Tampilkan postingan dengan label hankam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hankam. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

KSAD: Indonesia Butuh Tank Kelas Berat!

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie, menegaskan, Indonesia membutuhkan tank kelas berat untuk menjaga integritas NKRI. Makanya TNI AD akan melakukan modernisasi alutsista, salah satunya pembelian tank Leopard meski bekas.

"Negara tetanga saja punya main battle tank (tank kelas berat). Kita? Medium saja tidak punya," ucap Pramono Edhie saat jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (16/1/2012).

Menurutnya, TNI AD tidak hanya kepincut dengan Leopard saja. Ia menuturkan, ada banyak jenis tank yang dijadikan pertimbangan.

"Tapi kita beli harus yang sudah teruji di medan tempur dan Leopard sudah tidak diragukan lagi," jelasnya.

Menurutnya keunggulan tank Leopard salah satunya yaitu mampu beroperasi di dalam genangan air dengan kedalaman 4 meter. Selain itu memiliki daya tembak peluru untuk sasaran jauh yang akurat.

"Untuk harga kita masih lakukan penawaran, bagi mereka yang curiga ada indikasi korupsi. Silahkan ikut kita ke Belanda nanti untuk melakukan penawaran, tapi ongkos ke Belandanya bayar masing-masing," pungkasnya dengan tertawa. dikutip dari http://goo.gl/W6d8K

Selasa, 04 Oktober 2011

TNI diminta Terjun Atasi Terorisme

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI untuk berkoordinasi dengan Polri dalam penanggulangan terorisme dan keamanan dalam negeri, termasuk keamanan di wilayah perbatasan. "Meskipun menjadi tugas polisi, tapi TNI harus ikut serta mencegah timbulnya terorisme yang mengancam kedaulatan nagara. Pastikan hukum tegak berdiri. Harus mampu mengayomi rakyat. Tak boleh ada skelompok orang yang mengancam kedaulatan. Jangan ada rakyat yang menjadi korban," tegas Presiden SBY dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara HUT TNI ke 66 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2011).

Kepala Negara sekali lagi mengingatkan bahwa selain aksi teroris, akhir-akhir ini terjadi sejumlah gangguan keamanan dalam negeri, berupa benturan fisik masyarakat, kekerasan horizontal, kelompok kecil separatis di Papua. Menurut Presiden, TNI harus mampu berperan serta mencegah dan menghentikan gangguan keamanan tersebut.
Menurut SBY, selama 66 tahun TNI telah berhasil dibangun dari struktur organisasi sederhana menjadi modern. Kini saatnya TNI menjadi semakin profesional. Dengan kelengkapan alutsista yang makin canggih, TNI harus berperan penting dalam arus sejarah bangsa.

"TNI makin profesional, kembali pada tugas dan fungsi utamanya sesuai konstitusi. Mengikuti kebijakan politik negara, menjujung tinggi rule of law, HAM, patuh pada hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi."

Jumat, 30 September 2011

Polri Buru 4 Teroris

Tim gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Kependudukan Jember, Jawa Timur, menggelar razia di sejumlah tempat umum, Jumat (30/9). Selain memeriksa kartu identitas, tim gabungan menempel foto teroris yang masih buron. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak sejumlah pelaku terorisme.

Salah satu yang menjadi sasaran razia adalah pusat perbelanjaan Johar Plaza di Jalan Diponegoro. Dalam razia, tim gabungan memeriksa identitas para pengujung. Jika kedapatan tidak membawa identitas atau KTP sudah tidak berlaku, petugas mendesak yang bersangkutan segera mendatangi Kantor Dispenduk Jember. (dikutip dari : liputan6.com)

Ini dia  foto teroris yang di buru bapak-bapak polisi.

Foto-foto dan identitas 4 buronan tersangka terorisme itu dirilis Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2009). Foto dari detik.com