Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Wow, Thanks God?


“Wow, Thanks God”?

Sering benar kita menggunakan ungkapan-ungkapan ekspresi dalam bahasa Inggris. Bahkan tidak jarang banyak anak-anak muda dengan pede (percaya diri) yang sangat tinggi saling berbalas-balasan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Apakah semuanya itu salah? Tentu tidak. Tapi mari kita sedikit maju lebih jauh lagi untuk melihat berbagai keganjilan dan kekeliruan yang terjadi.

Ada teman saya, saking gembiranya dikasih naik gaji lumayan gede sama bossnya, teriak kayak orang kesurupan “Oh yeah…Thanks God!”. Jadi rupa-rupanya ia mau mengganti ungkapan ‘syukurlah’ dengan memakai Bahasa Inggris. English bo! English coy!. Nah, tapi coba Anda tebak di mana letak kesalahan ungkapan teman saya tadi? Apa…? Seratus! Anda ternyata lebih jeli dari teman saya itu. Jadi penggunaan “Thanks God” tersebut kurang tepat. Harusnya ekspresi rasa syukur tersbut harus berbunyi “Thank God” tanpa memakai huruf “S”. Sebab dengan menempatkan huruf S, ungkapan tersebut akan jadi berubah makna dan arti. Sama saja dengan ketika kita mau mengatakan “Thank You” dan bukannya “Thanks You”. Betul tidak? Ya iyalah pasti betul!


Lain lagi kisah teman semasa kuliah satu ini. Sebut saja namanya Tole. Setiap kali saya meminjaminya sesuatu selalu saja ia berujar “thank you Mike”. Bagus. Sudah betul. Tapi tak jarang  ketika lagi berkoar-koar dalam rangka meminjam sesuatu ke saya (dan belum saya penuhi) ia pun nyeletuk “…aku tunggu ya, thanks before”. Nah lho? Apa maksudnya itu? Kalimat ia ucapkan dalam Bahasa Inggris itu akhirnya menjadi kalimat menggantung. Thanks before what? Karena kata ‘before’ tersebut adalah preposisi atau sebuah kata depan yang harus diikuti dengan kata lainnya. Misalnya saja before eat, before sleep, before noon, dan seabrek-abrek contoh lainnya. Kalau yang ia maksudkan adalah untuk mengucapkan “terima kasih sebelumnya” maka sangat tidak tepat memakai kalimat “thanks before”, yang lebih cocok dan pas tentu saja dengan memakai ungkapan “thanks in advance”. Atau kalau di Amerika pada umumnya kawan-kawan saya lebih sering menggunakan “thanks anyway”.

Sekali lagi saya ingin bertanya, Anda setuju tidak? Kalau iya, bagus sekali. Tapi tunggu dulu jangan kabur duluan, jawab dulu pertanyaan berikut ini. Bagaimana dengan peletakan preposition pada beberapa kalimat berikut ini, dibolehkan, wajar, masuk akal atau tidak: What are you talking about? Atau How much you going to pay me start with? Atau juga pada kalimat the book has not been paid for. Gimana? Aah…nanti tanyakan saja kepada guru-guru atau mantan guru Bahasa Inggris senior di sekolah dan kampus kalian.

Kemudian ada juga ekspresi dalam English yang kira-kira padanannya dalam Bahasa Indonesia sama dengan “Halah, cuma segitu aja elonya udah repot kayak mau kiamat!” Hehehehe ini ekspresi orang yang cuek bebek alias nggak mau ambil pusing. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai “What a big deal!” Kalimat tersebut adalah sebuah pernyataan bahwa sesuatu tersebut tidak seserius yang beredar luas, githu lho…Ada juga istilah lain yang hampir sama dengan itu yaitu “It could’ve been worse.”
Sewaktu di Amerika teman-teman saya yang rada-rada sableng juga sering sekali nggak pedulian, masa bodoh banget githu. Nah, apa ungkapan ekspresi mereka menyatakan kemasabodohan mereka tersebut? Cukup dengan mengatakan “Who cares..”
Pernahkan Anda terjebak dalam satu kata? Anda sedang berbicara dengan penutur asli bahasa Inggris, mengatakan suatu kata dan orang tersebut tidak mengerti? Saat mereka akhirnya memahaminya, mereka mengulangi kata tersebut tapi Anda justru jadi berpikir, "Lho, itu kan yang gue omongin tadi!"

Bahasa Inggris dikenal dengan banyaknya kata-kata yang pengucapannya hampir sama, tapi artinya sangat jauh berbeda. Gunakan daftar kata-kata yang seringkali diucapkan dengan salah berikut ini untuk menghindari kesalah-pahaman! Ada banyak contoh, tapi untuk lebih gampany saya kasih saja satu contoh kecil. Berhati-hatilah sekiranya Anda ingin memasukkan kata-kata ini ke dalam ungkapan ekspresi Anda. Quite / Quiet / Quit: Ketiga kata ini tidak sesulit kelihatannya! Perhatikan saja bunyi vokalnya. Quite bisa berarti 'sangat', 'benar-benar'. Contoh “I’m quite understand” Nah, kata Quiet lain lagi, itu artinya bisa  'sunyi'. Misalnya saja, It is so quiet down here.  Lalu bagaimana dengan kata  Quit? Ya tentu saja lain lagi dong…kok pake nanya segala sih! Itu kan artinya berhenti, keluar, atau juga menyerah. Mau contoh lagi? Buat saja contohnya sendiri ya biar lebih mahir.






Senin, 20 Februari 2012

Bahasa Inggris, Salah atau Benar?

Kebiasaan Berbahasa Inggris.

Dalam berbahasa, entah bahasa apapun yang kita pakai, maka domisili, kebiasaan, kebudayaan setempat, dan lingkungan sekitar tentu sangat mempengaruhi gaya, pakem, dan kemampuan kita berbahasa. Bayangkan mereka yang tinggal puluhan tahun di pula Jawa misalnya, dan dalam kesehariannya hanya memakai bahasa Jawa, tentu akan sangat kaku ketika harus berbahasa Indonesia. Bagaimana pula dengan mereka yang kebiasaannya hanya menggunakan dialek “Manado pasar” dalam berkomunikasi? Tentu akan kesulitan ketika harus berhadapan dengan babe-babe dari Jakarta umpamanya.

Lalu apa yang terjadi kalau hal itu terus berlanjut? Miscommunication. Itu sudah pasti. Ambil contoh teman saya yang kebiasaannya menggunakan dialek Manado Pasar yang sungguh kental. Suatu waktu ia dibawa pamannya ke Jakarta, kota yang perama kali dilihatnya dan diinjaknya. Ia kagum bukan main. Ia bertekad untuk tinggal di kota megah ini katanya. Tapi mimpi tinggalah mimpi. Harapannya tak berlangsung lama, kenapa? Karena kendala berbahasa. Tak satupun tempat kerja yang mau mempekerjakan ia yang tak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Dibilangin “Apa pun yang terjadi kamu tetap harus membuat pembukuan itu secara runut dan tuntas” ia nggak ngerti. Apalagi gaya bicara orang Jakarta yang menurutnya “So talalu banya ba logat do’ce!” Padahal memang demikianlah orang Jakarta ngomong. Ia merasa orang Jakarta yang bicaranya aneh, padahal bisa saja sebaliknya, karena dialah yang pendatang. Hanya sekian minggu di Jakarta, nggak betah, maka pulanglah sobat kita yang satu itu ke kampung halamannya.


Tapi itulah sulitnya, sebab seorang penutur bahasa Indonesia yang baik pun belum tentu bisa bicara sempurna, atau tak pernah keliru. Lingkungan dimana ia tinggal, siapa teman-teman pergaulannya, apa yang ia tonton baca dengar sudah barang tentu akan turut mempengaruhinya dalam berbahasa.
Lalu bagaimana dengan bahasa Inggris? Ooh sama saja! Sering juga para penutur asli bahasa Inggris, artinya mereka yang memang menggunakan English sebagai bahasa sehari-hari mereka justru menggunakan kaidah yang menurut kita keliru. Jadi benar dan salah, keliru atau tidak dalam berbahasa Inggris sangat tipis batasannya. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Always depends on something.
1318217731328063757Apa tanggapan Anda dengan kalimat ini? She don’t care atau He don’t wanna go. Bagi mereka yang mengerti English Grammar, saya yakin dan pasti Anda akan mengatakannya “Ooh itu keliru! Salah!”. Kenapa ya? Ya iyalah karena orang ketiga dalam bahasa Inggris, sebut saja He atau She (dia) tidak boleh menggunakan do atau don’t tapi does atau doesn’t. Jadi yang tepat adalah She doesn’t care dan He doesn’t wanna go.Tapi apa kenyataannya? Orang Amerika sendiri, dari 10 yang pernah bicara dengan saya, paling tidak 5 diantaranya menggunakan grammar yang kita anggap salah tersebut. Boss saya sendiri kalau bicara selalu “menyalahi” grammar yang selama ini kita pelajari di sekolah. Ia sering mengucapkan “She do a very good job”, atau “It don’t matter”, atau juga “I too like it”. 

Bahkan penyanyi-penyanyi top sekelas Michael Jackson atau The Beattles dalam lagu-lagu mereka sering memakai grammar yang rancu. Tapi apa benar kata-kata itu salah dan keliru? Belum tentu. Sebab seperti yang saya bilang….keliru tidaknya itu selalu ‘tergantung dan bergantung pada sesuatu’. Ini kata-kata The Beatles dalam salah satu lagunya.
She done me good…
Yes, she do me…
 
Bagi beberapa penutur yang pernah saya tanyai sampai sejauh mana mereka memaknai dan menganggap bahwa bahasa itu penting? Sebagian besar menjawab sebagai alat komunikasi semata. Tidak lebih. That’s it! Sepanjang bahasa yang dipakai mampu mengkomunikasikan apa yang dipikirkan dan terucap lewat kata-kata, serta antara satu pihak dengan pihak yang lain bisa saling mengerti, itu sudah cukup. Mau seberapa baik grammar kita, mereka mengatakan it don’t matter! Eeeh maksudnya it doesn’t matter.
Bagaimana dengan singkatan ILU atau GBU? I Love U, God Bless U. Apakah maksudnya aku mencintai huruf U atau Tuhan memberkati huruf U? Entah sejak kapan kata “you” boleh tergantikan dengan huruf “u”. Tapi itulah dunia kebahasaan kita. Progressive dan tidak statis. Teman saya menyebutkan kosong, nihil, tidak ada apa-apa, atau nol dengan “MT”. Pertama-tama saya bingung, setelah dijelaskan barulah saya ngeh bahwa “mt” itu adalah “empty”. Pernah ada mantan karyawan yang meneriaki boss saya dengan kata “Yupid”, apa pula itu? Ternyata itu adalah singkatan slengekan dari kalimat “You’re stupid”. Wah..wah..wah..ada-ada saja!

Makanya tepatlah bahwa meskipun kita mengatakan itu salah atau ini salah, tapi karena sudah menjadi umum maka akhirnya diterima dan terbiasa sebagai sesuatu yang tidak keliru. Bahasa selalu berkembang, dan berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain, walaupun memakai bahasa yang sama. British English dan American English sama-sama English, tapi tidak sedikit (baca: banyak sekali) juga perbedaan di dalamnya. Ada yang lucu nih, katanya seorang miliuner Inggris sangat jauh lebih kaya daripada miliuner Amerika. Karena apa? Karena satu Milliar di Inggris adalah sejuta juta (1.000.000.000.000), sedangkan di Amerika satu milliar dianggap seribu juta (1.000.000.000). Coba buka kamus mana pun.

Akhirnya, saya pengen mengundang Anda sekali-kali untuk berwisata ke Connecticut. Itu adalah salah satu state (negara bagian) di Amerika. Kalau dari New York naik mobil bisa ditempuh dalam 4 atau 5 jam. Nah, di sana ada sebuah sungai yang bernama sangat aneh. Nama sungai itu dalah Chargoggagoggmanchaugagoggchaubunagungamaung. Nama yang sangat panjang dan aneh. Ternyata dalam bahasa Native Indian artinya adalah: “Engkau memancing di sisimu, aku memancing di sisiku; jangan ada yang memancing di tengah-tengah.”
Ah, apalah artinya sebuah nama. “Have a nice day friends!” G B U(You)  All.

Senin, 19 Desember 2011

Hati-hati Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris

Bahasa bukan hanya serentetan kata yang membentuk sebuah kalimat yang dimengerti. Bahasa ternyata juga adalah alat representasi sebuah adat, sebuah budaya, sebuah negara atau komunitas tertentu. Cara berpikir, dan kebiasaan-kebiasaan dapat juga terlihat dari bahasa (language) dan the way people talk. Dengan kata lain juga, bahwa menerjemahkan suatu bahasa tidaklah segampang yang kita kira. Sebaliknya juga, betapa bahasa sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi di atas tadi. Karena itu saya yakin bahwa it’s not that easy to master one language.

Beberapa hari yang lalu saya menonton acara TVRI tentang menggunakan Bahasa Indonesia. Acara yang bagus, mengajak kita untuk menggunakan dan mencintai Bahasa Indonesia. Acara itu dipandu oleh 3 wanita cantik (termasuk Mbak Maudy Koesnadi) dan seorang bapak sebagai nara sumbernya. Mereka membahas dan mengkritisi tentang berbagai penggunaan bahasa asing di beberapa restaurant di Indonesia. Bahwasanya, alangkah lebih eloknya kalau semua kata-kata bahasa asing itu disebutkan saja dengan padanan kata Bahasa Indonesianya. Seperti dinning room seharusnya ruang makan. Atau welcoming drink yang seharusnya ada padanan bahasa Indonesianya, misalnya saja dengan menyebutnya sebagai minuman penyambutan. Appetizer mestinya disebut saja sebagai pemancing selera. Main menu (atau kalau di Amerika main course) padanannya juga ada, yaitu menu makanan utama. Nah, lucunya ada seorang pembawa acara wanita keliru menyebut makanan penutup atau hidangan akhir sebagai desert bukannya dessert (baca: disert). Padahal desert itu artinya gurun. Pelafalan itu penting, sebab banyak kekeliruan terjadi karena salah eja, salah tulis, salah kutip, ataupun salah mengartikan.


Tapi jangankan yang non-English speaker, bagi mereka yang English speaker pun kesalahan-kesalahan seperti itu tak terelakkan juga. Pernah di sebuah restaurant saya dan kerabat dekat hendak makan siang. Asyik, kalau sudah ke American restaurant saya paling doyan makan steak. Nah, pilihan saya selalu adalah well done sirloin steak, tentu saya sudah membawa cabe ijo dari rumah biar klop (saya termasuk penyuka makanan pedas). Tapi saya kaget minta ampun, saya maunya makan sirloin yang terbuat dari sapi, tapi yang ditawarkan kok daging singa ya? Sebab di situ tertulis sirlion? Hahaha tuan singa? Typo itu terlihat sederhana, tapi fatal untuk ukuran restoran sebesar itu. Loin adalah daging panggang, sedangkan Lion itu adalah singa. Kalau di Indonesia Lion itu burung besi alias pesawat.


Anda mungkin akan terkaget-kaget dengan cerita nyata berikut ini. Seorang pemuda hendak menyenangkan tunangannya dengan membelikannya anting-anting. Tapi dalam pesan singkat lewat sms yang ia kirim tertulis demikian “This week, I’ll give you pendent.” Padahal maksudnya pendant (anting-anting), malah tertulis pendent? Mati di tiang gantungan? Kesalahan-kesalahan sepele yang menunjukkan betapa tipisnya perbedaan makna dengan terjadinya pergeseran atau tertukarnya huruf dalam bahasa Inggris itu. Misalnya juga decent yang artinya sopan ternyata beda-beda tipis dengan descent yang artinya keturunan. Atau misalnya brake (rem) dengan break (istirahat). Kata ini pernah dipajang secara keliru di salah satu ruangan di tempat kerja saya. Ruangan untuk istirahat dan makan siang yang seharusnya break-room malah menjadi brake-room (ruang untuk menyimpan rem?)

Seorang dokter yang harusnya menuliskan resep obat (prescribe), tentu jangan sampai justru menuliskan proscribe yang artinya melarang atau mengharamkan. Demikian pula symmetry yang berarti simetris atau harmoni tentu saja berbeda jauh dengan cemetery yang artinya kuburan atau makam. Memang mungkin saja kita bisa kelihatan harmonis kalau sudah di dalam kubur, karena di situ tidak bakalan ada lagi perkelahian dan pertikaian, semuanya tidur dengan tenang.

Sekarang, mari kita lihat Headline koran New York Post yang salah menuliskan Troops menjadi roops seperti pada gambar berikut ini. Yang lebih lucu lagi, sebuah tulisan di koran lokal pernah menulis seperti ini, “….They will send five corpse to protect White House in Washington…” Padahal di situ seharusnya tertulis corps (kesatuan/korps). Lha, kalau begitu apa artinya corpse? Artinya mayat atau jenazah. Apa jadinya kalau surat kabar sudah memuat tentang pengiriman jenazah untuk menjaga gedung putih?

 Dalam sebuah buku pelajaran yang beredar di Indonesia pun tetap tak luput dari kekeliruan, seperti penggunaan kata ‘then’ dan ‘than’ seperti pada gambar ini di bawah ini. Kata sederhana “then” dan “than” memang sering sekali tertukar-tukar atau ditukar-tukar secara keliru.  Harusnya kata yang tertulis di situ adalah than (daripada) bukannya then (kemudian). Kekeliruan berbahasa memang manusiawi. Lumrah. Tapi bila itu sudah menjadi konsumsi publik, mestinya lebih teliti dan cermat lagi. It has become a global issue that native speakers themselves too make mistakes, as the recent trend shows that the improper use of English is no longer a distinct trademark for non-English speakers. To put it in a nutshell, we all make mistakes!

 Akhirnya, mengutip sebuah kata-kata bijak “Man proposes: God disposes,” artinya Manusia merencanakan: Tuhanlah yang menentukan. Kenapa bisa? Karena Dialah Tuhan. Allah kita yang maha kuasa dan maha mutlak. Tapi, jangan salah tulis lho! God is absolute (mutlak, pasti) tapi bukan yang obsolete (usang, tak terpakai atau kuno). That’s all for now, folks! (Michael Sendow)

Minggu, 30 Oktober 2011

Learn English From Animal?


Belajar bahasa Inggris bisa dari mana saja. Bahkan kita bisa mulai belajar tentang apa sebutannya dalam bahasa Inggris untuk setiap suara yang keluar dari mulut binatang.
Contohnya begini, orang yang berbicara terlalu cepat dan tak jelas apa yang dibicarakan atau dikatakannya, maka orang itu sering dijuluki berbicara gibberish. Nah, kalau binatang, apa sih yang suaranya suka gibber (mericau)? Tentu saja monkey. Monyet itu mengeluarkan suara gibber atau juga chatter (mengoceh). Jadi sesama monyet juga sering chat lho.

Para burung hantu (owls) yang kalau di Minahasa dikenal sebagai burung Manguni mengeluarkan suara scream (memekik) sambil screech (menciut-ciut). Makanya hati-hati kalau di antara kita ada yang suka darah tinggi dan doyan ber-scream ria ketika lagi bertengkar dengan suami, istri, atau dengan siapa saja, periksa diri jangan-jangan masih punya kekerabatan sama burung hantu tuh.


Lalu kalau wolves (serigala)? Mereka sangat suka meraung-raung (howl). Beda dengan harimau yang senangnya menggeram (growl) atau singa yang suka mengaum (roar). Tentu kita semua tau suara apa yang dikeluarkan kambing? Bahkan kita mungkin sudah sering melakukannya, karena toh ada pribahasa yang berkata bahwa kalau kita masuk kandang kambing harus mengembik? Mengembik itu bleat. Bukan cuma itu, kalau ber-BBM-ria atau chatting kita sering menggunakan BUZZ (mendengung) bukan? Nah itu ternyata adalah suaranya si lalat-lalat (flies) nakal.

Ini lagi, kalau keledai (donkey) meringkik (bray), lalu apa yang dilakukan para onta (camels)? Ooh, ternyata sama seperti kita kalau tertidur karena kelelahan. Mereka mengeluarkan suara grunt (mendengkur). Semua jangkrik (crickets) mengerik (chirp), dan kalau ular mendesis (hiss) maka sang angsa (geese) yang lucu itu mendesas (crackle).

Ada peribahasa anak-anak semasa saya masih di SD, “siapa berkotek dia bertelur”. Artinya kurang lebih adalah siapa yang menuduh dan bersuara berarti ia yang melakukannya. Lalu binatang apa yang berkotek (cackle) atau cluck (sering sehabis bertelur) itu? Tepat sekali jawabannya. Ayam betina (hen). Lho, kalau gitu suara apakah gerangan yang dikeluarkan suami mereka, yaitu para ayam jantannya? Kalau suami-suami mereka tentu saja punya kebiasaan yang sama: Berkokok (gobble) dengan gagah perkasanya. Sambil membusungkan dada dan terlihat sangat jantan.

Kalau kita mungkin punya kebiasaan suka mengeluh bila kerja berat, tapi sapi-sapi jantan dan lembu sukanya melenguh (bellow). Si burung gagak (crows) mengeluarkan suara menggaok (caw) dan si merpati putih di atas genteng rumah saya sering terdengar mendekut (coo). Tapi kodok yang di comberan mengeluarkan croak (apa ya padanan kata dalam bahasa Indonesianya suara kodok tersebut?)
Suara yang paling tidak suka saya dengar adalah ketika membuka pintu mobil karatan dan tak pernah diminyaki. Bunyi squeaking saat membuka pintu itu luar biasa menjengkelkan. Sama jengkelnya ketika saya melihat banyak tikus di kamar saya, merobek-robek apa saja yang ada di situ sambil mengeluarkan suara mereka (squeak) yang begitu menjengkelkan itu!

Binatang bernama burung ternyata yang paling lengkap dan manis. Mereka mengeluarkan suara macam-macam. Indah-indah pula. Ada yang nge-tweet (bercicit), ada yang warble (berkicau), tapi ada pula yang bernyanyi seperti burung beo dan kakak tua pintar itu. Mereka sing dengan merdunya.
Akhirnya, kalau si kumbang (beetles) drone, kuda meringkik (neigh), atau sering juga mendengus (snort) dan bersuara seperti minta perhatian dengan sangat jinaknya (whinny), serta kucing yang mengeong (mew). Saya masih begitu penasarannya, suara apakah yang dikeluarkan oleh semua om gendut bernama gajah (elephants) itu? Dan kawan berleher panjang bernama jerapah (giraffe) itu?

Selamat siang waktu Indonesia (Selamat ber-warble ria).
Selamat malam waktu Amerika (Selamat nge-grunt alias mendengkur.) 
-Michael Sendow-

Kamis, 06 Oktober 2011

Bahasa Inggris yang Keliru

English: Gampang Keliru, Kelirunya Gampang.

Ketika kita berbicara dengan penutur asli atau English speaking people, kadang-kadang lidah kita mesti digesek-gesek atau digasak-gasak dulu. Kenapa ya? Karena meskipun katanya sudah benar kalau lafalnya keliru mereka bisa menangkapnya lain. Banyak kegagalan kita berkomunikasi dengan mereka justru disebabkan karena pronunciation yang keliru. 

Banyak sekali contoh kesalahan mengucap atau melafalkan kata dalam bahasa Inggris, sebut saja beberapa diantaranya: Ketika kita mengucapkan kata said maka pastikan untuk melafalkan huruf “d” dengan jelas, jangan sampai ketukar dengan huruf “t”, karena di telinga mereka kata yang kita ucapkan akan terdengar sebagai set. Arinya sudah pasti jauh berbeda. Atau ketika mengucapkan kata Loose dan Lose. Pastikan untuk mengucapkan huruf “s” pada kata Loose dengan bunyi yang halus. Nah, untuk kata Lose huruf “s”nya diucapkan dengan tekanan lebih berat, seakan-akan berbunyi “z”. Dua huruf “o” berurutan juga dibaca “u”.
Masih banyak kata-kata lainnya yang terkadang kalau salah ucap membuat yang menangkapnya bisa keliru juga. Memang lidah kita kadang kaku melafalkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Ada beberapa pembiasaan yang semestinya kita lakukan kalau memang ingin pengucapan kita tepat. Misalnya pengucapan kata yang ada “th”nya. North, South, Then, Fifth dan lainnya. Th pada kata-kata seperti itu harus jelas terdengar. Bukan hanya huruf “T”nya doang, atau juga kadang menjadi “zen” pada kata then.


Lalu kalau Anda mengatakan Physics apa artinya? Masih banyak yang menganggapnya sebagai olahraga, padahal yang betul adalah Ilmu Fisika. Kalau olahraga itukan Physical exercise atau ada juga yang mengatakannya dengan sport. Contoh dalam kalimat? Mrs. Edityo teaches us physics every Thursday. (Ibu Edityo mengajari kami Ilmu Fisika setiap hari Kamis.) Mr. Isjet does physical exercise – spanking - to keep his stomach healthy. (Tuan Isjet melakukan olahraga –spanking- untuk menjaga kesehatan perutnya) Eeh, spanking termasuk olahraga baru yah? 

Bagaimana dengan si Malaikat? Bagaimana Anda menyebutkan namanya? Hati-hati lho jangan sampai Angel menjadi angle. Angel harus diucapkan dengan lafal pasar seperti ini “einjel”. Kalau angle itu artinya sudut pandang, pelafalan adalah “enggel”. Ada malah yang lebih mirip lagi, dan tak jarang kita keliru mencatat apa yang kita dengarkan. Coba sebutkan beda lafal antara bale dan bail. Bale artinya bungkus, sedangkan bail artinya jaminan atau uang tanggungan. Atau coba bedakan penyebutan birth dan berth (tempat berlabuh). Kalau kita punya ternak (cattle) lalu kita juga punya ceret (teko tempat air) yang dalam bahasa Inggris disebut kettle, bagaimana membedakan pengucapannya. Dina, do you have kettle? Jangan-jangan saya dikirain lagi nanya tentang ternaknya. Kadang kita bisa mengetahuinya ketika kata-kata tersebut sudah dimasukkan ke dalam kalimat. Elicit adalah mendapatkan atau mendatangkan, sedangkan illicit adalah haram. Cite artinya menyebutkan atau memuji sedangkan site adalah tempat. Sampah buangan atau pemborosan kita namai waste sedangkan pinggang kita sebut waist. Sama pengucapannya. Coba sebutkan two, to, dan too. Dan tentu saja thru dan true beda artinya. Tapi yang jelas tidak ada arti untuk kata thrue seperti pada foto di bawah ini. Tempat pemajangannya pun keliru!

Beberapa kali saya mendapat sms dari kawan kerja kerja yang pelupanya nggak ketulungan bin pikun luar biasa. Ada saja yang menggelitik di sana. Beberapa kali saya baca kalimat ini “Sorry man! I’m forget.” Maksudnya hendak mengatakan “Maaf, saya lupa” Lalu apa yang keliru pada isi sms itu? Seharusnya di situ tertulis “I Forgot” karena forget adalah kata kerja dan bukan kata sifat. Dan lupa itu selalu adalah past tense. Contoh, “Jasmine, I forgot to read your lovely poem.”

Kadang kita juga amat terlalu dalam mem-prokem-kan bahasa Inggris, tapi bukan Cuma kita semata sih, remaja-remaja keturanan Eropa pun di Amerika sering melakukan hal yang sama. Coba lihat saja berapa banyak yang mengganti kata peace dengan piss? Wah, kalau yang ini sih keterlaluan banget bedanya. Jauh banget artinya dalam bahasa Inggris. Kalau peace artinya damai. Lha kalau piss? Itu sesuatu yang kita buang di toilet. Buang air kecil. Kita menyebutnya air seni, nah itu dia! Water of Art? Ha ha ha.

Ada juga kelucuan lainnya yang saya temui di suatu tempat wisata. Nah lho, kalau sudah dipajang di tempat umum, mbok ya dikoreksi berulang kalilah bahasanya githu lho. Di papan itu terpampang mentereng tulisan Don’t Fishing. Kalimat perintah selalu diawali dengan verb atau adverb, begitu juga dengan kalimat larangan akan selalu diikuti verb setelah kata don’t. Contoh gampangnya: Don’t do this again, Rossi! Bukannya Don’t doing it again, Rossi. Atau pada kalimat Don’t go anywhere, Yayat! Bukannya Don’t going anywhere, Yayat! Tidak usah ada ing-nya. Pada contoh papan larangan di atas tadi, maka lebih tepat adalah Don’t Fish Here.

Bonus: “The” adalah kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. Kemudian hanya ada empat kata dalam bahasa Inggris yang diakhiri dengan suku kata “dous”, yaitu tremendous, horrendous, stupendous, dan hazardous. Huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris adalah huruf “e”, baik dalam penggunaan bahasa Inggris secara umum, dalam karya fiksi dan non-fiksi, jurnalisme, kitab suci, bahkan kode morse sekalipun. “Typewriter” adalah kata terpanjang yang dapat diketik menggunakan huruf-huruf pada satu baris tombol keyboard. Baris ke-empat dari bawah (Baris QWERTY). Huruf “t” adalah konsonan yang paling sering dipakai. ‘Abstemious’ dan ‘Facetious’ adalah dua kata dalam bahasa Inggris yang menggunakan kelima huruf hidup (vocal) secara berurutan (a, e, i, o, u). Tiga kata terpanjang dalam bahasa Inggris adalah Supercalifragilisticexpialidocious (34 huruf) yaitu sesuatu untuk mengatakan ketika Anda tidak mengatakan sesuatu. Hepaticocholangiocholecystenterostomies (39 huruf) Adalah sebuah operasi pembuatan sambungan antara kandung empedu dan saluran hati atau antara usus dan kandung empedu. Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (45 huruf) adalah penyakit paru yang disebabkan karena menghirup debu silika kristalin. Sampai berbusa mulut ini mau mengucapkan kata terpanjang itu ha ha ha!

Terus, masih ada bonusnya? Enak aja! Are you nuts? Capek nulisnya ini dari atas mobil kawan. Gimana kalau bersambung aja yah…? Okie dokie?  Sure you can? Oh, can lah! Lalu sekarang apa? Ya ciao lah! Have a great day guys! (Michael sendow)

Selasa, 04 Oktober 2011

Hati-hati Mengartikan Bahasa Asing.

“Melakukan kekeliruan itu manusiawi.”
“Menunjukkan kepada seseorang bahwa ia keliru adalah hal biasa, namun menyadarkannya akan kebenaran itu adalah luar biasa.”—John Locke.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki saya di Amerika, saya benar-benar terhenyak dan tersadar. Ternyata apa yang selama ini saya kuasai dan yang saya yakini yaitu bahwa kemampuan berbahasa Inggris saya sudah lebih dari cukup, paling tidak di atas rata-rata. Excellent dan mendekati ‘perfect’, ternyata nothing. Semakin saya merasa bahwa saya mengerti dan tahu banyak, semakin sadar saya bahwa lebih banyak yang saya tidak (belum) tahu dan paham.

Pertanyaan pertama yang pernah diajukan teman saya orang Amerika adalah: “Coba kamu sebutkan kalimat pendek dalam Bahasa Inggris yang di dalamnya terkandung semua abjad, A—Z.” Jelas saya bingung. Tak bisa dan tak siap ditodong seperti itu. Tiga hari berlalu, belum sanggup saya membuat kalimat pendek berisi semua abjad. Ia pun memberi tahu saya satu contoh sederhana yang di dalamnya terkandung semua abjad misalnya “A quick brown fox jumps over the lazy dog.” Seekor musang coklat yang gesit melompat di atas anjing yang malas.


Pengertian, penguasaan dan pendalaman kita akan suatu bahasa ternyata sangat penting. Penting bagi pengucap maupun pendengar. Bahkan orang Amerika sendiri banyak yang tidak mengetahui istilah-istilah dalam Bahasa Inggris. Ada kata-kata yang mungkin bagi kita sederhana tapi belum sekali pun pernah mereka dengar. Misalnya teman white people saya yang bingung mengartikan atau memahami kata Coup, Xenophobia dan Wormwood. Adakah yang tahu kata apa yang paling panjang dalam bahasa Inggris? Nah, di bawah ini adalah beberapa kata yang menurut catatan masih merupakan kata terpanjang yang pernah ada sampai saat ini. Honorificabilititudinity, yang ditemukan dalam “Love’s Labor Lost” karya William Shakespeare, babak 5 adegan 1, baris ke-44. Dokter Benson diakui jasanya karena menemukan antidisestablishmentarianism. Pada tulisan kimia maka kita menemukan kata ini Paraoxymentamethoxyallylbenzene. Kata tersebut mengandung 31 huruf!

Belum lagi kata-kata atau ucapan-ucapan yang paradoksal dan juga yang menjebak dan membingungkan dalam arti. Kalau di Minahasa dan Manado ada istilah “Kong kacili jo” artinya, Besar sekali atau gede banget atau sangat besar. “Kong gagah jo” artinya, jelek sekali. “Kong pende jo” artinya, panjang sekali. “Kong sadiki jo” artinya, banyak sekali/sangat banyak. Itu adalah ungkapan-ungkapan paradoksal. Kalau di Amerika ada ungkapan sejenis itu, misalnya mereka mengatakan “bagus” tapi sebenarnya lawan dari kata itulah yang hendak mereka sampaikan. Maksud tersirat dari ungkapan mereka jelas terdengar lewat intonasi dan atau artikulasi pengucapannya. Ini banyak dijumpai seandainya misalnya Anda berbicara kasar atau kotor terhadap seseorang, lalu ada yang mengomentari Anda seperti ini “Nice!” itu artinya justru sebaliknya. Ia lagi menyindir Anda. Atau suatu ketika Anda berbuat kesalahan lalu boss Anda mengatakan “How Wonderful!” Jangan langsung tersenyum bangga dan puas, karena itu artinya ia sementara menyindir Anda, atau menegur dengan keras, dengar tekanan suaranya, pastilah mengandung intimidasi berupa teguran! Atau ketika ia berseru dengan lantangnya “Great!” pada saat kopi hitam Anda tuang ke kemeja putihnya. Hati-hati, “great”nya boss Anda kemungkinan berujung pada termination, bukannya lagi memuji. Saya pernah mendengar karyawan yang dipecat mengucapkan “Thank You” Tapi lafal dan intonasi serta artikulasi pengucapannya langsung di pahami sang Boss. Ia mengerti bahwa anak buahnya sementara mengucapkan “F*** You”. Atasannya itu pun berkata “Hey, it sounds like you f*** me up ha?”

Kalau di Jawa konon apabila dalam kereta api yang penuh jejal penumpang, lalu ada penumpang yang lagi duduk di lantai. Namun tanpa sengaja tiba-tiba ada kaki penumpang lain yang kebetulan lewat dan mengenai wajah yang lagi duduk tersebut. Apa yang dilakukan oleh orang yang mulutnya kena sepatu itu? Bukannya berdiri dan berteriak “Hei! Mata elo kemana sih?” Tapi menurut cerita ia cuma ngedumel sendiri, “E, lha kok sial banget. Dalan sambel kok dadi tumpakan sikil.” Biasanya jadi jalan sambel kok sekarang jadi pijakan kaki. Kalau di Amerika lain, apalagi kalau lagi di daerah Bronx dan Brooklyn, yang ada justru wajah orang yang nginjak itu babak-belur sembari menerima kalimat “Yo’re F****** A** H***!” Di New York telinga saya sampai bosan mendengar kata-kata makian seperti itu. Usia belasan tahun pun fasih lidahnya mengucapkan segala macam jenis makian. Yang bagi kita tabu, bagi mereka lumrah dan biasa. Yang bagi kita terlalu kasar, bagi mereka masih halus. Memang karakter budaya turut membentuk cara kita berbicara dan berbahasa. Tak kelirulah: Bahasamu adalah cerminan dirimu dan hatimu. Mulutmu adalah cerminan karaktermu.

Sekarang mari kita menerobos lebih dalam melihat berbagai keunikan dan “keliru”nya bahasa tersebut. Ketika orang Amerika menyebut Blind Worm itu bukan menunjukkan pada cacing yang buta, atau ada hubungannya dengan kebutaan, tapi artinya adalah seekor cicak dengan dua mata yang menonjol. Atau Glass Snake, itu juga bukan ular yang terbuat dari kaca tapi merupakan seekor jenis lain dari cicak. Lalu apakah jenis binatang bernama Prairie Dog itu? Apakah seekor anjing? Ternyata bukan. Itu adalah binatang pengerat. Bagaimana dengan Titmouse? Ooh, jangan bilang kalau itu tikus, sebab binatang tersebut adalah burung kecil. Anda pernah dengar Lady Bird? Binatang itu bukanlah burung melainkan kumbang. Cuttle Fish juga bukan ikan tapi gurita. Flying Fox bukan musang yang bisa terbang, ia sesungguhnya adalah kelelawar besar.

Suatu hari saya pernah ditawarin Beef Tea lewat HP oleh seorang teman, saya pikir-pikir kok belum pernah rasanya saya mencicipi teh dari sapi atau teh rasa daging sapi? Ooh ternyata kembali keliru, maksudnya Beef Tea adalah ekstrak daging sapi. Bukan teh manis rasa sapi!

Kalau Anda kebetulan belanja di berbagai toko atau supermarket di New York dan New Jersey seperti Shoprite, Wallmart, Target, Macy’s, Wallgreens, Pathmark, Home Depot, dan masih banyak lagi, jangan bingung kalau Anda melihat bebrapa item seperti ini: Kid Gloves, itu bukan berarti sarung tangannya lagi beranak atau mempunyai anak. Kid Gloves adalah sarung tangan yang terbuat dari kulit anak domba. Ada juga barang yang dijual bernama Panama Hat, ternyata topi itu bukan dibuat di Panama melainkan di Ekuador. French Beans? Bukan dari Perancis tapi dari India. Pickaxe bukan kapak melainkan beliung. Camel Hair Brush ternyata tidak terbuat dari rambut onta tapi dari rambut tupai. Coffee Berry bukanlah buah Berry tapi suatu bibit tanaman. Steel Yard bukanlah halaman dan bukan juga baja melainkan sebuah regulator atau timbangan

Cara dan kemampuan kita menangkap dan memahami suatu bahasa akan menentukan langkah berikut, atau apa yang akan terjadi berikutnya. Dalam suatu meeting, atasan saya pernah mengatakan “How many percent of scrap is our goal?” Ada seorang kawan dari Afrika mengartikannya salah, ia mendengar kalimat itu sebagai “How many percent of crap is our gold?” Lucu dan menggeletik. Kalimat itu menjadi tidak masuk akal, tapi ia memang mengira kalimat itu berbunyi demikian. Sampai keringetan kawan saya dipelototin big boss.

Seperi juga kisah nyata di tahun 1851, ketika kudeta Napoleon III, salah seorang ajudannya melaporkan bahwa orang banyak sedang menyerang. Nah, sang Pengawal Kerajaan, Count de St. Arnauld, yang baru saja terserang batuk dan mengalami batuk-batuk berseru “ma sacree toux!” artinya batuk sialan!. Rupa-rupanya sang ajudan keliru menangkapnya sebagai “massacrez tous” artinya bantai semua orang! Maka diberikanlah perintah untuk menembak hingga ribuan nyawa pun melayang. Memahami betul dan memaknai secara benar suatu bahasa ternyata sangat penting. Lebih baik untuk tidak cepat-cepat merespon sesuatu yang kita belum pahami atau mengerti benar.

Mengakhiri tulisan ini, saya paling doyan makan di berbagai restoran yang ada di state. Banyak jenis dan ragamnya. Saya sudah pernah mencoba restoran dari banyak negara. Korea, Vietnam, China, Perancis, Thailand, Malaysia, Jepang, Italy, Meksiko, Pakistan, India, Indonesia dan banyak lagi. Semuanya berbeda. Tapi mereka semua memiliki satu kesamaan. Setiap habis makan kita harus memberikan TIP. Beda dengan di Indonesia. Di New York (Amerika) TIP adalah keharusan. Anda makan tidak memberi TIP siap-siap untuk diteriakin. Bahkan ada restoran yang sudah menentukan berapa yang harus Anda berikan. Tapi saya ragu para pelayan rumah-rumah makan tersebut mengerti benar apa artinya TIP. Saya pernah bilang, kalian jangan hanya mau enaknya doang nerima TIP tapi pelayanan nggak becus. Di salah satu rumah makan Vietnam, saya memesan air putih, sampai makanan sudah mau habis tapi air putihnya tidak datang-datang, padahal rumah makannya lagi sepi. Mungkin mereka belum tahu bahwa TIP ternyata berasal dari singkatan To Insure Promptness. (Untuk memastikan pelayanan yang segera). Bukannya kita sudah ngasih TIP, eeh besoknya pelayanan tambah jelek dan lamban!
***
Not all people who speak a language speak it the same way. A language can be subdivided into many dialects which each vary in some way from the parent language. The term accent is often confused with dialect, but an accent refers only to the way words are pronounced, while a dialect has its own grammar, vocabulary, syntax, and common expressions, as well as pronunciation rules that make it unique from other dialects of the same language.—(A Dialect Map of American English)
***
“Masalah sebagian besar orang bukanlah ketidaktahuan mereka, melainkan kecenderungan mereka untuk mengetahui demikian banyak hal yang tidak benar.”—Josh Billings.
Michael Sendow.

Selasa, 31 Mei 2011

Kendala Bahasa Inggris dan American Slang



Kalau suatu saat punya kesempatan jalan-jalan ke Amerika, atau berbicara dengan native speaker asal Amerika jangan sampai salah mengartikan apa yang mereka ucapkan. Kebanyakan orang Amerika kota sering menggunakan slang atau juga kata-kata plesetan yang bukan ungkapan resmi. Bahkan ada kata-kata yang sama sekali tidak akan ditemukan di kamus.

Banyak kisah unik ketika berbicara dengan mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang padat atau pun juga mereka yang tinggal di desa yang sangat terpencil. Dialek juga kadang terasa membingungkan, orang selatan menyebut kata “park” dengan mereka yang dari utara Amerika sangat berbeda terdengarnya. Sengaunya kadang membingungkan para pendatang yang tidak terbiasa mendengarnya. Jangankan pendatang (turis), yang penduduk asli Amerika saja kadang bingung. Misalnya cara bicara orang dari provinsi (state) Rhode Island (RI) dan Texas untuk kata-kata tertentu sulit dimengerti oleh mereka yang tinggal misalnya di New York dan NJ.



Tapi seorang yang pendatang pun bisa saja menjadi fasih berbahasa Inggris setelah lama bergaul dan akhirnya bisa terpakai di senate, congress, maupun organisasi kepemerintahan lainnya. Ambil contoh seorang Immigrant asal Chile yang sebenarnya datang ke Amerika hanya untuk studi arsitektur di Columbia University. Akhirnya justru ia terpilih sebagai chairman dari sebuah organisasi bernama U.S.English selama 13 tahun. Organisasi U.S.English adalah salah satu organisasi yang tertua dan terbesar yang berjuang untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi pemerintahan di tingkat federal dan state.

Organisasi ini menilai, sekarang yang ada justru orang-orang Amerika “dipaksa” untuk mempelajari bahasa dari para Immigrant (pendatang) dan bukan sebaliknya, para pendatang harus menguasai bahasa Inggris. Lihat saja perusahaan-perusahaan sekarang banyak yang menerima pegawai asalkan mereka menguasai bahasa Spanyol (Spanish), bahasa China (Chinese), bahasa Italy (Italian) dan masih banyak lagi.

Menurut US sensus bahwa ada sekitar 21.3 juta orang Amerika (termasuk immigrant yang sudah menjadi warga negara) atau sekitar 8.1 percent dari total jumlah penduduk Amerika yang tidak dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik, termasuk 11 juta orang yang sangat buruk atau bahkan buta sama sekali. Itulah juga mengapa perusahaan-perusahaan besar yang banyak mempekerjakan banyak Immigrant merasa kesulitan. Mereka mengatakannya sebagai “language barriers”. Komunikasi pun sering tidak nyambung, kinerja menurun, produktifitas menurun. Padahal di satu sisi para immigrant terkenal dengan kegigihan dan keuletannya dalam bekerja. Bahkan Presiden Obama dalam suatu pidato televisi pernah mengatakan bahwa pekerja dari China, Filipina dan Indonesia adalah contoh pekerja-pekerja yang sangat rajin di Amerika ini.

Kembali ke masalah kendala bahasa. Belum lagi para pendatang menguasai bahasa Inggris secara sempurna, mereka sudah diperhadapkan dengan berbagai bentuk bahasa prokem atau plesetan, bahasa gaul dan American Slang yang semakin sering digunakan oleh native speaker.

Mari kita lihat beberapa ungkapan pembicaran para native speaker yang bisa membingungkan pendatang. “Go ahead, but make it snappy, okay ?” Ternyata maksudnya mereka ingin kita melakukan sesuatu itu dengan sangat segera (to do something immediately dan to do it quickly).

“You are obviously out of my league”. Apa maksudnya yah? Oh ternyata maksudnya terlalu hebat untuk dikalahkan. Atau bahasa bekennya. “Nggak level”.
“You are such a party pooper”. Kok party pooper sih? Ternyata maksudnya seseorang yang mengacaukan kesenangan atau aktivitas tertentu. Contoh ketika saya tidak mendukung demonstrasi di kampus, maka saya disebut sebagai “party pooper”.

Suatu ketika ada teman saya yang curhat, ia bilang “I was a total wreck” Wah, makanan apa pula itu? Ternyata artinya, teman saya mau bilang bahwa ia sangat down, stress berat, frustasi baik secara fisik maupun mental. Betul-betul sedang down pada saat itu. Di kesempatan lain ia mengejek berulangkali pakaian yang saya pakai dengan mengatakan “I don’t like any of those dresses, they’re really tacky. Maksudnya kualitas murahan dan stylenya jelek (cheap quality and in bad style)

Ketika lagi asyik-asyiknya berbicara sangat cepat dan tanpa hentinya di ruang rapat, saya di bilang “Mike is talking a blue streak” (talk quickly and without stopping) . Lalu saya diperingati “Pssssssssttttt, HRD brought two big guns to the meeting… so quite!” Waduh, ada yang bawa senjata besar di meeting kita ini? Ternyata “big guns” artinya orang-orang yang sangat penting atau sangat powerful.

Ada lagi slang yang mengatakan “Go Postal”. Padahal postal itu sudah pasti berhubungan dengan kantor post atau surat menyurat. Lalu apa maksudnya?

Definisi dari Go postal:

To lose control and act violently; to be filled with rage and fury; to break under pressure and harm others. Orang yang hilang control, ada dendam dan amarah yang amat sangat, lalu akhirnya mengancam keselamatan orang lain.

Contoh dalam kalimat:

Mike looks awfully upset. I hope he doesn’t go postal and kill us all!

Etymology:

Beberapa tahun yang lalu, sejumlah pengantar surat-surat pos “menjadi gila” dan menembak beberapa teman mereka sendiri yang sama-sama petugas pos. Di Amerika petugas yang mengantar surat-surat pos disebut mailman atau postman.

Synonyms: go nuts = menjadi sinting nggak karu-karuan.

Beberapa contoh lain yang juga sering dijumpai:

My closest friend is a real airhead. Lho kok airhead sih? Apa itu airhead? Artinya Stupid Person.

My friend barfed all over the seat of the airplane. Artinya vomited (muntah).

This town is really an armpit artinya undesirable place.

Your ideas about politics are all wet artinya bukan basah kuyup melainkan completely wrong (sama sekali salah)

Sepupu saya pernah disemprot bossnya sambil berteriak “If you make another boo-boo like that, you won’t have a job.” Sepupu saya jadi bingung mau dipecat karena boo-boo? Yang ia tau cuma majalah bobo bukan boo-boo! Ternyata yang dimaksud boo-boo adalah MISTAKES (kesalahan-kesalahan)

Sepupu saya beberapa hari kemudian akhirnya menjadi flipped out ketika mendengar bahwa dia ternyata dipecat juga. Flipped out = lost control (kehilangan kontrol). Tapi saya tenangin dia sembari bilang I have a gig for you on Saturday night from 7:00 to 10:00. Apa itu gig? Gig adalah Job (kerjaan)!

You are always acting goofy these days! Goofy = silly = dikit bego = agak bodoh = dodol!

This job is pure gravy = easy money (kerjaan gampang). That was a hairy plane trip. But now I am glad the storm is over. “hairy” dalam hal ini bukan artinya “penuh rambut” tapi “dangerous”.

Kalau kebetulan ditanya petugas imigrasi dan jawaban kita ngawur lalu si petugas imigrasi sudah ngomong begini “You jerking me around!” Itu artinya ia mau bilang “You are wasting my time and causing me trouble!” Cuma buang-buang waktunya dan bikin masalah buat dia dengan jawaban kita yang ngawur nggak karu-karuan.

Kalau kebetulan kita tinggal di lingkungan apartemen yang orang-orangnya kebanyakan white people, lalu mendengar sesama mereka ngomong “Watch out for all the kooks in this neighborhood. Maksud kooks adalam hal ini adalah strange people (orang asing/tak dikenal). Oleh karena itu kita usahakan not to make waves around the apartement. Make waves = cause trouble (bikin masalah/bikin kekacauan). Karena masih ada saja yang menganggap bahwa orang asing itu sebagai a pain in the neck = annoying / mengganggu.

Cukuplah bincang-bincang kita kali ini, mumpung baru saja selesai gawe, perut keroncongan banget, maka saya permisi sebentar yah. I’m gonna go to the restaurant and pig out. Ada yang tau apa itu pig out? Itu lho…artinya makan banyak!

Baca Juga:
Dari Kompasiana

Unik dan Lucu

Michael Sendow