di atur oleh kitab suci agama islam yaitu Al-Qur’an.
            Setiap mahluk hidup selalu mempunyai tuhannya masing-masing. Tapi islam mempunyai satu tuhan yaitu Allah SWT. Allah menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Supaya Nabi Muhammad SAW  bisa mengamalkannya kepada umat islam yang kehilangan arah.
            Dengan Al-Qur’an kita bisa menenangkan hati kita dan juga mendekatkan diri kepada sang pencipta dan Al-Qur’an selalu mengajarkan untuk menyayangi satu sama lain walaupun itu berbeda agama.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Sebutkan peranan dan fungsi Al-Qur’an?
2.      Bagaimana pendekatan memahami Al-Qur’an?
3.      Jelaskan Al-Qur’an sebagai kalamullah?
4.      Apakah Al-Qur’an dapat memahami kitab suci lain?
5.      Jelaskan ulum Al-Qur’an dan tafsir Al-Qur’an?

         BAB II
PEMBAHASAN

A.    PERANAN DAN FUNGSI AL-QUR’AN

a)      Peranan Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah risalah Allah kepada manusia semuanya. Banyak nas yang menunjukkan hal itu, baik di dalam Al-Qur’an maupun di dalam Sunnah, maka tidaklah aneh apabila Qur’an dapat memenuhi semua tuntutan kemanusiaan.
Rasulullah juga telah menantang orang-orang Arab dengan Qur’an, padahal Qur’an di turunkan dengan bahasa mereka dan mereka pun ahli dalam bahasa itu dan retorikanya. Namun ternyata mereka tidak mampu membuat apa pun seperti Al-Qur’an, atau membuat sepuluh surah saja, bahkan satu surah pun seperti Qur’an.[1]
b)     Fungsi Al-Qur’an
ü  Petunjuk bagi Manusia. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia,
ü  Sumber pokok ajaran Islam. Sebagai sumber ajaran Islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum Islam.
ü  Peringatan dan pelajaran bagi manusia. Dalam AL-Qur’an banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu, baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang menentang dan mengingkari ajaran Nya.
ü  Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW. Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu mukjizat yang dimilki oleh Nabi Muhammad SAW.[2]
B.     PENDEKATAN MEMAHAMI AL-QUR’AN

            Bila kita memperhatikan beberapa faktor yang ada pada kebudayaan islam sekarang ini baik yang ada pada individu-individu yang berpendidikan maupun masyarakat awam.
            Kemudian, kita harus berusaha membangun kerangka pemikiran baru yang jelas dapat digunakan untuk berdialog dengan Al-Qur’an, sebagaimana Al-Qur’an sendiri jelas-jelas menyatakan:
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia (QS Ar-Rum [30]: 41)
            Kerusakan itu jelas berawal dari ulah manusia, dan tidak akan terjadi kerusakan bila tidak ada tangan-tangan kotor manusia. Ayat lain juga menyatakan:
            Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS Al-Qashash [28]: 56)[3]

C.    AL-QUR’AN SEBAGAI KALAMULLAH
Dalam agama Islam, keimanan kepada Al Qur’an adalah bagian dari rukun iman yang ke enam, yaitu iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan iman kepada Qadla / Qadar Allah SWT, yang baik maupun yang buruk.
Kita, kaum muslimin di masa kini, alhamdulillah lahir dalam keadaan Al Qur’an sudah tersedia berjuta-juta copy dalam keadaan tercetak rapi dalam berbagai model dan ukuran! Namun yang menjadi masalah, kita tidak melihat situasi dan kondisi pada saat Al Qur’an turun. Juga kita tidak hidup bersama Rasulullah saw. yang merupakan orang pilihan (musthafa) yang membawa Al Qur’an dan mengajarkan kepada manusia.[4]
D.    SUMBANGAN AL-QUR’AN UNTUK MEMAHAMI KITAB SUCI LAIN

            Secara garis besar islam memang dapat memahami kitab suci lain, walaupun kebanyakan orang pada umumnya tidak menyukai agama lain, misalnya: Kristen, budha, hindu, dan sebagainya. Akan tetapi manusia itu cuman salah arah dan kita sebagai umat islam wajib memberitahukan mana yang benar dan mana yang salah, karena islam selalu mendepankan  kejujuran, kebaikan, dan sebagainya.
            Memang seharusnya tidak perlu mengherankan, bahwa islam selaku agama besar terakhir, mengklaim sebagai agama yang memuncaki proses pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dalam garis kontinuitas tersebut. Karena itu agama tidak boleh di paksakan (QS Al-Baqarah, 2:256). Bahkan Al-Qur’an juga mengisyaratkan bahwa para penganut berbagai agama, asalkan percaya kepada tuhan dan hari kemudian serta berbuat baik semuanya akan selamat. (QS Al-Baqarah, 2:62; Al-Maidah, 5:26).[5]


E.     ULUM AL-QUR’AN DAN TAFSIR AL-QUR’AN

a.)    Ulum  Al-Qur’an
            Al-Qur’an adalah  penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Apa maksudnya Al-Qur’an sebagai penyembuh bagi orang-orang yang beriman? Ada orang yang membaca kitab Al-Bukhari  agar mendapat berkah dan kemenangan menjelang pertempuran.[6]
b.)   Tafsir Al-Qur’an
            Kami berkeyakinan bahwa penggunaan akal dalam penafsiran Al-Qur’an yang dilarang adalah penafsiran yang di campur aduk dengan hawa nafsu, yang menjadi seseorang menjadi buruk niatnya; tidak demikian dengan orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan kecerdasan dan kekuatan akalnya diiringi dengan batasan-batasan bahasa yang ia kuasai dengan sempurna. Sebab kita tidak memiliki batasan yang jelas. Misalnya, mereka menafsirkan firman Allah SWT:
Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas (QS An-Nazi’at [79]: 17)[7]

BAB III
KESIMPULAN

                Dari data yang kami dapat Al-Qur’an adalah risalah Allah kepada manusia semuanya, termaksud agama-agama lain karena Islam tidak memandang sebelah mata. Maka dari itu kita sebagai manusia harus mempunyai rasa solidaritas, agar komunikasi semakin lancar.
                Semoga pembaca bisa menghargai satu sama lain, walaupun orang tersebut berbeda agama dengan pembaca karena islam telah mengajarkan bahwa semua mahluk hidup itu sama. Semoga makalah ini bermanfaat dan kami sebagai penyusun menanti kritik serta saran dari pembaca khususnya mahasiswa/i.   

DAFTAR PUSTAKA

Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarata: Raja Grafindo Persada,2006


http://grou.ps/bagimuslim/blogs/592726/

Muhammad Al-Ghazali, berdialog Dengan Al-Qur’an, Bandung: mizan, 1996

Mudzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Jakarta, Pustaka Litera Antar Nusa, 2009


[1] Mudzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, (Jakarta, Pustaka Litera Antar Nusa, 2009) hlm 11-12-13
[2] http://fungsialquran.blogspot.com/
[3] Muhammad Al-Ghazali, Berdialog Dengan Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1996) hlm 58-59
[4] http://grou.ps/bagimuslim/blogs/592726/
[5] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarata: Raja Grafindo Persada,2006) hlm 80
[6] Muhammad Al-Ghazali, Berdialog Dengan Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1996) hlm 59
[7] Muhammad Al-Ghazali, Berdialog Dengan Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1996) hlm 246

Tidak ada komentar:

Posting Komentar