Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Games. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Preview Torchlight II: Semua yang Dibutuhkan Penggemar Diablo Klasik!


Nama Runic Games dan Torchlight yang melekat dengannya mungkin masih terdengar asing di telinga beberapa gamer saat ini. Bagi Anda yang belum familiar, Runic Games merupakan perusahaan developer pecahan Blizzard yang didirikan sejak tahun 2008 silam dan berfokus mengembangkan sebuah franchise game action-RPG dengan kamera isometrik – Torchlight. Seri awalnya mencapai kesuksesan yang luar biasa, bahkan sempat dipandang sebagai pesaing terbaik Diablo yang datang dengan genre dan gameplay yang serupa. Kini, setelah penantian yang cukup lama, Runic Games akhirnya merilis installment kedua dari franchise ini – Torchlight 2! Sebuah seri yang diklaim akan datang akan datang lebih sempurna.

Kesan Pertama


Hampir tidak ada yang berbeda di segi visualisasi untuk Torchlight II ini. Walaupun datang dengan kualitas grafis yang jauh lebih baik, ia masih mengusung konsep karakter dan dunia yang cartoonish. Desain yang minimalis ini juga diterapkan pada karakter dan dunia yang tetap berwarna, namun tetap mempertahankan atmosfer permainan yang tepat. Runic tentu saja menawarkan banyak hal baru untuk seri terbaru ini, dari sekedar kelas karakter dan cerita, hingga fitur yang sudah lama dinantikan – multiplayer mode. Satu yang pasti, Runic tampaknya sudah menyerah untuk mengejar ambisi mereka untuk menjadikan Torchlight sebagai sebuah franchise MMO. Sebuah keputusan yang harus diakui, tepat.

Berapa banyak dari Anda yang kecewa dengan Diablo 3 dan merindukan sensasi Diablo klasik yang sebenarnya? Dimana Anda memiliki kebebasan maksimal untuk membentuk karakter sebebas apapun yang Anda inginkan, terlepas dari job utama yang Anda pilih. Sistem seperti inilah yang masih ditawarkan oleh Torchlight II, dengan kesempatan untuk memilih begitu banyak skill yang ada. Hebatnya lagi, Runic juga menyuntikkan loot dalam jumlah yang super masif yang dapat Anda temukan di sepanjang permainan. Dengan sistem seperti ini, Runic memungkinkan Anda untuk membentuk karakter yang unik dan berbeda dengan karakter-karakter lain yang dibentuk orang lain. Dunia yang luas dan side-quest yang segudang akan menjadi jaminan adiksi yang pasti. Tidak diragukan lagi, Torchlight II tumbuh menjadi sebuah game action-RPG isometrik yang menurut pandangan kami, seharusnya mampu diciptakan Blizzard sebagai Diablo 3, alih-alih seri “aneh” yang kita nikmati sekarang. Ia tampil sebagai obat mujarab untuk mengobati kerinduan para pecinta seri klasik franchise ini.

Memasuki waktu permainan 10 jam dengan level 35, petualangan kami di Torchlight II tampaknya masih jauh dari kata berakhir. Oleh karena itu, sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, kami menyediakan beberapa screenshot untuk membantu memberikan sedikit gambaran. Oh yeah, we are trying hard to play this and Borderlands 2 at the same time..


























Sumber


Review Borderlands 2: Pengalaman Tanpa Batas!


Gamer mana yang akan mampu menolak sebuah seri Borderlands dari Gearbox Software? Ada begitu banyak alasan untuk mencintai seri game hybrid yang satu ini. Hal yang paling utama tentu saja keunikan yang ia ciptakan dari keberhasilannya menggabungkan dua genre terbesar di industri game – FPS dan RPG. Tidak hanya sekedar mengangkat senjata dan menembak semua musuh, ada begitu banyak elemen yang membuatnya lebih kompleks. Pertimbangan damage, equipment, dan skill dari dunia RPG membuatnya jauh lebih menarik untuk dimainkan. Gearbox berhasil menyuntikkan begitu banyak alasan untuk terus memainkan seri ini berulang-ulang kali, tanpa ada sedikitpun rasa bosan. Sesuatu yang tentunya menjadi tujuan yang sama untuk seri kedua ini.

Setelah penantian yang cukup lama, basis fans Borderlands yang cukup besar (termasuk kami) tentu sangat mengantisipasi kehadiran seri keduanya. Setelah menjajalnya selama beberapa jam di awal, ia meninggalkan kesan pertama yang begitu kuat. Visualisasi yang tidak banyak berbeda tidak lantas menjadi alasan yang legit untuk tidak menjajalnya. Gearbox mampu menciptakan sebuah atmosfer permainan yang tampil bagaikan dua sisi mata koin yang tidak terpisahkan. Di satu sisi, ia datang dengan mekanisme gameplay klasik yang tidak banyak berbeda, familiar untuk mereka yang sempat memainkan seri pertamanya. Sementara di sisi yang lain, Gearbox menawarkan banyak hal baru yang membuat seri ini jauh lebih, lebih sempurna, lebih adiktif.

Lantas, bagaimana dengan performa keseluruhan yang ditawarkan oleh Borderlands 2 ini? Apa yang membuat kami menyimpulkannya sebagai sebuah seri yang mampu menghasilkan pengalaman unik yang adiktif?

Plot

Lima tahun setelah event pertama Borderlands berakhir, generasi terbaru Vault Hunters hadir – Salvador, Axton, Zer0, dan Maya
Tampil sebagai sebuah sekuel, Borderlands 2 sendiri mengambil timeline 5 tahun setelah berakhirnya seri pertama. Empat orang Vault Hunter yang pemberani – Roland, Lilith, Mordecai, dan Brick akhirnya berhasil menemukan “harta karun” terbesar di Pandora – The Vault Hunters dan menghancurkan alien yang bersemayam di dalamnya – The Destroyer. Namun sebuah konsekuensi yang unik muncul. Terbukanya vault menghasilkan efek yang unik bagi Pandora itu sendiri, membuat mineral berharga Eridium muncul menyebar begitu saja. Hal ini menarik perusahaan raksasa – Hyperion Corporation untuk mampir ke Pandora dan berusaha untuk menambang sebanyak mungkin Eridium yang ada. Sang pemimpin? Tokoh antagonis yang menjadi target utama Anda – Handsome Jack.

Lantas siapa yang menjadi tokoh protagonis di seri kedua ini? Anda akan memerankan satu dari empat karakter generasi terbaru Vault Hunters terbaru – Axton, Maya, Salvador, dan Zer0. Tidak hanya sekedar mencari The Vault yang lain, keempat karakter ini juga menjadi target utama dari Hyperion yang kini tumbuh menjadi sebuah tirani. Handsome Jack tentu saja bukan tokoh antagonis “dangkal” yang hanya sekedar mencari uang dan membunuh siapapun yang menghalangi hal tersebut. Ketertarikannya untuk memburu generasi The Vault Hunters ternyata menyimpan segudang agenda yang lain. Tidak hanya berjuang sendiri, The Vault Hunters akan ditemani oleh kelompok pemberontak yang hidup di sebuah kota yang dikenal sebagai The Sanctuary. Anda juga akan bertemu dengan empat karakter sebelumnya yang kini hidup dengan agenda yang sama – berperang melawan Handsome Jack.

Please welcome Handsome Jack.. Otak di balik Hyperion Corporation yang kini menguasai Pandora.
Hyperion membangun sebuah base militer berbentuk “H” di salah satu bulan Pandora. Dengan misi utama menambang material berharga – Eridium sebanyak-banyaknya, Hyperion tumbuh menjadi tirani yang baru. Namun apa yang sebenarnya mereka cari? Mengapa mereka tertarik dengan Vault Hunters baru ini?
Anda juga masih akan menemukan muka-muka familiar. Ada yang bisa menebak siapa kedua orang ini?
Lantas agenda tersembunyi apa yang dimiliki oleh Handsome Jack? Apa yang membuat ia memburu para Vault Hunters di balik sekedar tambang Eridium yang menguntungkan? Dan mampukan The Vault Hunters terbaru ini menundukkan tirani Hyperion dan membuka The Vault yang baru?

Tidak Ada yang Sama, Keunikan yang Absolut!


Karakter baru bukanlah satu-satunya alasan yang membuat Borderlands 2 begitu unik.
Apa yang membuat seri Borderlands 2 ini menarik? Sebagian besar dari Anda mungkin akan langsung menuju pada karakter baru yang ditawarkan oleh Gearbox di seri terbaru ini, dengan penampilan dan kelas utama yang berbeda dengan seri sebelumnya. Namun, Borderlands 2 bukanlah sebuah game yang dapat dengan mudah disimpulkan dengan hanya melihat satu sisi. Ada begitu banyak yang hal yang membuatnya unik daripada sekedar empat karaker ini. Karena pada akhirnya, terlepas dari karakter apapun yang Anda pilih – Salvador, Maya, Axton, maupun Zer0, Anda masih memiliki kebebasan untuk menciptakan karakter yang Anda inginkan, dengan kesamaan hanya ada pada skill utama yang dimiliki oleh masing-masing karakter ini. Terlepas dari “stereotype” yang mungkin muncul darinya, ada begitu banyak kesempatan untuk mengembangkan peran apapun yang Anda inginkan.

Bagaimana dengan sisi gameplaynya sendiri? Borderlands 2 sendiri masih mengusung akar gameplay yang masih sama, dengan menggabungkan dunia RPG – FPS dengan gaya yang sama. Anda tetap akan memainkan FPS sebagai genre utama, sementara RPG menjadi pondasi bagi sebagian besar mekanisme yang lain. Anda akan menemukan damage, elemental attack and weakness, uang, experience points, dan level seperti halnya Borderlands pertama. Seperti halnya sebuah game RPG, experience didapatkan dari membunuh musuh dan menyelesaikan setiap side dan main mission yang ada. Jumlah misi ini sendiri akan cukup untuk membuat Anda bertahan dengan game ini selama berpuluh-puluh jam. Namun hal “dasar” ini bukanlah sesuatu yang membuat Borderlands 2 begitu menarik.

Gameplaynya sendiri tidak banyak berbeda. Borderlands 2 tetap datang dengan mekanisme hybrid antara RPG dan FPS.
Tidak ada batasan untuk membentuk karakter yang Anda inginkan, terlepas dari streotype yang menyertai setiap karakter yang ada. Contohnya? Zer0 yang kami gunakan. Walaupun dicitrakan sebagai petarung melee, kami menerapkan min-max di satu kategori dan menciptakan spesialisasi senjata darinya.
Apa yang membuat Borderlands 2 begitu menarik? Charm paling utama tentu ada pada kesempatan untuk menciptakan permainan dan karakter seunik mungkin, hingga pada level, tidak mungkin  disamai oleh user yang lain. Ada begitu banyak faktor yang memungkinkan hal ini untuk terjadi. Hal yang paling dasar? Kehadiran sistem skill baru yang tidak lagi linear, tetapi bercabang dengan berbagai perannya masing-masing. Masing-masing dari karakter ini dapat memilih spesialisasi untuk tiga peran yang berbeda melalui skill tree yang ada, atau bahkan menggabungkan setiap dari mereka untuk menciptakan karakter yang Anda inginkan. Tidak ada stereotype atau jalur pasti yang dapat ditempuh. Sebagai contoh? Karakter Zer0 yang kami gunakan. Walaupun sejak awal diperkenalkan dengan karakteristik petarung melee ala ninja yang kental, Anda tetap mampu membangunnya sebagai petarung range dengan senjata yang ingin Anda inginkan. Tidak ada garis yang membatasi Anda sama sekali.

Jika disandingkan dengan proses pembuatan teh, maka Skill Tree hanyalah air panas yang menjadi elemen dasar yang memungkinkan Anda untuk menikmatinya. Elemen utamanya ada tentu ada pada teh celup yang akan membuat minuman ini lengkap dan menjalankan fungsi yang diharapkan darinya. Di Borderlands 2, teh celup ini adalah Loots yang Anda dapatkan selama permainan. Inilah yang menjadi fokus utama yang membuat Borderlands 2 tampil sebagai sebuah Borderlands 2. Ada segudang senjata, shield, skin, dan grenade mod yang dapat Anda temukan di dalam game ini. Masing-masing darinya akan datang dengan karakteristik, spesifikasi, spesialisasi, dan kekuatannya masing-masing.

Sistem loots yang kini jauh lebh masif memungkinkan Anda untuk menciptakan karakter yang Anda inginkan, unik, dan tidak mungkin sama dengan karakter manapun yang Anda temui di Pandora.
Beberapa banyak cara untuk mendapatkan loots yang lebih baik, salah satunya adalah dengan menyelesaikan side quest. Cara terbaik? Terlibat aktif dalam mode multiplayer.
Datang dari beragam manufaktur, semua senjata ini memiliki status yang berbeda, terlepas dari tingkat kelangkaan yang ada. Dengan begitu banyak equipment yang ditawarkan, Anda hampir tidak mungkin untuk menemukan dua senjata yang sama, baik saat bermain single player maupun multiplayer. Darinya, Anda akan menciptakan sebuah karakter yang sudah pasti berbeda dengan setiap karakter yang ada di Pandora, walaupun di sisi multiplayer sendiri. Loots juga akan bergeser menjadi salah satu misi utama yang mendorong Anda untuk terus melanjutkan Borderlands 2, mengulang, menyelesaikan side mission, bergabung dengan game orang lain, meningkatkan tingkat kesulitan, dan akhirnya berujung pada adiksi yang sulit untuk disembuhkan.

Kedua hal inilah yang akan membuat Borderlands 2 tampil begitu memesona. Keacakan yang ditawarkan oleh Gearbox membuat pengalaman setiap gamer yang memainkannya menjadi unik, hingga batas hampir tidak mungkin sama di antara siapapun. Anda juga akan menemukan kebanggaan tersendiri ketika menemukan senjata-senjata langka yang super kuat dan meluncur ke mode multiplayer. Untuk apa? Tentu saja, untuk sedikit menyombongkan diri. Anda bisa menertawakan karakter yang hanya mampu menghasilkan damage 3.000, sembari memperlihatkan apa rasanya memiliki damage critical 50 – 60 ribu.It’s fulfilling the ego!

Become More Badass – Gain More Token!



Kesempatan untuk memperkuat karakter di Borderlands 2 tidak hanya sekedar didapatkan dari sistem leveling up yang bergantung pada jumlah experience points yang Anda dapatkan. Membunuh musuh dalam jumlah masif dan menyelesaikan setiap side quest yang ada memang akan membantu karakter Anda untuk bertambah semakin kuat, namun selalu ada cara lain untuk mencapai hal ini. Gearbox menyuntikkan sebuah sistem baru bernama Badass Rank sebagai side quest sampingan untuk membantu Anda, tidak hanya memperkuat satu karakter Anda, tetapi semua karakter lain yang Anda gunakan. Cara kerjanya? Super sederhana!

Badass Rank terdiri dari berbagai misi sederhana yang tidak berhubungan dengan side quest maupun main quest yang ada, dan seringkali dapat diselesaikan tanpa Anda sadari. Ia biasanya tampil berupa sejumlah target dengan batas angka tertentu yang akan menghasilkan sejumlah badass rank jika berhasil dilakukan. Contoh misinya? Hal-hal sederhana seperti membunuh para Marauders dalam jumlah tertentu, atau sekedar menghasilkan critical dengan sejumlah senjata khusus hingga batas angka yang disediakan. Anda akan mendapatkan sebuah token jika berhasil mengumpulkan cukup badass rank. Untuk apa token ini? Untuk setiap token yang ada, Anda akan diberi kesempatan untuk mengupgrade status karakter Anda secara permanen dalam bentuk persentase. Secara acak, Anda akan diminta untuk memilih satu dari lima status yang sudah disediakan.

Gearbox sendiri merangkai sistem ini tanpa batas. Ini berarti, Badass Rank akan terus menjadi target yang dapat Anda selesaikan, dan tidak ada batas jumlah token yang bisa Anda dapatkan. Semakin lama bermain, semakin besar kesempatan untuk memperkuat seluruh karakter Anda secara permanen.


Anda Harus Memainkannya Secara Multiplayer!


Menjelajahi luasnya Pandora dan menyelesaikan semua main dan side quest di dalamnya sendirian bukanlah cara yang tepat untuk memainkan Borderlands 2. Mengapa? Karena Gearbox memang mendesainnya sebagai sebuah game yang akan jauh lebih baik dimainkan secara multiplayer, walaupun hanya terbatas pada empat orang untuk setiap room yang ada. Ada begitu banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan memainkan game ini secara multiplayer. Ia menjamin pertempuran yang lebih intens dan memompa adrenalin dengan tingkat kesulitan yang semakin meninggi seiring dengan jumlah pemain yang ada. Bagian terbaiknya? Multiplayer juga menjamin naiknya probabilitas mendapatkan loots yang langka secara signifikan, uang yang lebih banyak, serta chance untuk memperoleh eridium untuk kapasitas peluru senjata. Tidak peduli seberapa tekun dan rajin Anda mengitari Pandora dalam mode single player, Anda tidak mungkin akan mendapatkan equipment yang lebih baik ketika Anda memainkannya secara multiplayer. Semakin banyak pemain yang bergabung, semakin tinggi pula probabilitas ini. Belum lagi peluang Anda akan bertemu dengan pemain level tinggi baik hati yang tidak jarang, membagi-bagikan senjata langka level tinggi mereka begitu saja. There is tons of awesome good guys in Borderlands 2.

Anda harus memainkan Borderlands 2 secara multiplayer untuk mendapatkan pengalaman bermain yang paling maksimal.
Tidak hanya menawarkan peteraungan yang lebih menegangkan karena tingkat kesulitan yang meninggi, mode multiplayer juga akan meningkatkan probabilitas Anda mendapatkan loots-loots berharga yang tidak mungkin Anda dapatkan di mode single player. That’s why multiplayer mode is a must!
The best part? Ini mungkin menjadi berita bahagia, bagi Anda yang masih mengandalkan game bajakan untuk menikmati game teranyar dari Gearbox Software ini. Siapa yang bisa menyangkal, bahwa mode multiplayer selalu menjadi mode yang dikorbankan ketika Anda “terpaksa” menggunakan game bajakan karena alasan tertentu? Ini tentu menjadi kelemahan yang fatal, mengingat Borderlands 2 menjadikan mode ini sebagai kekuatan utama dan Anda memang harus menikmatinya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal. Namun tenang saja, sebuah program untuk mengemulasi server pribadi kini tersebar luas di dunia maya, memungkinkan Anda untuk memainkan Borderlands 2 bajakan Anda secara multiplayer. Caranya? Just google it!

Kesimpulan


Tidak ada batas di Borderlands 2. Selain gameplay yang adiktif, ia menawarkan kesempatan untuk menciptakan pengalaman Anda sendiri, lewat kebebasan untuk menciptakan karakter unik dari berbagai elemen yang ada. Borderlands 2 is as awesome as it can be!
Dengan standar yang sudah diperlihatkan oleh Gearbox Software di Borderlands pertama, kami sempat pesimis developer ini akan mampu mengembangkan sebuah seri terbaru yang mampu tampil lebih baik, lebih sempurna, dan lebih adiktif. But oh my, Gearbox seolah menyanggah semua sikap skeptis ini sejak awal permainan. Borderlands 2 membuktikan diri dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan seri pendahulunya. Walaupun menghadirkan gameplay yang tidak banyak berbeda, ia hadir dengan beragam elemen baru yang membuatnya lebih bebas dan menarik. Kesempatan untuk menciptakan karakter dan pengalaman unik yang absolut hadir dari varian senjata yang jauh lebih masif dan sistem skill yang kini jauh lebih terbuka. Menggabungkannya dengan ambisi untuk mencari loot terbaik dan sistem multiplayer yang ditawarkan, Borderlands 2 akan mengikat jiwa Anda untuk waktu yang lebih lama.

Lantas, apakah game ini datang dengan tanpa kelemahan? Sejauh ini, Gearbox berhasil menciptakan sebuah seri baru dengan ciri identitas yang sama, dengan beberapa penambahan fungsi dan fitur yang justru membuatnya semakin sempurna. Salah satu yang cukup mengganggu hanyalah beberapa desain terrain yang terkesan menyimpan sebuah dinding tidak terlihat. Jangan terkejut ketika tiba-tiba lari karakter Anda terhenti begitu saja atau kendaraan Anda terhempas tanpa alasan yang jelas. Ketika diselidiki, Anda mungkin hanya akan menemukan sebuah kerikil kecil di sudut terrain yang membuat semua hal ini terjadi. Kelemahan lain? Mungkin ada pada desain musuh yang tidak banyak berbeda, sehingga menghilangkan elemen kejutan ketika Anda sudah bertemu dengan sebagian besar bentuk dasar yang ada.

Kekurangan yang terhitung tidak signifikan ini tentu saja tidak akan berpengaruh besar pada pengalaman epik dan adiktif yang Anda rasakan ketika memainkan Borderlands 2 ini. Gearbox Software harus diakui berhasil menciptakan sebuah seri sekuel yang berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik, menarik hati para gamer, baik para pendatang baru maupun mereka yang sudah pernah mencicipi seri pertamanya. Kompleksitas dan keunikan yang ia tawarkan akan cukup untuk membuat mata Anda tidak terlepas dari layar monitor untuk waktu yang cukup lama. Awesome!

Kelebihan


Multiplayer is a must! Ia akan cukup untuk membuat Anda memainkan Borderlands ini lagi, lagi,lagi, dan lagi..
  • Gameplay adiktif
  • Plot yang mengalir
  • Loots yang jauh lebih masif
  • Side Quest yang cukup untuk membuat Anda sibuk dalam puluhan jam
  • AI yang lebih pintar
  • Skill tree yang membuat Anda lebih bebas memilih peran
  • Mode multiplayer yang akan mendorong Anda untuk terus kembali menjajal game ini

Kelemahan


Psycho tetap masih menjadi primadona di seri kali ini.
  • Terrain dengan dinding tidak terlihat
  • Desain musuh yang kurang beragam

Cocok untuk gamer: yang menggemari RPG ataupun FPS, yang memainkan Borderlands pertama

Tidak cocok untuk gamer: yang punya kehidupan lain selain bermain game




Mengapa Gamer Jepang Setia Pada Winning Eleven?



Persaingan antara dua franchise game sepakbola terbesar di dunia – FIFA dari EA dan Pro Evolution Soccer dari Konami memang selalu menarik untuk disimak. Dengan kekuatannya masing-masing, setiap franchise ini memang memiliki daya tarik unik untuk basis fansnya sendiri. Lantas bagaimana cara menyimpulkan salah satu yang terbaik? Salah satu yang paling valid tentu dengan memperbandingkan tingkat penjualan masing-masing franchise ini. Seperti yang terjadi di tahun 2011 silam, EA tampaknya kembali akan mendominasi tahun ini dengan FIFA 13. Kecenderungan ini terlihat lewat tingkat penjualan hingga jutaan kopi dalam hitungan minggu saja. Namun tren yang satu ini, tampaknya tidak berpengaruh untuk gamer Jepang.Mereka lebih tetap memilih Winning Eleven, atau yang lebih dikenal sebagai Pro Evolution Soccer di Barat. Apa yang mendorong fenomena ini untuk terjadi?

Gamer Jepang memang terkenal dengan selera gamenya yang unik dan seringkali berbeda dengan selera gamer secara global. Namun pilihan pada Winning Eleven sebagai game sepakbola favorit ternyata melewati beberapa pertimbangan tertentu. Kemampuan Konami untuk mengadaptasikan J-League dalam lisensi penuh, dengan tim, stadium, dan pemain kesebelasan yang lengkap menjadi daya tarik utama. Sesuatu yang menjadi nilai lebih yang tidak ada di FIFA. EA sendiri sempat menyikapi hal ini dengan menjadikan Keisuke Honda sebagai ikon rilis di Jepang, namun ternyata tidak terlalu berhasil. Sikap sebagian besar warga Jepang yang terhitung loyal untuk sebuah brand juga dipercaya menjadi alasan di balik fenomena yang satu ini.

Adaptasi J-League dengan lisensi resmi menjadi alasan utama mengapa gamer Jepang lebih tertarik pada Winning Eleven / PES daripada franchise FIFA. Bagaimana dengan indonesia sendiri?
Lantas bagaimana dengan gamer Indonesia sendiri? Sudah bukan rahasia lagi jika seri Winning Eleven / Pro Evolution Soccer memang sempat mendominasi gamer sepakbola Indonesia. Hal ini terlihat dari popularitas game tersebut saat menjamurnya beragam game center konsol beberapa tahun yang lalu. Bagaimana menurut Anda dengan kondisi saat ini? Apakah Pro Evolution Soccer masih menjadi yang paling populer ataukah FIFA mulai berhasil mencuri hati para gamer sepakbola Indonesia?

Source: Kotaku

FIFA 13 Tundukkan Resident Evil 6 di Inggris!



Bulan Oktober memang terhitung sebagai bulan yang manis untuk para gamer di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Sebagai bulan transisi menyambut libur akhir tahun, banyak publisher yang memanfaatkan kesempatan ini untuk merilis  game-game andalan mereka. Tidak mengherankan jika persaingan di antara mereka menjadi sebuah fenomena yang cukup menarik untuk disimak. Di kawasan Eropa, yang diwakili oleh Inggris, nama besar yang disandang oleh Resident Evil 6 ternyata tidak cukup kuat untuk  mematahkan dominasi franchise sepakbola dari EA – FIFA 13. Hal ini terlihat dari laporan penjualan selama seminggu terakhir ini.

Keberhasilan EA menjadikan FIFA 13 sebagai salah satu game olahraga dengan angka rilis terbesar tampaknya tidak terbantahkan. Apalagi Inggris juga dikenal sebagai basis kuat yang memungkinkan rekor ini untuk dihasilkan. Dominasi ini kian terlihat kuat setelah FIFA 13 berhasil mempertahankan mahkotanyaselama dua minggu berturut-turut, mempermalukan game-game yang kini sedang populer seperti Resident Evil 6 dan Borderlands 2. Sebuah fakta yang cukup mengejutkan mengingat game ini mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan – 72% dari minggu lalu. Salah satu fakta lain yang menarik adalah keberhasilan Resident Evil 6 untuk memosisikan diri sebagai game dengan rilis terbesar keempat di tahun 2012 ini. Sementara 10 game terpopuler lainnya? Inilah list lengkapnya:
  1. FIFA 13
  2. Resident Evil 6
  3. Borderlands 2
  4. Just Dance 4
  5. F1 2012
  6. NBA 2K13
  7. Rocksmith
  8. The Elder Scrolls V: Skyrim
  9. PES 2013
  10. Sleeping Dogs
Dengan kecepatan rilis game yang kian kencang, para gamer tentu harus berhadapan dengan tantangan baru – berusaha menyelesaikan game-game ini sebelum lebih banyak game baru yang dirilis. Bagaimana dengan Anda sendiri? Game apa saja yang sudah Anda selesaikan dari list 10 game di atas?

Call of Duty Menghina Agama Islam?


Sebagai landasan hidup bagi sebagian besar mereka yang percaya kepadanya, posisi agama di dunia memang terhitung unik. Posisinya sebagai sumber kekayaan spiritual bagi mereka yang menganutnya menjadikan agama dan semua hal yang berkaitan dengan ritual dan ajarannya, tumbuh menjadi sesuatu yang suci. Namun sayangnya, hal ini seringkali bertolak belakang dengan beragam proses kreatif yang seringkali tidak mengenal batas untuk diwujudkan. Kurangnya pengetahuan yang mendasar tentang ajaran agama tertentu juga seringkali berbuntut pada sebuah konflik. Seperti yang terjadi pada seri Call of Duty: Modern Warfare 2 ini.

COD: Modern Warfare 2? Sebagian besar Anda mungkin kebingungan mendengar nama game yang boleh dibilang, terhitung “lawas” ini. Walaupun sudah dirilis sejak tahun 2009 silam, mode multiplayer Modern Warfare 2 tetap memiliki basis fans setianya sendiri. Sayangnya, selama 3 tahun eksistensinya, hampir tidak ada gamer yang sadar tentang salah satu penyalahgunaan simbol suci Islam di map multiplayer – Favela, hingga seorang gamer menemukannya baru-baru ini. Gelombang protes dilancarkan oleh kaum Muslim setelah sebuah tulisan kaligrafi “Allah itu Indah dan Mencintai Keindahan” ditemukan terpampang sebagai bingkai salah satu gambar di dalam map. Salahnya, tulisan ini digantung di atas tempat yang tidak pantas, yakni kamar mandi dan toilet. Protes mengalir, menuntut Activision dan Infinity Ward menghapus gambar tersebut.

Bingkai inilah yang dipermasalahkan oleh kaum Muslim yang menemukannya di map multiplayer Favela di COD: Modern Warfare 2.
Menanggapi gelombang protes tersebut, Activision dan Infinity Ward secara terbuka meminta maaf atas kejadian tersebut dan meyakinkan bahwa tidak ada niat kesengajaan di balik pencantuman tulisan ini. Untuk sementara ini, map Favela akan dicabut untuk diproses lebih lanjut. Activision juga menegaskan bahwa mereka akan menyusuri map-map COD lainnya untuk memastikan agar gambar yang serupa juga dihapuskan. Sebuah keputusan yang tentu saja untuk diacungi jempol, sekaligus menjadi bahan pelajaran supaya masalah yang sama tidak terjadi lagi di masa depan.