VIVAnews - Mendengar seseorang mengalami alergi makanan, alergi udara dingin, atau alergi debu, sudah sangat biasa. Lantas, bagaimana jika seseorang mengalami alergi terhadap sperma?
Julie Boyd, 26, seorang warga Pennsylvania, merasakan sakit luar biasa pada organ intim usai bersetubuh dengan suaminya, Mike, 27. "Rasanya seperti tertusuk-tusuk jarum dan seperti terbakar," kata Julie seperti dikutip dari laman Genius Beauty.
Peristiwa itu dialami Julie pada malam pertama pernikahan mereka. Selama dua tahun menjalin hubungan pacaran, keduanya sesungguhnya sudah sering melakukan hubungan intim. Tapi persetubuhan selama pacaran dilakukan dengan kondom sehingga sperma tak pernah menyentuh organ intim Julie.
Dalam pemeriksaan media, Julie diagnosa menderita Seminal Plasma Hypersensitivity. Dokter Andrew Goldstein dari Universitas Cincinnati mengatakan, penyakit ini merespons sperma sebagai protein asing. Reaksinya sama seperti alergi kacang yang dapat mengakibatkan peradangan ujung syaraf.
Penyakit itu bisa dilawan dengan serum antialergi sperma. Namun, sayangnya, serum yang diberikan dokter tak mampu melawan penyakit Julie.
Seminal Plasma Hypersensitivity merupakan penyakit yang tidak lazim. Penyakit ini seringkali berdampak pada sulitnya pasangan memiliki momongan. Para penderita penyakit ini biasanya menggunakan tekonologi bantuan reproduksi untuk mendapatkan keturunan.
Kamis, 26 November 2009
"GODFATHER SPAM" DIVONIS PENGADILAN AMERIKA
Berita harian kompas,melaporkan dari washington-amerika,seorang pelaku penyebaran spam bernama Alan Ralsky (64) yang menjuluki dirinya sebagai "Godfather of Spam" divonis penjara 51 bulan dan denda 250.000 dollar AS. Ia terbukti secara bersama-sama melakukan konspirasi untuk melakukan kegiatan spamming yang merugikan dan menggunakan cara-cara ilegal.
Ralsky merupakan salah satu spammer kawakan yang memelopori pemanfaatan botnet atau malware yang ditanam di berbagai jaringan komputer untuk menyebarkan spam. Ini adalah cara yang paling ampuh untuk menyebarkan spam namun tak jarang menyebabkan kerugian besar bagi para pengguna internet karena informasi yang disebarkan berisi penipuan.
"Dengan hukuman yang dijatuhkan hari ini kepada orang yang mengaku dirinya sebagai Godfather of Spam, Alan Ralsky, dan tiga orang lainnya yang menjadi pelaku utama spam kompleks dengan skema penawaran saham secara "pump and dump", pengadilan memastikan bahwa pencurian dengan menyalahgunakan internet akan berakhir hukuman beberapa tahun di penjara," demikian pernyataan Terrence Berg, jaksa Distrik Timur Michigan dalam pernyataannya seperti dilansir PC World.
Dalam aksinya, komplotan Ralsky yang dibantu tiga orang mengirimkan email untuk mempromosikan saham abal-abal tapi dengan iming-iming besar dengan informasi palsu. Saat harganya menanjak, saham akan dilepas dengan harga tinggi lalu dibiarkan jatuh. Email spam itu dikirim dengan jaringan botnet yang tersebar di mana-mana sehingga sulit dideteksi asalnya. Pengirim spam juga memalsukan header email, poxy komputer, domain name, dan membuat iklan palsu. Perbuatan Ralsky dan komplotannya diendus pertama kali oleh Microsoft's Internet Safety Enforcement Team pada tahun 2004.
Ralsky merupakan salah satu spammer kawakan yang memelopori pemanfaatan botnet atau malware yang ditanam di berbagai jaringan komputer untuk menyebarkan spam. Ini adalah cara yang paling ampuh untuk menyebarkan spam namun tak jarang menyebabkan kerugian besar bagi para pengguna internet karena informasi yang disebarkan berisi penipuan.
"Dengan hukuman yang dijatuhkan hari ini kepada orang yang mengaku dirinya sebagai Godfather of Spam, Alan Ralsky, dan tiga orang lainnya yang menjadi pelaku utama spam kompleks dengan skema penawaran saham secara "pump and dump", pengadilan memastikan bahwa pencurian dengan menyalahgunakan internet akan berakhir hukuman beberapa tahun di penjara," demikian pernyataan Terrence Berg, jaksa Distrik Timur Michigan dalam pernyataannya seperti dilansir PC World.
Dalam aksinya, komplotan Ralsky yang dibantu tiga orang mengirimkan email untuk mempromosikan saham abal-abal tapi dengan iming-iming besar dengan informasi palsu. Saat harganya menanjak, saham akan dilepas dengan harga tinggi lalu dibiarkan jatuh. Email spam itu dikirim dengan jaringan botnet yang tersebar di mana-mana sehingga sulit dideteksi asalnya. Pengirim spam juga memalsukan header email, poxy komputer, domain name, dan membuat iklan palsu. Perbuatan Ralsky dan komplotannya diendus pertama kali oleh Microsoft's Internet Safety Enforcement Team pada tahun 2004.
SAUDARA OBAMA SEORANG RABBI YAHUDI
WASHINGTON – Sementara Barack Obama berjuang untuk meraih simpati dari Yahudi, ternyata salah satu dari saudara sepupu istrinya adalah seorang rabbi paling berpengaruh di negara tersebut – sebuah fakta yang banyak terlewat.
Michelle Obama, istri dari presiden Obama, dan Rabbi Capers Funnye, pemimpin spiritual dari sinagog hitam daerah Selatan Chicago, adalah saudara sepupu pertama. Ibu Funnye, Verdelle Robinson Funnye (terlahir dengan nama Verdelle Robinson) dan kakek kandung Michelle Obama, Frasier Robinson Jr., adalah kakak dan adik.
Funne (baca: fuh-NAY) adalah rabbi kepala dari Kongres Ibrani Beth Shalom B’nai Zaken Ethiopia di daerah Barat daya Chicago. Dia dikenal di kalangan Yahudi sebagai jembatan atas Yahudi mayoritas dengan minoritas, dan terpisah secara luas, dunia dari kongregasi Yahudi kulit hitam, dikenal sebagai Ibrani hitam atau Israelites. Dia memperjuangkan komunitas Yahudi yang lebih besar untuk mau menerima Yahudi kulit hitam.
Saudara dekat Funnye yang paling terkenal memberikan kejutan kepada hubungannya dengan Barack Obama dan Yahudi dalam kampanye presidensial. Di satu sisi, pengorganisir politik Yahudi, para pemilih dan pendonor melakukan peran penting dalam pencapaian kekuasaan Obama di Chicago, termasuk keluarga paling berpengaruh dan kaya di kota tersabut. Namun, senator Illnois telah berjuang untuk membuang kecurigaan diantara komunitas Yahudi, termasuk skeptisme mengenai posisinya terhadap Israel dan rumor bahwa dia sebenarnya adalah seorang muslim.
Funnye yang menggambarkan dirinya sebagai seorang yang independen, menyatakan bahwa dia tidak terlibat dengan kampanye Obama namun telah mendonasikan sejumlah uang.
“Aku tahu bahwa kakeknya dan ayahnya dan ibuku dan semua saudara kami yang telah meninggal akan sangat bangga kepada mereka berdua,” Funnye kepada the Forward.
Michelle Obama dan kampanye Obama tidak merespon komentar tersebut.
Funnye menyatakan the Forward bahwa dia telah mengenal Michelle Obama (terlahir dengan nama Michelle Robinson) selama hidupnya. Ayah dan ibunya, Frasier Robinson III, mempunyai hubungan yang sangat dekat, dan Funnye menyatakan bahwa dia melihat Michelle beberapa kali dalam setahun ketika mereka sedang beranjak dewasa, kebanyakan dalam pertemuan dan kunjungan keluarga.
“Ayahnya seperti perekat dalam keluarga kami,” menurut Funnye. ”Dia selalu mengusahakan agar keluarga kami terus berhubungan.”
Funnye, 56, menyatakan bahwa Michelle, 44, tidak terlalu dekat dengannya, namun dia mengingat Michelle sebagai anak yang “enerjetik dan penuh kepedulian.”
Mereka berdua terpisah ketika dewasa namun kembali berhubungan ketika Michelle bekerja di universitas Chicago dan Funnye memimpin organisasi pelayanan sosial yang bernama Blue Gargoyle. Funnye juga bekerja dengan Barrack Obama, yang kemudian menjadi senator, yang pernah menjadi pembicara dalam acara organisasi tersebut. Ketika Barackdan Michelle menikah, Funnye dan keluarganya menghadiri pesta pernikahannya.
Meskipun kongregasi Funnye mendeskripsikan dia sebagai Ibrani Ethiopia, dia tidak berhubungan dengan Yahudi Ethiopia, yang sering disebut Israel Beta, yang bermigrasi ke Israel secara besar besaran dalam dekade ini. Mereka juga terpisah dengan Ibrani Hitam di Dimona, Israel, dan kelompok supremasi Ibrani hitam Israel yang sering memberikan pidato di beberapa negara bagian di Amerika.
Funnye berpindah ke Yahudi dan diangkat sebagai Rabbi di bawah pengawasan rabbi hitam Israel, kemudian melewati konversi lainnya dengan rabbi ortodok dan konservatif. Dia bekerja di Dewan Rabbi Chicago.
Hubungan Funnye dengan keluarga Obama telah dilaporkan oleh koran Chicago Jewish News dalam sebuah artikel tertanggal 22 Agustus. Artikel Wall Street Journal pada bulan April melaporkan bahwa ibu negara mempunyai sepupu (yang salah ditulis koran tersebut sebagai sepupu kedua) seorang rabbi kulit hitam namun tidak menyebutkan nama Funnye.
Hubungan keluarga rabbi tersebut dengan sang Presiden juga merupakan permasalahan dalam sinagog Funnye.
“Dia benar benar mencuat ke permukaan setelah konvensi tahun 2004,” menurut Funnye. ”hal itu ketika orang orang berkata, ’bukankah dia mempunyai hubungan denganmu?’saya berkata, ’ ya, dia menikah dengan sepupuku, dan dia ikut mendukung Obama hingga menjadi seperti sekarang.”
Michelle Obama, istri dari presiden Obama, dan Rabbi Capers Funnye, pemimpin spiritual dari sinagog hitam daerah Selatan Chicago, adalah saudara sepupu pertama. Ibu Funnye, Verdelle Robinson Funnye (terlahir dengan nama Verdelle Robinson) dan kakek kandung Michelle Obama, Frasier Robinson Jr., adalah kakak dan adik.
Funne (baca: fuh-NAY) adalah rabbi kepala dari Kongres Ibrani Beth Shalom B’nai Zaken Ethiopia di daerah Barat daya Chicago. Dia dikenal di kalangan Yahudi sebagai jembatan atas Yahudi mayoritas dengan minoritas, dan terpisah secara luas, dunia dari kongregasi Yahudi kulit hitam, dikenal sebagai Ibrani hitam atau Israelites. Dia memperjuangkan komunitas Yahudi yang lebih besar untuk mau menerima Yahudi kulit hitam.
Saudara dekat Funnye yang paling terkenal memberikan kejutan kepada hubungannya dengan Barack Obama dan Yahudi dalam kampanye presidensial. Di satu sisi, pengorganisir politik Yahudi, para pemilih dan pendonor melakukan peran penting dalam pencapaian kekuasaan Obama di Chicago, termasuk keluarga paling berpengaruh dan kaya di kota tersabut. Namun, senator Illnois telah berjuang untuk membuang kecurigaan diantara komunitas Yahudi, termasuk skeptisme mengenai posisinya terhadap Israel dan rumor bahwa dia sebenarnya adalah seorang muslim.
Funnye yang menggambarkan dirinya sebagai seorang yang independen, menyatakan bahwa dia tidak terlibat dengan kampanye Obama namun telah mendonasikan sejumlah uang.
“Aku tahu bahwa kakeknya dan ayahnya dan ibuku dan semua saudara kami yang telah meninggal akan sangat bangga kepada mereka berdua,” Funnye kepada the Forward.
Michelle Obama dan kampanye Obama tidak merespon komentar tersebut.
Funnye menyatakan the Forward bahwa dia telah mengenal Michelle Obama (terlahir dengan nama Michelle Robinson) selama hidupnya. Ayah dan ibunya, Frasier Robinson III, mempunyai hubungan yang sangat dekat, dan Funnye menyatakan bahwa dia melihat Michelle beberapa kali dalam setahun ketika mereka sedang beranjak dewasa, kebanyakan dalam pertemuan dan kunjungan keluarga.
“Ayahnya seperti perekat dalam keluarga kami,” menurut Funnye. ”Dia selalu mengusahakan agar keluarga kami terus berhubungan.”
Funnye, 56, menyatakan bahwa Michelle, 44, tidak terlalu dekat dengannya, namun dia mengingat Michelle sebagai anak yang “enerjetik dan penuh kepedulian.”
Mereka berdua terpisah ketika dewasa namun kembali berhubungan ketika Michelle bekerja di universitas Chicago dan Funnye memimpin organisasi pelayanan sosial yang bernama Blue Gargoyle. Funnye juga bekerja dengan Barrack Obama, yang kemudian menjadi senator, yang pernah menjadi pembicara dalam acara organisasi tersebut. Ketika Barackdan Michelle menikah, Funnye dan keluarganya menghadiri pesta pernikahannya.
Meskipun kongregasi Funnye mendeskripsikan dia sebagai Ibrani Ethiopia, dia tidak berhubungan dengan Yahudi Ethiopia, yang sering disebut Israel Beta, yang bermigrasi ke Israel secara besar besaran dalam dekade ini. Mereka juga terpisah dengan Ibrani Hitam di Dimona, Israel, dan kelompok supremasi Ibrani hitam Israel yang sering memberikan pidato di beberapa negara bagian di Amerika.
Funnye berpindah ke Yahudi dan diangkat sebagai Rabbi di bawah pengawasan rabbi hitam Israel, kemudian melewati konversi lainnya dengan rabbi ortodok dan konservatif. Dia bekerja di Dewan Rabbi Chicago.
Hubungan Funnye dengan keluarga Obama telah dilaporkan oleh koran Chicago Jewish News dalam sebuah artikel tertanggal 22 Agustus. Artikel Wall Street Journal pada bulan April melaporkan bahwa ibu negara mempunyai sepupu (yang salah ditulis koran tersebut sebagai sepupu kedua) seorang rabbi kulit hitam namun tidak menyebutkan nama Funnye.
Hubungan keluarga rabbi tersebut dengan sang Presiden juga merupakan permasalahan dalam sinagog Funnye.
“Dia benar benar mencuat ke permukaan setelah konvensi tahun 2004,” menurut Funnye. ”hal itu ketika orang orang berkata, ’bukankah dia mempunyai hubungan denganmu?’saya berkata, ’ ya, dia menikah dengan sepupuku, dan dia ikut mendukung Obama hingga menjadi seperti sekarang.”
FAKTA TRINITAS MENURUT MUALLAF
Dogma yaag terbesar dalam Agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik adalah
tentang: TRINITAS. Kepadanya semua ajaran dan dogma yang ditetapkan kemudian tergantung.
Yang dimaksud dengan Trinitas ialah suatu kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu
dalam tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Putera (anak) yaitu Yesus Kristus
dan Roh Kudus.
Dogma tentang Trinitas baru dirumuskan dalam abad ke IV dalam suatu Konsili
di Nicea. Konsili itu diikuti oleh para Uskup, Theolog kenamaan dan banyak
Sarjana Gereja. Keputusan Konsili itu dirumuskan dalam 12 Sahadat para Rasul,
di mana dirumuskan bahwa ketiga pribadi dalam Allah yang satu itu adalah
sejajar, walaupun digunakan istilah Bapa dan Anak; Dalam doa litani Umat
Katolik sebutan Trinitas dirumuskan dengan kata-kata: “Allah Tritunggal Kudus
Tuhan Yang Maha Esa.”
Rumusan Konsili Nicea abad ke IV tentang TRINITAS itu mendasarkan pada ucapan
Yesus Kristus sendiri dalam Injil Mateus 28: 19 “Karena itu pergilah, jadikan
semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus “
Tetapi apakah benar bahwa ucapan Yesus itu dimaksudkan oleh Yesus sendiri
untuk mengajar bahwa dalam Allah yang Esa itu terdapat tiga pribadi, sebab
Yesus sendiri secara explicit tidak pernah mengatakan hal itu.
Apakah pengakuan orang Kristen tentang Allah tidak bertentangan dengan
Ke-ESA-an Allah itu sendiri? Umat Eristen sendiri sulit untuk menjelaskannya;
karena itu mereka selalu melarikan diri pada jawaban: misteri Tuhan yang
sulit diungkapkan.” Bahkan untuk memperkuat jawaban itu, mereka selalu
menceriterakan kisah Agustinus, Uskup Hipo yang juga pernah mengalami
kebimbangan tentang TRINITAS. Untuk memecahkan hal itu Uskup Agustinus
berjalan-jalan di tepi laut. Di situ Agustinus bertemu dengan seorang anak
kecil yang sedang membuat sumur-sumuran dengan menggali pasir di tepi laut
itu. Uskup Hipo itu bertanya: “Untuk apakah sumur-sumur itu, nak?” Anak itu
menjawab, “Saya akan memasukkan semua air laut ke dalam sumur ini.”
Akhirnya, Agustinus mengambil kesimpulan, misteri Tuhan adalah begitu luas
seperti luasnya samudera yang tak kelihatan tepinya; sedang otak manusia
hanya terbatas seperti sumur-sumuran yang dibuat oleh anak kecil
itu. Jadi tidak mungkin kita dapat mengerti dengan jelas misteri Allah; oleh
karena itu walaupun Trinitas merupakan
hal yang sulit, terimalah saja seperti itu, Marilah kita membuka halaman
pertama dari Al-Kitab, pada Kitab Kejadian (Genesis = Purwaning Dumadi) pada
pasal yang pertama.
Pada Kejadian 1:26, kita baca: Berfirmanlah Allah:
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita “
Dalam anak ayat yang sependek itu kita menjumpai 2 kata “kita,” sebagai
kataganti untuk Allah. Bukankah dengan kata “kita” terkandung pengertian ada
lebih dari satu Allah? Mungkinkah kataganti untuk Allah memang dipakai kata
“kita”? Tetapi kalau kita membuka lebih lanjut pada Kejadian 1:29 kita baca :
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, AKU memberikan kepadamu.” Mengapa di sini
dipakai kata AKU untuk ganti Allah? Bukankah dengan melihat kenyataan ini
kita bisa menarik kesimpulan bahwa memang sungguh ada lebih dari satu Allah?
Sekarang yang hendak kita persoalkan ialah Sabda Yesus pada Injil Mateus 28:
19; siapakah sebetulnya Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti sabda Yesus dalam
Mateus 28: 19? Sering orang Kristen mengatakan bahwa pengertian Umat Islam
tentang Allah masih kurang lengkap, sebab orang Islam hanya mengenal Allah
Bapa saja. Baiklah, kita setuju saja dengan mereka bahwa yang kita imani
sebagai Allah adalah Allah Bapa seperti yang diimani oleh orang Kristen,
tetapi siapakah anak dan siapakah Roh Kudus?
Kalau kita membaca seluruh isi Perjanjian Lama, maka semua Nabi dan orang
Kudus pada waktu itu disebut sebagai Anak Allah. Bahkan oleh Yesus sebutan
“Anak Allah” itu diperluas bagi mereka yang membawa damai. Dalam kotbah di
bukit yang kemudian terkenal dengan Delapan Sabda Bahagia Yesus bersabda:
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak
Allah” (Mateus 5: 9).
Jadi jelas bahwa sebutan Anak Allah bukan monopoli pribadi Yesus sendiri,
tetapi untuk semua Nabi dan mereka yang membawa damai, Yesus sendiri dalam
Mateus 6:9 mengajar murid-murid-NYA sebuah doa yang kemudian menjadi terkenal
dengan sebutan: “DOA BAPA KAMI.” Dalam doa itu Yesus mengajar kepada kita
agar menyebut “Bapa” kepada Allah yang ada di Surga. Hal ini nyata juga kalau
kita perhatikan sabda Yesus pada Mateus 15: 13. Jawab Yesus: “Setiap tanaman
yang ditanam Bapa-Ku” Dalam ayat itu Yesus menyebut Allah dengan perkataan
Bapa-KU, sedang di ayat lain Yesus menyebut Allah dengan perkataan Bapa-mu
(Mateus 10:20). Yesus sendiri rupanya lebih senang dengan predikat “Anak
manusia.” (Periksalah Injil Mateus pasal 16 keseluruhan).
Sekarang siapakah Roh Kudus itu? Untuk itu Yesus menjelaskan sebagai berikut:
“AKU (Yesus) akan minta kepada Bapa, dan IA akan memberikan kepadamu seorang
Ponolong yang lain, supaya IA menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran (Injil
Yohanes 14: 16). Jadi Penolong yang akan datang adalah seorang (tentunya
seorang manusia). Sedang sesuatu disebut Roh ialah jika ia sudah mati atau
belum lahir. Jadi jelaslah bahwa Penolong yang dijanjikan Yesus adalah
seorang yang belum lahir. Siapakah dia? Mungkinkah Paulus? Baiklah, hal ini
akan kita tinjau lebih lanjut.
Bila kembali kepada ucapan Yesus pada Mateus 28: 19: “, dan baptislah mereka
dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, “ Apakah artinya baptis? Orang
Yahudi mempunyai kepercayaan bahwa Allah akan menyelamatkan setiap manusia.
Tetapi dari fihak manusia ada yang menerima penyelamatan dari Allah dan ada
yang tidak mau. Mereka yang mau menerima penyelamatan itu diharuskan
bertobat, dan sebagai tanda tobat mereka dibaptis. Upacara baptis biasanya
dilakukan di sungai dengan mencelupkan kepala mereka ke dalam air. Upacara
baptis sekarang diteruskan oleh semua Gereja Kristen dan Katolik sebagai
lambang penerimaan mereka akan iman Kristen, hanya caranya yang berbeda. Ada
Gereja yang membaptis dengan betul-betul mencelupkan kepala calon baptis di
sebuah sungai, ada yang hanya mencucurkan air pada salah satu bagian tubuh
yang biasanya adalah kepala.
Upacara baptis itu kemudian diakui sebagai Sakramen.
(Sakramen = setiap ucapan dan perbuatan Yesus yang mendatangkan Rahmat). Jadi
dapatlah disimpulkan bahwa baptis ialah tanda bahwa manusia itu telah
diselamatkan, karena menurut kepercayaan umat Kristen pada waktu sekarang
dibaptis (= dipermandikan) semua dosanya dihapus.
Jadi ucapan Yesus dalam Mateus 28: 19: “ dan baptislah mereka dengan nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dapatlah diartikan, “ selamatkanlah mereka
dengan nama (ajaran) Allah dan seorang nabi dan lebih-lebih ajaran seorang
penolong yang datang sesudah Yesus.”
Tetapi siapakah “Penolong yang datang sesudah Yesus?”
Pauluskah? Karena Paulus adalah seorang pembaharu yang datang sesudah Yesus.
tentang: TRINITAS. Kepadanya semua ajaran dan dogma yang ditetapkan kemudian tergantung.
Yang dimaksud dengan Trinitas ialah suatu kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu
dalam tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Putera (anak) yaitu Yesus Kristus
dan Roh Kudus.
Dogma tentang Trinitas baru dirumuskan dalam abad ke IV dalam suatu Konsili
di Nicea. Konsili itu diikuti oleh para Uskup, Theolog kenamaan dan banyak
Sarjana Gereja. Keputusan Konsili itu dirumuskan dalam 12 Sahadat para Rasul,
di mana dirumuskan bahwa ketiga pribadi dalam Allah yang satu itu adalah
sejajar, walaupun digunakan istilah Bapa dan Anak; Dalam doa litani Umat
Katolik sebutan Trinitas dirumuskan dengan kata-kata: “Allah Tritunggal Kudus
Tuhan Yang Maha Esa.”
Rumusan Konsili Nicea abad ke IV tentang TRINITAS itu mendasarkan pada ucapan
Yesus Kristus sendiri dalam Injil Mateus 28: 19 “Karena itu pergilah, jadikan
semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus “
Tetapi apakah benar bahwa ucapan Yesus itu dimaksudkan oleh Yesus sendiri
untuk mengajar bahwa dalam Allah yang Esa itu terdapat tiga pribadi, sebab
Yesus sendiri secara explicit tidak pernah mengatakan hal itu.
Apakah pengakuan orang Kristen tentang Allah tidak bertentangan dengan
Ke-ESA-an Allah itu sendiri? Umat Eristen sendiri sulit untuk menjelaskannya;
karena itu mereka selalu melarikan diri pada jawaban: misteri Tuhan yang
sulit diungkapkan.” Bahkan untuk memperkuat jawaban itu, mereka selalu
menceriterakan kisah Agustinus, Uskup Hipo yang juga pernah mengalami
kebimbangan tentang TRINITAS. Untuk memecahkan hal itu Uskup Agustinus
berjalan-jalan di tepi laut. Di situ Agustinus bertemu dengan seorang anak
kecil yang sedang membuat sumur-sumuran dengan menggali pasir di tepi laut
itu. Uskup Hipo itu bertanya: “Untuk apakah sumur-sumur itu, nak?” Anak itu
menjawab, “Saya akan memasukkan semua air laut ke dalam sumur ini.”
Akhirnya, Agustinus mengambil kesimpulan, misteri Tuhan adalah begitu luas
seperti luasnya samudera yang tak kelihatan tepinya; sedang otak manusia
hanya terbatas seperti sumur-sumuran yang dibuat oleh anak kecil
itu. Jadi tidak mungkin kita dapat mengerti dengan jelas misteri Allah; oleh
karena itu walaupun Trinitas merupakan
hal yang sulit, terimalah saja seperti itu, Marilah kita membuka halaman
pertama dari Al-Kitab, pada Kitab Kejadian (Genesis = Purwaning Dumadi) pada
pasal yang pertama.
Pada Kejadian 1:26, kita baca: Berfirmanlah Allah:
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita “
Dalam anak ayat yang sependek itu kita menjumpai 2 kata “kita,” sebagai
kataganti untuk Allah. Bukankah dengan kata “kita” terkandung pengertian ada
lebih dari satu Allah? Mungkinkah kataganti untuk Allah memang dipakai kata
“kita”? Tetapi kalau kita membuka lebih lanjut pada Kejadian 1:29 kita baca :
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, AKU memberikan kepadamu.” Mengapa di sini
dipakai kata AKU untuk ganti Allah? Bukankah dengan melihat kenyataan ini
kita bisa menarik kesimpulan bahwa memang sungguh ada lebih dari satu Allah?
Sekarang yang hendak kita persoalkan ialah Sabda Yesus pada Injil Mateus 28:
19; siapakah sebetulnya Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti sabda Yesus dalam
Mateus 28: 19? Sering orang Kristen mengatakan bahwa pengertian Umat Islam
tentang Allah masih kurang lengkap, sebab orang Islam hanya mengenal Allah
Bapa saja. Baiklah, kita setuju saja dengan mereka bahwa yang kita imani
sebagai Allah adalah Allah Bapa seperti yang diimani oleh orang Kristen,
tetapi siapakah anak dan siapakah Roh Kudus?
Kalau kita membaca seluruh isi Perjanjian Lama, maka semua Nabi dan orang
Kudus pada waktu itu disebut sebagai Anak Allah. Bahkan oleh Yesus sebutan
“Anak Allah” itu diperluas bagi mereka yang membawa damai. Dalam kotbah di
bukit yang kemudian terkenal dengan Delapan Sabda Bahagia Yesus bersabda:
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak
Allah” (Mateus 5: 9).
Jadi jelas bahwa sebutan Anak Allah bukan monopoli pribadi Yesus sendiri,
tetapi untuk semua Nabi dan mereka yang membawa damai, Yesus sendiri dalam
Mateus 6:9 mengajar murid-murid-NYA sebuah doa yang kemudian menjadi terkenal
dengan sebutan: “DOA BAPA KAMI.” Dalam doa itu Yesus mengajar kepada kita
agar menyebut “Bapa” kepada Allah yang ada di Surga. Hal ini nyata juga kalau
kita perhatikan sabda Yesus pada Mateus 15: 13. Jawab Yesus: “Setiap tanaman
yang ditanam Bapa-Ku” Dalam ayat itu Yesus menyebut Allah dengan perkataan
Bapa-KU, sedang di ayat lain Yesus menyebut Allah dengan perkataan Bapa-mu
(Mateus 10:20). Yesus sendiri rupanya lebih senang dengan predikat “Anak
manusia.” (Periksalah Injil Mateus pasal 16 keseluruhan).
Sekarang siapakah Roh Kudus itu? Untuk itu Yesus menjelaskan sebagai berikut:
“AKU (Yesus) akan minta kepada Bapa, dan IA akan memberikan kepadamu seorang
Ponolong yang lain, supaya IA menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran (Injil
Yohanes 14: 16). Jadi Penolong yang akan datang adalah seorang (tentunya
seorang manusia). Sedang sesuatu disebut Roh ialah jika ia sudah mati atau
belum lahir. Jadi jelaslah bahwa Penolong yang dijanjikan Yesus adalah
seorang yang belum lahir. Siapakah dia? Mungkinkah Paulus? Baiklah, hal ini
akan kita tinjau lebih lanjut.
Bila kembali kepada ucapan Yesus pada Mateus 28: 19: “, dan baptislah mereka
dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, “ Apakah artinya baptis? Orang
Yahudi mempunyai kepercayaan bahwa Allah akan menyelamatkan setiap manusia.
Tetapi dari fihak manusia ada yang menerima penyelamatan dari Allah dan ada
yang tidak mau. Mereka yang mau menerima penyelamatan itu diharuskan
bertobat, dan sebagai tanda tobat mereka dibaptis. Upacara baptis biasanya
dilakukan di sungai dengan mencelupkan kepala mereka ke dalam air. Upacara
baptis sekarang diteruskan oleh semua Gereja Kristen dan Katolik sebagai
lambang penerimaan mereka akan iman Kristen, hanya caranya yang berbeda. Ada
Gereja yang membaptis dengan betul-betul mencelupkan kepala calon baptis di
sebuah sungai, ada yang hanya mencucurkan air pada salah satu bagian tubuh
yang biasanya adalah kepala.
Upacara baptis itu kemudian diakui sebagai Sakramen.
(Sakramen = setiap ucapan dan perbuatan Yesus yang mendatangkan Rahmat). Jadi
dapatlah disimpulkan bahwa baptis ialah tanda bahwa manusia itu telah
diselamatkan, karena menurut kepercayaan umat Kristen pada waktu sekarang
dibaptis (= dipermandikan) semua dosanya dihapus.
Jadi ucapan Yesus dalam Mateus 28: 19: “ dan baptislah mereka dengan nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dapatlah diartikan, “ selamatkanlah mereka
dengan nama (ajaran) Allah dan seorang nabi dan lebih-lebih ajaran seorang
penolong yang datang sesudah Yesus.”
Tetapi siapakah “Penolong yang datang sesudah Yesus?”
Pauluskah? Karena Paulus adalah seorang pembaharu yang datang sesudah Yesus.
Pada peninjauan lebih lanjut kita akan membahas siapakah Penolong itu.
ALA KRISTENISASI POLITIK DI INDONESIA
di waktu kemarin,santer beredar di internet, televisi swasta, berita tentang caleg wanita Partai Damai Sejahtera (PDS) yang memakai jilbab. Kemudian pertanyaan yang mencuat adalah apakah ini merupakan salah satu dari upaya kristenisasi yang mana mereka saat ini menempuh jalur partai politik? Dengarlah apa yang disampaikan ahli etika Kristen Pendeta Dr.Verkuil yang berujar bahwa berpolitik bagi warga gereja merupakan pengabdian kepada Kristus Kepala Gereja. Dengan kata lain, kehadiran Kristen di panggung politik adalah suatu panggilan yang wajib ditunaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban iman.
Pecah belah suara umat Islam
Terbukanya kesempatan untuk membuat partai-partai baru di era reformasi, membuat suara umat islam yang dahulu terkerucut pada satu partai yakni PPP (Partai Persatuan Pembangunan) menjadi terpecah belah kepada sekian banyak partai. Kondisi ini sejenak terasa bagaikan angin segar bagi perpolitikan di Indonesia namun sesungguhnya justru sebaliknya. Disaat umat Islam sibuk dibingungkan dengan berbagai partai, di iming-iming seolah-olah setiap orang bisa duduk di kursi legeslatif. Sementara disisi lain umat kristen merapatkan diri hanya mendukung satu partai. Ketika partai kristen ini melampaui jauh batas minimum suara untuk dapatkan kursi legeslatif, maka partai-partai umat islam hanya mendapatkan suara yang tidak memenuhi kuota, dan akhirnya tidak mampu menyaingi partai kristen untuk berkuasa dalam parlemen.
Kita lihat saja, perimbangan keterwakilan kaum muslimin di parlemen sampai sekarang ini masih jauh dari proporsional dibandingkan dengan kristen. Kalau jumlah non muslim di negeri ini tidak lebih dari 20% maka semestinya jumlah mereka di parlemen tidak lebih dari 20% pula. Tetapi kenyataan proses dan hasil pemilu beberapa kali di negeri ini, kalangan kristen dapat masuk ke senayan bahkan dengan menaiki kendaraan partai yang beraroma Islam.
Politik Kristen
�Berpolitik bagi warga gereja merupakan pengabdian kepada Kristus�, Pendeta Dr.Verkuil.
Perlu diketahui bahwa Politik Kristen tidak menyangkut PDS saja. Di awal lahirnya negara ini, ada Parkindo (Partai Kristen Indonesia), yang kemudian dimasa rezim Orde Baru, Parkindo meleburkan diri dalam PDI (Partai Demokrasi Indonesia). Ketika memasuki Era Reformasi diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga negara membentuk partai-partai politik, orang-orang Kristen pun tidak ketinggalan menyambutnya. Mereka merasa berhak dan berkewajiban membentuk partai dengan nilai-nilai kekristenan. Maka lahirlah belasan partai kristen, walau dalam Pemilu hanya PDKB (Partai Demokrasi Kasih Bangsa) (1999) dan PDS (Partai Damai Sejahtera) (2004) yang berhasil mengikutinya. Keduanya berhasil mendudukkan wakil-wakilnya di DPR-RI.
Kristen secara politik mengenal sistem bipolar. Yang terdiri atas kutub konsentrasi dan kutub polarisasi. Kutub konsentrasi, adalah dengan maksud bahwa supaya ummat kristen punya perwakilan, mempunyai suara di legeslatif sehingga berangkat dari pemikiran ini umat kristen harus punya partai. Umat kristen di konsentrasikan untuk memilih PDS dengan tujuan agar PDS punya suara cukup besar hingga memiliki kursi di parlemen.
Kutub polarisasi, adalah bahwa tidak semua tokoh kristen harus masuk PDS. Semua tokoh kristen harus menyebar ke partai-partai yang ada untuk mewarnai, mempengaruhi partai-partai yg lain. Partai-partai yang menjadi target ini adalah partai-partai terbuka yang bisa menerima orang kristen. Hal inilah yang tidak diketahui oleh umat Islam.
Kedua kutub tersebut bermuara pada sebuah lembaga yang disebut FKKI (Forum Komunikasi Kristen Indonesia), lembaga tempat bersatunya seluruh kristen apapun partainya. Jadi bukanlah mustahil jika dikatakan sesungguhnya partai kristen mengetahui apa rahasia di partai-partai yang lain.
Maka sesungguhnya program kristenisasi yang berbahaya adalah program kristenisasi secara tidak langsung. Partai kristen menyadari bahwa mereka secara jumlah adalah minoritas, maka mustahil untuk meraih massa namun target mereka adalah �Tidak kuasai massa tapi kuasai sistem�. Sehingga cara yang diambil adalah bagaimana masuk dalam partai-partai yang ada dan menguasai partai-partai tersebut. Jika sistem mereka pegang maka mereka juga akan kuasai hal-hal yang lain dan otomatis massa itu sendiri akan terkendalikan.
Caleg PDS berjilbab
Ketika umat kristen akan menjalankan misinya �mencari domba-domba tersesat� dengan jalan antara lain mendirikan gereja, mengadakan bakti sosial, dll, seringkali mendapat ganjalan dari umat Islam dan terbentur dengan perundang-undangan yang berlaku. Namun jika yang mewakili umat kristen ini adalah seorang muslim untuk berhadapan dengan umat islam dan aparat pemerintah, maka hasilnya tentu akan lain. Maka kita tidak heran jika di suatu daerah ada pendirian gereja ilegal namun didukung mati-matian oleh tokoh muslim yang notabene dia ustad atau pimpinan pondok pesantren.
Artinya, ada kesengajaan partai kristen dalam merekrut caleg muslim dengan tujuan agar mereka menjadi ujung tombak untuk menentang syariat islam. Maka bukan orang kristen sendiri yang harus berhadapan dengan para aparat pemerintah tapi orang-orang muslim dalam partai kristen yg akan berhadapan.
Lalu apakah mungkin menyuarakan kepentingan umat Islam melalui partai kristen? Ini adalah hal yang mustahil. Ketika seorang muslim menjadi caleg PDS maka mustahil dia akan mampu memperjuangkan kebijakan-kebijakan demi kebaikan umat. Segala perundangan yang berbau syariah secara tegas ditolak oleh partai kristen. Contoh, Perbankan Syariah dan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Walaupun keduanya membawa kemaslahatan bagi masyarakat secara umum, namun ditolak dengan alasan �menggelikan� bahwa NKRI bukan negara agama.
PDI-P sebagai partai sekuler dan PDS yang mengatakan sebagai partai kristen secara konsisten mereka menolak syariah Islam untuk diterapkan oleh negara. Itu semua mereka sampaikan secara terbuka dan tegas. Setiap UU yang melanggar prinsip sekulerisme dan berbau syariah mereka tolak dengan gigih. Sekulerisme harga mati, syariah Islam wajib ditolak! Sementara sikap politisi Islam masih terlihat segan dan tidak tegas untuk katakan akan memperjuangkan syariah Islam. Bahkan terkadang bicara syariah Islampun enggan.
Perkiraan perolehan suara di Pemilu 2009 oleh berbagai lembaga survei,
- PPP hanya akan dapatkan 4,15 persen
- PKS hanya 4,07 persen (turun dari 7 persen di Pemilu 2004)
- PKB akan turun dan memperolah 5 persen (dari 12 persen di pemilu yang lalu)
- PAN kehilangan suara dan tinggal 4,7 persen
(Survei oleh LP3ES pada Maret 2009)
Maka total suara muslim dalam Pemilu 2009 hanya 17,29 persen. Lalu kemana jumlah 55 persen jika mengikuti hasil pemilu 1955?
Greg Fealy, peneliti dari Australia National University (ANU) mengatakan, suara partai Islam pada Pemilu 2009 tidak akan sampai 20 persen. Hasil ini juga diperkuat oleh hasil survei LSI pada September 2008, suara partai Islam hanya 17 persen.
Masih menurut hasil penelitian para lembaga survei, maka diperkirakan suara umat Islam akan masuk pada partai-partai terbuka / partai-partai nasionalis seperti Golkar, Partai Demokrat dan PDI-P yang akan mendapatkan peningkatan perolehan suara dibanding pemilu tahun lalu.
Jika umat Islam bekerja dengan baik, mengambil hikmah masa lampau di masa yang sulit ini karena perpecahan akibat banyaknya partai, sebenarnya umat Islam masih mempunyai peluang untuk menangkan Pemilu Pilpres. Karena jumlah pemilih muslim sesungguhnya adalah 88 persen.
Sebagai partai pendukung syariah, maka partai islam memiliki prospek cerah untuk didukung mayoritas rakyat Indonesia. Sebab ada kencenderungan nyata dikalangan umat Islam yang semakin teguh pilihannya untuk kembali pada syariah Islam. Sejumlah survei memperlihatkan bahwa dukungan masyarakat pada penerapan syariah Islam dari hari ke hari makin menguat.
Survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2001 menunjukkan, 57,8% responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariah Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Survey tahun 2002 menunjukkan sebanyak 67% (naik sekitar 10%) berpendapat yang sama (Majalah Tempo, edisi 23-29 Desember 2002). Survey tahun 2003 menunjukkan sebanyak 75% setuju dengan pendapat tersebut.
Sebanyak 80% mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara (Hasil survey aktivis gerakan nasionalis pada 2006 di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya, Kompas, 4/3/’08).
Survey Roy Morgan Research yang dirilis Juni 2008 memperlihatkan, sebanyak 52% orang Indonesia mengatakan, syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka. (The Jakarta Post, 24/6/’08). Survey terbaru yang dilakukan oleh SEM Institute juga menunjukkan sekitar 72% masyarakat Indonesia setuju dengan penerapan syariah Islam.
Poros Masjid
Porsi pemilih muslim diperebutkan sedemikian rupa. Partai-partai berbasis Islam makin banyak. Partai-partai nasionalis dan sekuler tapi membungkus diri dengan asesoris-asesoris muslim juga makin banyak. Sementara seperti slogan mereka �menjadi garam dunia�, tokoh-tokoh kristen sudah menyebar di setiap partai untuk berperan menentukan kebijakan masing-masing partai yang dimasukinya.
Apa yang akan terjadi pada muslim di Indonesia hingga lima tahun kedepan kelak? Akankah ada kesempatan memenangkan syariat Islam jika sistem dikuasai oleh mereka? Mustahil! Namun kita masih mempunyai kesempatan jika mau merubahnya sekarang.
Pembentukan koalisi partai-partai berbasis Islam sepertinya kecil kemungkinan untuk berhasil menyelamatkan suara pemilih Islam yang terebut oleh partai-partai non islam. Dan perlu diingat bahwa jumlah pemilih Golput juga cukup signifikan. Untuk menyelamatkan ini semua (88 persen suara umat Islam) perlu ditempuh suatu upaya, sebuah gerakan nyata dari ummat Islam, lepas dari jalur partai. Sebelum memasuki pemilu, untuk memilih presiden dan wakil presiden, umat Islam harus terlebih dahulu menentukan calon Presiden dan wakil presiden yang diinginkan. Dengan cara demikian suara umat Islam akan utuh dan kemenangan bisa diraih. Bagaimana teknis penentuan, siapa penyelenggaranya dan dimana dilaksanakan? Bisa dilakukan melalui masjid-masjid dengan membentuk POROS MASJID.
Sikap umat Islam di Pemilu 2009
Islam dengan seluruh ajarannya, mengatur semua aspek kehidupan umat manusia. Tidak hanya sebatas mengatur �ibadah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (mu�amalah), termasuk pengaturan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan. Tujuannya mewujudkan kemaslahatan umat, tegaknya nilai-nilai keadilan di bumi. Jika nilai-nilai kemaslahatan dan keadilan itu diabaikan, maka sungguh akan terjadi berbagai bentuk diskriminasi, penindasan dan kezaliman.
Maka, satu-satunya jalan untuk memperbaiki kondisi Indonesia, mewujudkan kemaslahatan bagi umat : Pada pemilu legeslatif, jangan memilih partai yang membuka diri pada caleg kristen. Tapi partai yang berjuang teguh menegakkan syariat Islam! Bentuk POROS MASJID untuk tentukan calon pres dan wapres yang benar-benar diinginkan oleh umat Islam. Melalui POROS MASJID, ummat bersatu untuk pilih hanya satu pasangan. InsyaAllah.
HINA ISLAM LEWAT LOGO COCA COLA
satu lagi cara YAHUDI ataupun siapa saja yang tidak suka terhadap ajaran AL-ISLAM,dengan mengerdilkan dan menghina ISLAM dan ajarannya yang dibawakan oleh nabi MUHAMMAD S.A.W.hal ini makin menguatkan bagaimana kekhawatiran mereka terhadap perkembangan dan kemajuan ISLAM di abad ini.rasa kebancian dan permusuhan telah begitu nyata dan terasa bagi kita umat muslim di seluruh dunia.mulai dari penjajahan dan penghancuran bangsa palestina oleh bangsa israel/yahudi, pembumi hangusan bangsa irak oleh amerika,dan penjajahan dan penguasaan sumber daya alam dan manusia negara muslim.
satu lagi cara terbaru yang dibuat oleh mereka,yang menunjukan rasa kebencian dan islamphobia bangsa yahudi dan yang anti islam adalah menuliskan pesan tersembunyi di balik logo minuman coca cola.
Sumber dari sebuah kampanye di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo yang terkenal tersebut terlihat mengatakan: “No to Mohamed. No to Mecca” (Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah). Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada Januari.
Pada bulan lalu, banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah, mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka.
Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.
Maulana mengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan pesan tentangn logo “yang sangat menyinggung tersebut”.
Menguatkan pendirian Maulana, S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut “berlawanan dengan agama kita”. “Saya telah melihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo tersebut emncemarkan yang dianggap suci,” ia menambahkan.
Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.
Selama lebih dari beberapa hari, logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota. Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa “minuman tersebut dinikmati oleh lebih dari satu milyar Muslim”, melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinan perlawanan balik dari yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 114 tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan.
“Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang,” datanglah balasannya. “Logo tersebut ditulis dalam bahasa asing dan tidak dalam bahasa Arab, dan hal ini membuktikan bahwa merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat Muslim secara langsung ataupun tidak langsung.”
Sheikh Nasser mendesak mereka yang berada di balik rumor tersebut untuk “takut Tuhan” karena “tulisan tersebut mendesak Muslim untuk menyebarkan rumor-rumor tidak adil… tanpa mempunyai sebuah bukti legal bahwa mereka benar.” Ia menambahkan bahwa semua tanggung jawab untuk kampanye tersebut membahayakan pekerjaan dari ribuan warga Mesir yan bekerja pada perusahaan Coca-Cola lokal.
Coca-Cola telah melengkapi staf penjualannya dengan salinan dari putusan sheikh untuk menunjukkan perhatiannya kepada para pelanggan.
Tetapi manajer urusan luar perusahaan tersebut, Mahmoud Hamdy, mengatakan bahwa sejauh ini penjualan tidak terpengaruh. Ahmed Abdul Aziz, seorang pekerja konstruksi yang minum Coca-Cola dua atau tiga botol per hari, memegang botol minuman tersebut di depan cermin sebuah sepeda motor yang diparkir. “benar bahwa anda dapat melihatnya,” ia mengatakan. “Tetapi saya tidak akan menyerahkannya sekarang. Saya telah meminumnya bertahun-tahun tanpa masalah.” Dua tahun yang lalu, sebuah kampanye yang sama ditujukan terhadap Fanta, menuduhnya mengatakan “No to Allah” (Tidak pada Allah). Protes tersebut berakhir setelah beberapa minggu.
Rumor Coca-Cola bertepatan dengan sebuah kampanye yang jauh lebih serius terhadap sebuah novel oleh penulis Syria, Haidar Haidar, menyebut Feast dor Seaweed, dimana satu karakter menggambarkan Tuhan sebagai seorang “artis yang gagal”.
Walaupun buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 1983, sebuah harian Islam memulai serangan proaktif bulan lalu, menuduh novel tersebut atas penghinaan terhadap Tuhan dan menggambarkan buku tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada Muslim lebih buruk dari pada kekalahan Arab oleh Israel pada 1967, sebuah hal yang memalukan bahwa hanya dapat dihapus “oleh darah”.
Harian tersebut juga memberikan nama-nama dan alamat-alamat dari pejabat-pejabat Kementrian Budaya Mesir, yang mencetak ulang buku tersebut, dari apa yang banyak dilihat sebagai penghasutan untuk pembunuhan. Pada 8 Mei, siswa-siswa religius melakukan kerusuhan terhadap atas buku tersebut dalam protes terburuk selama bertahun-tahun.
Coca Cola juga merupakan salah satu produk milik Yahudi yang beberapa waktu lalu juga mendapat pemboikotan global seputar serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang
satu lagi cara terbaru yang dibuat oleh mereka,yang menunjukan rasa kebencian dan islamphobia bangsa yahudi dan yang anti islam adalah menuliskan pesan tersembunyi di balik logo minuman coca cola.
sumber dari kairo mesir menyebutkan bahwa The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi.
Satu kontroversi lagi terdapat pada logo produk Coca Cola. Bacalah logo tersebut dalam cermin atau terbalik, dalam tulisan Arab, apa yang anda dapat?Sumber dari sebuah kampanye di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo yang terkenal tersebut terlihat mengatakan: “No to Mohamed. No to Mecca” (Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah). Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada Januari.
Pada bulan lalu, banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah, mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka.
Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.
Maulana mengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan pesan tentangn logo “yang sangat menyinggung tersebut”.
Menguatkan pendirian Maulana, S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut “berlawanan dengan agama kita”. “Saya telah melihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo tersebut emncemarkan yang dianggap suci,” ia menambahkan.
Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.
Selama lebih dari beberapa hari, logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota. Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa “minuman tersebut dinikmati oleh lebih dari satu milyar Muslim”, melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinan perlawanan balik dari yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 114 tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan.
“Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang,” datanglah balasannya. “Logo tersebut ditulis dalam bahasa asing dan tidak dalam bahasa Arab, dan hal ini membuktikan bahwa merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat Muslim secara langsung ataupun tidak langsung.”
Sheikh Nasser mendesak mereka yang berada di balik rumor tersebut untuk “takut Tuhan” karena “tulisan tersebut mendesak Muslim untuk menyebarkan rumor-rumor tidak adil… tanpa mempunyai sebuah bukti legal bahwa mereka benar.” Ia menambahkan bahwa semua tanggung jawab untuk kampanye tersebut membahayakan pekerjaan dari ribuan warga Mesir yan bekerja pada perusahaan Coca-Cola lokal.
Coca-Cola telah melengkapi staf penjualannya dengan salinan dari putusan sheikh untuk menunjukkan perhatiannya kepada para pelanggan.
Tetapi manajer urusan luar perusahaan tersebut, Mahmoud Hamdy, mengatakan bahwa sejauh ini penjualan tidak terpengaruh. Ahmed Abdul Aziz, seorang pekerja konstruksi yang minum Coca-Cola dua atau tiga botol per hari, memegang botol minuman tersebut di depan cermin sebuah sepeda motor yang diparkir. “benar bahwa anda dapat melihatnya,” ia mengatakan. “Tetapi saya tidak akan menyerahkannya sekarang. Saya telah meminumnya bertahun-tahun tanpa masalah.” Dua tahun yang lalu, sebuah kampanye yang sama ditujukan terhadap Fanta, menuduhnya mengatakan “No to Allah” (Tidak pada Allah). Protes tersebut berakhir setelah beberapa minggu.
Rumor Coca-Cola bertepatan dengan sebuah kampanye yang jauh lebih serius terhadap sebuah novel oleh penulis Syria, Haidar Haidar, menyebut Feast dor Seaweed, dimana satu karakter menggambarkan Tuhan sebagai seorang “artis yang gagal”.
Walaupun buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 1983, sebuah harian Islam memulai serangan proaktif bulan lalu, menuduh novel tersebut atas penghinaan terhadap Tuhan dan menggambarkan buku tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada Muslim lebih buruk dari pada kekalahan Arab oleh Israel pada 1967, sebuah hal yang memalukan bahwa hanya dapat dihapus “oleh darah”.
Harian tersebut juga memberikan nama-nama dan alamat-alamat dari pejabat-pejabat Kementrian Budaya Mesir, yang mencetak ulang buku tersebut, dari apa yang banyak dilihat sebagai penghasutan untuk pembunuhan. Pada 8 Mei, siswa-siswa religius melakukan kerusuhan terhadap atas buku tersebut dalam protes terburuk selama bertahun-tahun.
Coca Cola juga merupakan salah satu produk milik Yahudi yang beberapa waktu lalu juga mendapat pemboikotan global seputar serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang
KISAH NYATA PENCARIAN AGAMA ISLAM
kebenaran tentang ajaran AL-ISLAM memang sudah banyak bukti yang menjelaskannya.dari segala penelitian dengan berbagai dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, semuanya tidak dapat ditemukan kesalahan dan kerancuan ajaran di dalamnya.banyak sekali alasan orang memilih dan menjadikan AL- ISLAM sebagai tujuan hidup atau pilihan terakhir dari proses pencariannya dari berbagai ajaran/kepercayaan dan agama yang ada di dunia ini.
satu hal lagi yang tidak dapat diukur dengan kekuatan dan daya pikir manusia ataupun logika,kita sangat mengakui adanya HIDAYAH, yang ALLAH berikan kepada orang-orang tertentu,yang senantiasa mencari sumber kebenaran yang hakiki.
berikut ini, saya tampilkan tulisan pribadi saudara kita yang baru saja memluk AL-ISLAM karena proses pencarian yang panjang dan berliku,semoga penjelasan dan latar belakang saudara kita yang menjadikan alasan utamanya menjadikan AL-ISLAM sebagai sandaran terakhir beliau ini,menjadikan kita yang sudah dari awal memeluk agama ini bertambah semakin yakin dan terus memperdalam agama kita sendiri.
1.YESUS DAN AJARANNYA
Yesus yang menurut orang Kristen dan Katolik adalah Allah
Putera yang turun ke dunia untuk menjadi manusia dan penebus dosa umat
manusia, memang dapat diakui sebagai tokoh sejarah yang hebat. Tahun dibagi
menjadi dua ialah sebelum Masehi dan sesudah Masehi. Terhadap tokoh ini
beraneka ragam pendapat. Golongan Yahudi, berpendapat bahwa Yesus itu tokoh
pemberontak dan pengacau. Golongan Kristen, memujanya sebagai pribadi Allah
yang turun mengejawantah. Golongan Islam berpendapat bahwa Yesus seorang Nabi
besar, tetapi bukan putera Allah.
Lepas dari semua pandangan yang berbeda, kalau kita meninjau tokoh ini memang
merupakan tokoh yang boleh dibanggakan pengajaran-pengajarannya. Beliau mengajarkan
kerendahan hati yang tulus: “Jika engkau ditampar pipamu yang kiri;
serahkanlah yang kanan.” Sikap munafik ditentangnya
hebat-hebatan. “Jika engkau berdoa, masuklah kedalam rumah, tutuplah pintu
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi” (Mateus 6: 6).
Dan sabdanya: “Janganlah berdoa seperti orang munafik, yang suka bertdoa
ditepi-tepi jalan dan ditikungan jalan supaya dilihat orang.”
Dalam memberi dermapun Yesus mengutuk sikap munafik, “Jika engkau memberi
sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kiri apa yang dibuat oleh tangan
kanan” (Mateus 6: 3). Juga dalam hal berpuasa sikap munafik yang hanya ingin
dilihat orang lain sangat dicela oleh Yesus: “Jika engkau berpuasa jangan
muram mukamu, tetapi minyakilah rambutmu dan cucilah mukamu supaya orang lain
tak melihat engkau sedang berpuasa” (Mateus 6: 16-18).
Yesus mengajar kepada kita untuk percaya betul kepada penyelenggaraan Ilahi,
supaya kita tidak membalas dendam kepada orang lain. Untuk itu periksalah
Mateus pasal 6. Orang dari agama apapun bisa menghargai Yesus dan semua
ajarannya. Bagiku Yesus adalah Guru yang baik, Guru yang mengajarkan kebaikan
dan kesolehan yang tidak dibuat-buat.
Beliau paling membenci sesuatu hal yang dibuat-buat, hari Sabat yang dianggap
keramat oleh golongan Parisi didobraknya karena mereka melaksanakan hukum
hari Sabat secara berlebih-lebihan sehingga cinta kasih kepada sesama
diabaikan demi kekeramatan hari Sabat.
Yesus mengajar dengan bahasa rakyat, bahasa yang bisa dimengerti oleh rakyat
jelata. Beliau bukan saja mengajarkan kesederhanaan, tetapi beliau juga
melaksanakan kesederhanaan itu. Beliau tidak hanya mengajar supaya kita
mencintai orang lain, tetapi beliau juga melaksanakan cinta kasih dengan
menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menolong penganten yang
nyaris kehabisan anggur di tengah-tengah pesta mereka.
Yesus juga contoh pribadi yang tidak segan-segan berkata:
“Tidak” jika memang keyakinannya demikian. Beberapa kali orang Parisi mencoba
menjebak dia, namun dia bisa membalikkannya dengan begitu tepat. Ketika orang
Parisi bertanya: “Perlukah kita membayar pajak?” Yesus dengan pertanyaan ini
dihadapkan kepada buah simalakama, pata posisi yang sulit. Jika dia berkata:
‘~tidak,, dia dianggap pemberontak. Jika menjawab: “ya,” mereka akan berkata
mengapa utusan Allah lebih rendah dari pada Kaisar. Dalam keadaan seperti itu
Yesus balik bertanya: “Coba tunjukkan uang itu. Gambar siapakah itu?” Jawab
kaum Parisi: “Gambar Kaisar.” Kemudian Yesus berkata: “Serahkanlah kepada
kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan.”
Saya mengakui bahwa pribadi Yesus begitu agungnya, sampai-sampai seluruh
hidupnya dicurahkan untuk memberikan perhatian kepada orang kecil. Saya
menghormati pribadi ini sebagai pribadi yang mendobrak ketidakadilan, dan
menolak kultus individu. Kepada orang yang disembuhkan dari sakit, dia selalu
berpesan agar tidak dikatakan kepada orang lain peristiwa penyembuhannya itu.
Tentang kemurnian hidup beliau mengajarkan: “Setiap orang yang memandang
seorang wanita, dan menginginkannya sudah berzina di dalam hatinya” (Mateus
5: 28). Dalam memilih murid-muridnya Yesus tidak memandang dari mana asal
usulnya. Mateus, seorang penarik bea yang dalam pandangan masyarakat Yahudi
bukan profesi yang baik, dipilih sebagai seorang muridnya. Petrus seorang
nelayan sederhana, dipilih sebagai tua-tua murid yang lain.
Yesus tidak menyukai kekerasan, walaupun itu kepada musuhnya. Ketika Petrus
memarang telinga tentara yang akan menangkap Yesus sehingga daun telinganya
putus, daun telinga itu justru diambil oleh Yesus dan dilekatkan kembali
ketempat asalnya.
Kepada orang yang mendengarkan pengajarannya, beliau tidak melupakan
kesejahteraannya. Ketika pada waktu makan dan tidak tersedia makanan, Yesus
mengambil sepotong roti kecil dan dua ekor ikan yang dibawa oleh anak kecil
kemudian diperbanyak olehnya dan dibagikan kepada orang-orang itu; tetapi
manakala pada kesempatan lain orang berbondong-bondong mengikuti, justru
Yesus menolaknya karena tahu bahwa motivasinya karena ingin roti hasil
mukjijat Yesus.
Tiada suatu pengaruh lain yang bisa melenyapkan peoghormatanku pada Yesus
Kristus sebagai pribadi pembaharu peradaban manusia.
2.KEBIMBANGAN BERJALAN TERUS
kecil Walikukun,
Kabupaten Ngawi begitu banyak orang yang saya Katolikkan. Cara pendekatan
saya begitu baik sehingga kepada Kepala Desa Mengger, Kepala Desa Karangbanyu
dan Kepala Desa Dirgo (Bau) saya bisa minta dikumpulkan orang-orang desa
untuk saya ajar agama Katolik.
Setelah saya menjadi Guru Agamapun saya boleh dikatakan sebagai Guru Agama
yang berhasil dalam hal meng-Katolik-kan banyak orang, atau
sekurang-kurangaya membuat suatu masyarakat bernafaskan Katolik. Akhirnya
masa tugasku sebagai Guru Agama kujalani di
kota
kecil Sumpiuh, Kabupaten Banyumas
dalam Keuskupan Purwokerto. Tempat tugasku hanya berjarak 5 km dari tempat
kelahiranku, Tambak. Di dalam Injil ada disebut: “Seorang nabi tak dihargai
di negerinya,” walaupun begitu tugasku di Sumpiuh dapat kunilai dan dinilai
orang lain: sukses. Dalam waktu tiga tahun saya di Sumpiuh saya melayani tiga
orang Pastor berturut-turut yaitu: Rama A. Wahyo Bawono Pr, bekas Letnan
Kolonel Kostrad Tituler, Rama Antonius Willing MSC, Rama H. Obbens MSC.
Dengan dua Pastor yang terdahulu saya bisa bekerja sama dengan baik tidak
pernah ada misunderstanding, tetapi dengan Rama Obbens keadaannya lain.
Tetapi hubungan yang kurang baik antara saya dengan beliau tidak menjadi
alasan yang penting mengapa saya masuk Islam. Kalau hal itu dianggap sebagai
proses yang mempercepat mungkin boleh, tetapi jika ini dianggap sebagai
penyebab utama tidak mungkin.
Seperti lajimnya keluarga Katolik, lebih-lebih saya Guru Agama, maka anak
yang baru lahir itupun kumintakan baptis. Ketika aku menyaksikan upacara
baptis anakku timbullah suatu pertanyaan besar: “Apakah betul anakku sudah
punya dosa asal warisan zaman Adam dan Hawa akibat dosa mereka?” Gereja
Protestan memang lebih rationil dalam hal pembaptisan ini, yang tidak mau
membaptis seseorang tanpa kemauan bebas dan kehendak orang yang bersangkutan.
Seperti halnya kakekku yang meletakkan dasar pada pendidikanku sehingga
seluruh pribadinya sempat mewarnai juga pribadiku, maka pergaulanku tidak
tertutup pada suatu kelompok masyarakat. Dengan orang Protestan dan Islam
saya banyak bergaul. Dengan pejabat-pejabat setempat selalu saya memelihara
hubungan baik. Tetapi juga dengan kalangan masyarakat yang diemohi oleh
masyarakat saya usahakan hubungan yang baik.
Dengan wanita pelacur saya tidak segan-segan untuk bergaul dan mengunJungi
mereka. Itu semua kulakukan bersama-sama isteriku bila aku mengunjungi
tempat-tempat pelacuran. Bukan karena isteriku tidak percaya kepada
kesetiaanku, tetapi suara masyarakat yang negatif hampir tidak pernah saya
dengar dengan selalu mengajak isteri saya bila ke
sana
.
Di situlah saya berpikir, mengapa Pimpinan Gereja tidak pernah mempunyai
konsepsi dan buah pemikiran untuk wanita P? Bukankah Kristus memberi contoh
dengan membela Maria Magdalena yang akan dihukum rajam (lempar batu) karena
kedapatan sedang berjina? Yesus dengan kewibawaanya berkata:
“Siapa yang tidak mempunyai; dosa silakan lempar batu dahulu!”
Kebimbangan itu pada akhirnya sampai pada puncaknya ialah, mula pertama
dengan tidak meyakini peranan Bunda Maria sebagai perantara manusia kepada
Allah Bapa dan Allah Putera. Jadi imanku Katolik saya kurangi dengan
dosaasal, pembaptisan bayi, peranan Bunda Maria. Bolehlah dikatakan saya
sudah menjadi Protestan secara praktis.
Hal itu memang benar, jika saja proses. itu berhenti sampai di sini saia.
Tetapi proses ini berkembang dengan tidak meyakini lagi pada diri saya bahwa
Yesus itu Allah, walaupun saya tetap meyakini bahwa Kristus adalah Guru yang
baik.
Soal Trinitas dan lain-lainnya dapat Saudara baca pada bagian karangan saya
yang berjudul: “Siapakah Juru Selamat Dunia?,” yang dimuat bersama-sama
serial ini. Perlu kiranya saya tambahkan bahwa buku: “Yesus Kristus dalam Al
Quran dan Mohammad dalam Bijbel,” karya Drs. Hasbullah Bakri, telah mendorong
saya dan membantu studi tentang masalah ketuhanan Yesus.
3.PUTUSAN TERAKHIR
Memang tidak mudah untuk mengambil keputusan terakhir,
lebih-lebih jika ini menyangkut soal iman. Pada studi saya lebih lanjut
disamping saya sampai pada kesimpulan bahwa Yesus bukan pribadi Allah, sampai
juga saya mengimani bahwa Muhammad itu adalah Nabi Utusan Allah.
Sebetulnya dengan ini saya sudah menjadi orang Islam dalam batin. Saya
seorang yang dalam mengambil keputusan tidak begitu tergesa-gesa, segi-segi
saya pertimbangkan dengan betul.
Dalam awal tahun 1977, saya pergi ke Lampung menghadap orang-tuaku untuk
mohon doa restu. Keputusanku sudah bulat pada waktu itu ialah: “masuk Islam.”
Teringatlah saya akan sabda Yesus “Carilah dulu Kerajaan Allah dan segala
kebenarannya yang lain akan diberikan sebagai tambahan” (Mateus 6: 33).
Ujian pertama, ialah kemarahan orang tuaku, ibuku marah dengan sangat begitu
mendengar keputusanku. Saya: pulang dari rumah ibu dengan hati yang
berkeping-keping. Di Jakarta saya istirahat beberapa hari. Dan akhirnya saya
bisa bertemu dengan Bapak Mollammad Natsir gelar Datuk Sinaro Panjang. Beliau
sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat.
Akhirnya dengan bantuan beliau saya berkuliah untuk memperdalam Agama Islam
pada IAIN “Sunan Kalijogo,” Fakultas Ushuludin Yogyakarta.
Keputusanku masuk Islam kutuangkan dalam Pernyataan didepan Bapak Syamsuri
Ridwan, Kepala Dep. Agama Kab. Banyumas di Purwokerto disaksikan oleh: AK.
Ansori, Somad, Moh. Tohar BA, tgl. 14 Januari 1977.
Perpisahan dengan Gereja Katolik bukan berarti perpisahan dengan Yesus atau
Isa a.s. Guruku yang pengajarannya kukagumi.
Selamat tinggal Gereja Katolik saya merasa berhutang budi kepadamu karena engkau
telah mendewasakan pribadiku dan mengembangkannya. Seminggu setelah aku
mengambil keputusan ini, aku masih tetap menangis. Bukan menangis menyesal
telah mengambil keputusan yang engkau anggap salah, namun perpisahan dengan
engkau almamater yang telah sekian lama aku berkecimpung di dalamnya cukup
mengharukan dan menyedihkan hatiku.
Walaupun pengajaran-pengajaranmu banyak yang tidak kupercaya lagi namun aku
ingin menjadi sahabatmu yang baik, walaupun aku sudah dalam biduk lain.
Akhir tulisan saya, saya ingin minta maaf kepada para Wali Gereja Katolik
terlebih-lebih Bapa Uskup Alb. Hermelink Gentiaras SCY, bekas Uskup
Tanjungkarang, Mgr. P.S. Harjosumarto MSC, Uskup Purwokerto, para Pastor yang
telah mengenal saya, sesama rekan Guru Agama dan saudara-saudara yang
beragama Katolik, barangkali saya dianggap telah mengambil keputusan yang
sesat. Namun keputusan itu telah saya ambil dalam kedewasaan pribadi, waktu
yang lama, studi yang mendalam dan doa kepada Tuhan. Akhirnya saya
mengucapkan selamat tinggal.
satu hal lagi yang tidak dapat diukur dengan kekuatan dan daya pikir manusia ataupun logika,kita sangat mengakui adanya HIDAYAH, yang ALLAH berikan kepada orang-orang tertentu,yang senantiasa mencari sumber kebenaran yang hakiki.
berikut ini, saya tampilkan tulisan pribadi saudara kita yang baru saja memluk AL-ISLAM karena proses pencarian yang panjang dan berliku,semoga penjelasan dan latar belakang saudara kita yang menjadikan alasan utamanya menjadikan AL-ISLAM sebagai sandaran terakhir beliau ini,menjadikan kita yang sudah dari awal memeluk agama ini bertambah semakin yakin dan terus memperdalam agama kita sendiri.
1.YESUS DAN AJARANNYA
Yesus yang menurut orang Kristen dan Katolik adalah Allah
Putera yang turun ke dunia untuk menjadi manusia dan penebus dosa umat
manusia, memang dapat diakui sebagai tokoh sejarah yang hebat. Tahun dibagi
menjadi dua ialah sebelum Masehi dan sesudah Masehi. Terhadap tokoh ini
beraneka ragam pendapat. Golongan Yahudi, berpendapat bahwa Yesus itu tokoh
pemberontak dan pengacau. Golongan Kristen, memujanya sebagai pribadi Allah
yang turun mengejawantah. Golongan Islam berpendapat bahwa Yesus seorang Nabi
besar, tetapi bukan putera Allah.
Lepas dari semua pandangan yang berbeda, kalau kita meninjau tokoh ini memang
merupakan tokoh yang boleh dibanggakan pengajaran-pengajarannya. Beliau mengajarkan
kerendahan hati yang tulus: “Jika engkau ditampar pipamu yang kiri;
serahkanlah yang kanan.” Sikap munafik ditentangnya
hebat-hebatan. “Jika engkau berdoa, masuklah kedalam rumah, tutuplah pintu
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi” (Mateus 6: 6).
Dan sabdanya: “Janganlah berdoa seperti orang munafik, yang suka bertdoa
ditepi-tepi jalan dan ditikungan jalan supaya dilihat orang.”
Dalam memberi dermapun Yesus mengutuk sikap munafik, “Jika engkau memberi
sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kiri apa yang dibuat oleh tangan
kanan” (Mateus 6: 3). Juga dalam hal berpuasa sikap munafik yang hanya ingin
dilihat orang lain sangat dicela oleh Yesus: “Jika engkau berpuasa jangan
muram mukamu, tetapi minyakilah rambutmu dan cucilah mukamu supaya orang lain
tak melihat engkau sedang berpuasa” (Mateus 6: 16-18).
Yesus mengajar kepada kita untuk percaya betul kepada penyelenggaraan Ilahi,
supaya kita tidak membalas dendam kepada orang lain. Untuk itu periksalah
Mateus pasal 6. Orang dari agama apapun bisa menghargai Yesus dan semua
ajarannya. Bagiku Yesus adalah Guru yang baik, Guru yang mengajarkan kebaikan
dan kesolehan yang tidak dibuat-buat.
Beliau paling membenci sesuatu hal yang dibuat-buat, hari Sabat yang dianggap
keramat oleh golongan Parisi didobraknya karena mereka melaksanakan hukum
hari Sabat secara berlebih-lebihan sehingga cinta kasih kepada sesama
diabaikan demi kekeramatan hari Sabat.
Yesus mengajar dengan bahasa rakyat, bahasa yang bisa dimengerti oleh rakyat
jelata. Beliau bukan saja mengajarkan kesederhanaan, tetapi beliau juga
melaksanakan kesederhanaan itu. Beliau tidak hanya mengajar supaya kita
mencintai orang lain, tetapi beliau juga melaksanakan cinta kasih dengan
menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menolong penganten yang
nyaris kehabisan anggur di tengah-tengah pesta mereka.
Yesus juga contoh pribadi yang tidak segan-segan berkata:
“Tidak” jika memang keyakinannya demikian. Beberapa kali orang Parisi mencoba
menjebak dia, namun dia bisa membalikkannya dengan begitu tepat. Ketika orang
Parisi bertanya: “Perlukah kita membayar pajak?” Yesus dengan pertanyaan ini
dihadapkan kepada buah simalakama, pata posisi yang sulit. Jika dia berkata:
‘~tidak,, dia dianggap pemberontak. Jika menjawab: “ya,” mereka akan berkata
mengapa utusan Allah lebih rendah dari pada Kaisar. Dalam keadaan seperti itu
Yesus balik bertanya: “Coba tunjukkan uang itu. Gambar siapakah itu?” Jawab
kaum Parisi: “Gambar Kaisar.” Kemudian Yesus berkata: “Serahkanlah kepada
kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan.”
Saya mengakui bahwa pribadi Yesus begitu agungnya, sampai-sampai seluruh
hidupnya dicurahkan untuk memberikan perhatian kepada orang kecil. Saya
menghormati pribadi ini sebagai pribadi yang mendobrak ketidakadilan, dan
menolak kultus individu. Kepada orang yang disembuhkan dari sakit, dia selalu
berpesan agar tidak dikatakan kepada orang lain peristiwa penyembuhannya itu.
Tentang kemurnian hidup beliau mengajarkan: “Setiap orang yang memandang
seorang wanita, dan menginginkannya sudah berzina di dalam hatinya” (Mateus
5: 28). Dalam memilih murid-muridnya Yesus tidak memandang dari mana asal
usulnya. Mateus, seorang penarik bea yang dalam pandangan masyarakat Yahudi
bukan profesi yang baik, dipilih sebagai seorang muridnya. Petrus seorang
nelayan sederhana, dipilih sebagai tua-tua murid yang lain.
Yesus tidak menyukai kekerasan, walaupun itu kepada musuhnya. Ketika Petrus
memarang telinga tentara yang akan menangkap Yesus sehingga daun telinganya
putus, daun telinga itu justru diambil oleh Yesus dan dilekatkan kembali
ketempat asalnya.
Kepada orang yang mendengarkan pengajarannya, beliau tidak melupakan
kesejahteraannya. Ketika pada waktu makan dan tidak tersedia makanan, Yesus
mengambil sepotong roti kecil dan dua ekor ikan yang dibawa oleh anak kecil
kemudian diperbanyak olehnya dan dibagikan kepada orang-orang itu; tetapi
manakala pada kesempatan lain orang berbondong-bondong mengikuti, justru
Yesus menolaknya karena tahu bahwa motivasinya karena ingin roti hasil
mukjijat Yesus.
Tiada suatu pengaruh lain yang bisa melenyapkan peoghormatanku pada Yesus
Kristus sebagai pribadi pembaharu peradaban manusia.
2.KEBIMBANGAN BERJALAN TERUS
Terhadap pribadi Yesus, saya tidak mempunyai keraguan
tentang pengajarannya. Tentang hukum etis dan moral yang diajarkannya sungguh
bernilai tinggi. Tetapi tentang dosa asal, tentang Santo dan Santa, tentang
silsilah Yesus; bolehkah semua itu kuanggap tidak penting? Yang penting inti
iman. Sampai aku menjadi Guru Agama, kebimbangan itu berjalan terus. Yang
saya herankan sekarang ialah, apakah orang yang saya ajar itu tidak bimbang
bila saya sendiri yang mengajar sesungguhnya hatiku juga bimbang. Saya tidak
tahu, dan belum pernah menanyakan kepada katekumers saya (orang yang aya ajar
agama) dan dari mereka saya tidak pernah menerima pertanyaan itu.
Lebih aneh lagi sebetulnya, kalau aku mengingat bahwa ketika aku menjadi
mahasiswa di Fakultas Pendidikan Kateketik dan berpraktek Stasi di
kotatentang pengajarannya. Tentang hukum etis dan moral yang diajarkannya sungguh
bernilai tinggi. Tetapi tentang dosa asal, tentang Santo dan Santa, tentang
silsilah Yesus; bolehkah semua itu kuanggap tidak penting? Yang penting inti
iman. Sampai aku menjadi Guru Agama, kebimbangan itu berjalan terus. Yang
saya herankan sekarang ialah, apakah orang yang saya ajar itu tidak bimbang
bila saya sendiri yang mengajar sesungguhnya hatiku juga bimbang. Saya tidak
tahu, dan belum pernah menanyakan kepada katekumers saya (orang yang aya ajar
agama) dan dari mereka saya tidak pernah menerima pertanyaan itu.
Lebih aneh lagi sebetulnya, kalau aku mengingat bahwa ketika aku menjadi
mahasiswa di Fakultas Pendidikan Kateketik dan berpraktek Stasi di
kecil Walikukun,
Kabupaten Ngawi begitu banyak orang yang saya Katolikkan. Cara pendekatan
saya begitu baik sehingga kepada Kepala Desa Mengger, Kepala Desa Karangbanyu
dan Kepala Desa Dirgo (Bau) saya bisa minta dikumpulkan orang-orang desa
untuk saya ajar agama Katolik.
Setelah saya menjadi Guru Agamapun saya boleh dikatakan sebagai Guru Agama
yang berhasil dalam hal meng-Katolik-kan banyak orang, atau
sekurang-kurangaya membuat suatu masyarakat bernafaskan Katolik. Akhirnya
masa tugasku sebagai Guru Agama kujalani di
kota
kecil Sumpiuh, Kabupaten Banyumas
dalam Keuskupan Purwokerto. Tempat tugasku hanya berjarak 5 km dari tempat
kelahiranku, Tambak. Di dalam Injil ada disebut: “Seorang nabi tak dihargai
di negerinya,” walaupun begitu tugasku di Sumpiuh dapat kunilai dan dinilai
orang lain: sukses. Dalam waktu tiga tahun saya di Sumpiuh saya melayani tiga
orang Pastor berturut-turut yaitu: Rama A. Wahyo Bawono Pr, bekas Letnan
Kolonel Kostrad Tituler, Rama Antonius Willing MSC, Rama H. Obbens MSC.
Dengan dua Pastor yang terdahulu saya bisa bekerja sama dengan baik tidak
pernah ada misunderstanding, tetapi dengan Rama Obbens keadaannya lain.
Tetapi hubungan yang kurang baik antara saya dengan beliau tidak menjadi
alasan yang penting mengapa saya masuk Islam. Kalau hal itu dianggap sebagai
proses yang mempercepat mungkin boleh, tetapi jika ini dianggap sebagai
penyebab utama tidak mungkin.
Seperti lajimnya keluarga Katolik, lebih-lebih saya Guru Agama, maka anak
yang baru lahir itupun kumintakan baptis. Ketika aku menyaksikan upacara
baptis anakku timbullah suatu pertanyaan besar: “Apakah betul anakku sudah
punya dosa asal warisan zaman Adam dan Hawa akibat dosa mereka?” Gereja
Protestan memang lebih rationil dalam hal pembaptisan ini, yang tidak mau
membaptis seseorang tanpa kemauan bebas dan kehendak orang yang bersangkutan.
Seperti halnya kakekku yang meletakkan dasar pada pendidikanku sehingga
seluruh pribadinya sempat mewarnai juga pribadiku, maka pergaulanku tidak
tertutup pada suatu kelompok masyarakat. Dengan orang Protestan dan Islam
saya banyak bergaul. Dengan pejabat-pejabat setempat selalu saya memelihara
hubungan baik. Tetapi juga dengan kalangan masyarakat yang diemohi oleh
masyarakat saya usahakan hubungan yang baik.
Dengan wanita pelacur saya tidak segan-segan untuk bergaul dan mengunJungi
mereka. Itu semua kulakukan bersama-sama isteriku bila aku mengunjungi
tempat-tempat pelacuran. Bukan karena isteriku tidak percaya kepada
kesetiaanku, tetapi suara masyarakat yang negatif hampir tidak pernah saya
dengar dengan selalu mengajak isteri saya bila ke
sana
.
Di situlah saya berpikir, mengapa Pimpinan Gereja tidak pernah mempunyai
konsepsi dan buah pemikiran untuk wanita P? Bukankah Kristus memberi contoh
dengan membela Maria Magdalena yang akan dihukum rajam (lempar batu) karena
kedapatan sedang berjina? Yesus dengan kewibawaanya berkata:
“Siapa yang tidak mempunyai; dosa silakan lempar batu dahulu!”
Kebimbangan itu pada akhirnya sampai pada puncaknya ialah, mula pertama
dengan tidak meyakini peranan Bunda Maria sebagai perantara manusia kepada
Allah Bapa dan Allah Putera. Jadi imanku Katolik saya kurangi dengan
dosaasal, pembaptisan bayi, peranan Bunda Maria. Bolehlah dikatakan saya
sudah menjadi Protestan secara praktis.
Hal itu memang benar, jika saja proses. itu berhenti sampai di sini saia.
Tetapi proses ini berkembang dengan tidak meyakini lagi pada diri saya bahwa
Yesus itu Allah, walaupun saya tetap meyakini bahwa Kristus adalah Guru yang
baik.
Soal Trinitas dan lain-lainnya dapat Saudara baca pada bagian karangan saya
yang berjudul: “Siapakah Juru Selamat Dunia?,” yang dimuat bersama-sama
serial ini. Perlu kiranya saya tambahkan bahwa buku: “Yesus Kristus dalam Al
Quran dan Mohammad dalam Bijbel,” karya Drs. Hasbullah Bakri, telah mendorong
saya dan membantu studi tentang masalah ketuhanan Yesus.
3.PUTUSAN TERAKHIR
Memang tidak mudah untuk mengambil keputusan terakhir,
lebih-lebih jika ini menyangkut soal iman. Pada studi saya lebih lanjut
disamping saya sampai pada kesimpulan bahwa Yesus bukan pribadi Allah, sampai
juga saya mengimani bahwa Muhammad itu adalah Nabi Utusan Allah.
Sebetulnya dengan ini saya sudah menjadi orang Islam dalam batin. Saya
seorang yang dalam mengambil keputusan tidak begitu tergesa-gesa, segi-segi
saya pertimbangkan dengan betul.
Dalam awal tahun 1977, saya pergi ke Lampung menghadap orang-tuaku untuk
mohon doa restu. Keputusanku sudah bulat pada waktu itu ialah: “masuk Islam.”
Teringatlah saya akan sabda Yesus “Carilah dulu Kerajaan Allah dan segala
kebenarannya yang lain akan diberikan sebagai tambahan” (Mateus 6: 33).
Ujian pertama, ialah kemarahan orang tuaku, ibuku marah dengan sangat begitu
mendengar keputusanku. Saya: pulang dari rumah ibu dengan hati yang
berkeping-keping. Di Jakarta saya istirahat beberapa hari. Dan akhirnya saya
bisa bertemu dengan Bapak Mollammad Natsir gelar Datuk Sinaro Panjang. Beliau
sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat.
Akhirnya dengan bantuan beliau saya berkuliah untuk memperdalam Agama Islam
pada IAIN “Sunan Kalijogo,” Fakultas Ushuludin Yogyakarta.
Keputusanku masuk Islam kutuangkan dalam Pernyataan didepan Bapak Syamsuri
Ridwan, Kepala Dep. Agama Kab. Banyumas di Purwokerto disaksikan oleh: AK.
Ansori, Somad, Moh. Tohar BA, tgl. 14 Januari 1977.
Perpisahan dengan Gereja Katolik bukan berarti perpisahan dengan Yesus atau
Isa a.s. Guruku yang pengajarannya kukagumi.
Selamat tinggal Gereja Katolik saya merasa berhutang budi kepadamu karena engkau
telah mendewasakan pribadiku dan mengembangkannya. Seminggu setelah aku
mengambil keputusan ini, aku masih tetap menangis. Bukan menangis menyesal
telah mengambil keputusan yang engkau anggap salah, namun perpisahan dengan
engkau almamater yang telah sekian lama aku berkecimpung di dalamnya cukup
mengharukan dan menyedihkan hatiku.
Walaupun pengajaran-pengajaranmu banyak yang tidak kupercaya lagi namun aku
ingin menjadi sahabatmu yang baik, walaupun aku sudah dalam biduk lain.
Akhir tulisan saya, saya ingin minta maaf kepada para Wali Gereja Katolik
terlebih-lebih Bapa Uskup Alb. Hermelink Gentiaras SCY, bekas Uskup
Tanjungkarang, Mgr. P.S. Harjosumarto MSC, Uskup Purwokerto, para Pastor yang
telah mengenal saya, sesama rekan Guru Agama dan saudara-saudara yang
beragama Katolik, barangkali saya dianggap telah mengambil keputusan yang
sesat. Namun keputusan itu telah saya ambil dalam kedewasaan pribadi, waktu
yang lama, studi yang mendalam dan doa kepada Tuhan. Akhirnya saya
mengucapkan selamat tinggal.
Langganan:
Postingan (Atom)





