Kamis, 29 September 2011

Misteri Lukisan Darah Di Kokas Papua



MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.

Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah

Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.

Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.

Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.

Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.



Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.

Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.

MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, namun ini juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.

Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak jaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.

Lantas apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat mengunakan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia.Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Bagi masyarakat setempat lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat

Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satupun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.

Di lokasi lukisan tebing ini anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.

Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp. 25.000 perorang, one way.

Tiba di Kokas perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat. 

sumber : http://goo.gl/vR5kN

Ternyata Dajjal sudah ada di sebuah pulau lho!

Dari Amir bin Sarahil Asy-Syab’bi, bahwasanya dia bertanya kepada Fathimah bin Qais, adik Adh-Dhahak bin Qais. Fatimah adalah termasuk salah seorang wanita yang turut serta berhijrah pada periode awal. Amir berkata, ”Sampaikanlah kepadaku suatu hadits yang engkau dengar langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak kamu nisbatkan kepada orang lain!”

Lalu Fathimah berkata, “aku telah menikahi Al-Mughirah. Pada saat itu, ia merupakan pemuda Quraisy yang terbaik, kemudian ia tertimpa musibah (terbunuh) pada awal jihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala aku menjanda, Abdurrahman bin Auf meminang aku melalui sekelompok sahabat Nabi. Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melamar aku untuk budaknya, Usamah bin Zaid. Ketika itu aku pernah diberitahu bahwa Rasulullah berbsabda, ‘Barangsiapa mencintai aku, maka hendaklah ia mencintai Usamah.’

Maka, tatkala Rasulullah mengajak aku berbicara, aku menjawab, ‘Terserah engkau, nikahkanlah aku kepada siapa saja yang engkau kehendaki.’

Kemudian beliau memerintahkan agar aku pindah ke rumah Ummu Syarik, ia adalah wanita Anshar yang kaya raya. Sumbangsihnya begitu besar dalam perjuangan di jalan Allah. Para tamu selalu singgah di rumahnya.
Lalu aku menjawab, ‘Akan aku lakukan.’

Tiba-tiba beliau berkata, ‘Jangan kamu lakukan itu karena Ummu Syarik mempunyai banyak tamu, sementara aku tidak suka jika kain kerudungmu terlepas dan betismu tersingkap, kemudian orang-orang itu melihat hal-hal yang tidak kamu sukai. Akan tetapi, pindahlah ke rumah sepupumu, Abdullah bin Amr bin Ummi Maktum.’ Dia adalah pria Bani Fihr, yakni Fihr Quraisy. Dia lahir dari qabilah yang sama dengan Fathimah.

Kemudian aku pindah ke rumah sepupuku itu. Setelah masa iddahku selesai, aku mendengar seorang muazin berseru. Muazin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menyeru untuk shalat jamaah. Lalu aku keluar menuju mesjid, kemudian shalat bersama Rasulullah. Pada waktu itu, aku berada pada shaf wanita paling depan.

Tatkala Rasulullah telah menyelesaikan shalatnya, beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa, kemudian bersabda, ‘Hendaknya masing-masing orang tetap duduk di tempat shalatnya.’ Beliau melanjutkan, ‘Apakah kalian tahu kenapa aku mengumpulkan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’

Beliau bersabda, ‘Demi Allah, aku tidak mengumpulkan kalian untuk memberikan semangat, dan bukan mengintimidasi. Aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari dulunya seorang Nasrani, kemudian ia datang berbai’at dan masuk Islam. Ia menceritakan kepadaku sebuah kisah yang sama seperti apa yang telah aku kisahkan kepada kalian tentang Dajjal.

Ia bercerita bahwa ia pernah mengarungi laut dengan kapan laut bersama 30 orang dari suku Lakham dan Judzam, kemudian mereka dipermainkan ombak selama sebulan di tengah laut, lalu mereka berlabuh di sebuah pulau di tengah laut hingga matahari akan terbenam.

Kemudian mereka duduk-duduk di perahu kapal dan masuk ke pulau itu. Lalu, sesuatu yang berambut lebat dan tebal menemui mereka. Mereka tidak mengetahui mana bagian depan dan mana belakangnya karena banyak rambutnya. Mereka bertanya, ‘Celaka, siapakah kamu?’ Ia menjawab, ‘Aku adalah Al-Jassasah (mata-mata).’ Mereka bertanya, ‘Apa itu Al-Jassasah?’ Ia menjawab, ‘Wahai kaum, pergilah ke pria yang berada di padepokan gua itu, ia ingin sekali mendengar kabar dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Tatkala binatang tadi menyebutkan seorang pria kepada kami, kami pun takut kalau sekiranya pria itu setan. Kemudian kami bergegas pergi hingga memasuki gua itu. Ternyata di dalamnya ada seorang pria yang sangat besar. Kami belum pernah melihatnya, ia sedang di belenggu dengan kuat dan erat. Kedua tangannya terikat sampai lehernya, di antara kedua lututnya sampai kedua mata kakinya di belenggu dengan besi.

Lalu kami bertanya kepadanya, ‘Celaka, siapakah kamu?’ Dia menjawab, ‘Kalian telah mengetahui tentang aku, maka beritahukan siapakah kalian?’ Kami menjawab, ‘Kami adalah orang-orang dari bangsa Arab. Kami berlayar dengan menaiki sebuah kapal laut. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh laut yang mengamuk, lalu kami dipermainkan ombak selama sebulan. Selanjutnya, kami mengungsi ke pulau kamu ini, lalu kami pun duduk di perahu kapan dan masuk pulau. Kemudian binatang berambut lebat dan tebal menemui kami, kami tidak tahu bagian mana depan dan mana belakangnya karena banyak rambutnya.

Lalu kami bertanya, ‘Celaka, siapa kamu ini?’ Ia menjawab, ‘Aku adalah Al-Jassasah,’ lalu kami bertanya, ‘Apakah Al-Jasssasah itu?’ Dia berkata, ‘Pergilah ke pria yang berada di gua itu karena ia ingin sekali mendengar kabar dari kalian.’ Lalu kami bergegas menuju anda, kami kaget setelah melihatnya dan merasa takut, siapa tahu itu adalah setan.’

Selanjutnya pria itu meminta, ‘Ceritakan kepadaku tentang pohon kurma Baisan!’ Kami balik bertanya, ‘Kabar mana yang ingin kamu ketahui?’ Ia menjawab, ‘Aku bertanya kepada kalian apakah pohon kurma tersebut sedang berbuah?’ Kami menjawab, ‘Ya’, Ia berkata, ‘Bukankah ia hampir tidak berbuah?’

Dia berkata, ‘Ceritakanlah kepadaku tentang danau Ath-Thabariyyah.’ Kami bertanya, ‘Kabar mana yang ingin kamu ketahui?’ Dia bertanya, ‘Apakah di dalamnya masih ada air?’ Mereka menjawab, ‘Airnya banyak.’ Dia berkata, ‘Bukankah airnya hampir kering?’

Pria itu meminta lagi, ‘Ceritakan kepadaku tentang mata air Zughar.’ Mereka menjawab, ‘Kabar mana yang ingin kamu ketahui?’ Dia bertanya, ‘Apakah di dalamnya masih ada air, dan apakah penduduk sekitarnya bercocok tanam dengan airnya itu?’ Kami menjawab, ‘Ya. Airnya banyak dan penduduk bercocok tanam dengan menggunakan airnya.’

Ia berkata, ‘Ceritakan kepadaku tentang Nabi yang ummi itu, apa yang telah dia lakukan?’ Mereka menjawab, ‘Nabi itu telah keluar dari Mekkah dan tinggal di Yatsrib (Madinah).’ Dia bertanya lagi, ‘Apakah orang Arab memeranginya?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana ia memperlakukan mereka atau apa yang ia perbuat terhadap mereka?’ Kami pun menyampaikan bahwa nabi tersebut telah menundukkan orang-orang Arab yang mendatanginya dan mereka taat kepadanya.

Dia bertanya, ‘Apakah hal itu telah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata lagi, ‘Ingatlah bahwa sebaiknya mereka mematuhinya, dan aku memberitahukan kepada kalian tentang diriku, sesungguhnya aku adalah Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku hampir diperbolehkan keluar (muncul). Aku akan muncul dan berjalan di muka bumi. Aku tidak membiarkan sebuah kampung kecuali aku menetap di dalamnya selama 40 malam, selain Mekkah dan Thaibah, karena keduanya diharamkan bagiku.

Setiap kali aku akan memasuki salah satunya, seorang malaikat akan menyambutku dengan pedang terhunus. Ia menghalangiku, dan pada tiap celah jalan-jalannya terdapat malaikat yang menjaganya.’”

Fathimah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sambil beliau menusukkan tongkatnya di mimbar, ‘Inilah Thaibah itu, inilah Thaibah itu, inilah Thaibah itu –-yakni Madinah—-. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikan haditsku ini? Para sahabat menjawab, ‘Ya.’

Bahwasanya kisah yang disampaikan Tamim telah mencengangkanku. Ceritanya persis dengan kisah yang aku ceritakan kepada kaian, juga tentang Madinah dan Mekkah. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu berada di Laut Syam atau Laut Yaman! Tidak, tetapi dari arah timur dan beliau mengisyaratkan tangannya ke arah timur.’

Aku hafal hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
(HR. Muslim, no. 2942 dan Abu Daud, no. 4352) 

sumber : http://goo.gl/rdLe1

LUAR BIASA, Inilah Hewan Piaran Orang-Orang AFRIKA !!!
















sumber :http://goo.gl/Ev5nN

Perusahaan Aneh : Senin Karyawati Pakai Rok Mini, Kamis Tanpa Bra

Banyak perusahaan yang menerapkan ‘dress code’ saat bekerja. Tapi sebuah perusahaan di Utah, Amerika, malah membuat aturan busana yang tidak wajar, dilarang memakai bra. Seperti yang dikutip dari nydailynews, sebuah laporan sipil yang diajukan beberapa hari lalu ke Pengadilan Distrik Amerika oleh Trudy Nycole Anderson menuliskan bahwa mantan atasannya, Derek Wright telah membuat peraturan yang di luar batas. Wright memaksa Anderson untuk mengikuti ‘jadwal busana seksi’.



Perusahaan yang aneh, apakah ada relasinya dengan produktifitas atau hanya sensasi?

Wright mendikte busana apa yang harus dikenakan oleh Anderson selama seminggu penuh. Hari Senin Anderson harus mengenakan rok mini (Mini-skirt Monday), memakai atasan kemben pada Selasa (Tube-top Tuesday), T-shirt basah pada Rabu (Wet T-shirt Wednesday), tak boleh memakai bra pada Kamis (No bra Thursday) dan mengenakan atasan bikini pada Jumat (Bikini top Friday).

Tidak hanya membuat aturan busana saja, Wright yang merupakan pemilik ‘Lone Peak Controls and D&L Electric Control Company’ juga dilaporkan sering melakukan pelecehan seksual kepada Anderson. “Dia berulang-ulang kali menanyakan ukuran payudara dan membicarakannya di depan karyawan lainnya,” tulis laporan tersebut.

Anderson mengatakan bahwa tidak hanya dirinya yang kerap kali mendapat pelecehan seksual. Beberapa teman kerja wanitanya juga pernah merasakan hal yang sama. Menurut Anderson, bosnya tersebut juga memiliki kebiasaan menonton film porno di dalam kantornya.

Anderson yang merupakan seorang ibu dengan tiga orang anak itu merasa bahwa dirinya menjadi target pelecehan seksual karena Wright tahu jika dirinya tidak bisa hidup jika kehilangan pekerjaannya tersebut. Anderson dibuat menandatangani sebuah dokumen tertulis yang menyatakan, ‘ketika Anderson menerima pelecehan dan ada masalah dengan hal itu, maka Anderson harus bisa memakluminya’.

Pada Februari 2011, Anderson telah dipecat karena telah melaporkan perilaku atasannya itu. Wanita berusia 44 tahun tersebut, menuntut karena telah diberhentikan dari pekerjaannya dan juga gangguan mental yang ia dapatkan saat bekerja di perusahaan Wright. 

sumber : http://goo.gl/KRT5X

Film-film tukul yang dilarang beredar


TOO FAST TOOCOOLRIOUS


TUKULMAN RETURNS


SPIDERKULMAN


POCONGNYA GIGI


TOO7


KASINO ROYAL SAMA TUKUL


THE PURSUIT TUKUL


ONE MISSED KULL


OTOMATIS HUMORIS


THE KULFATHER


PIRATES OF COOL E BEAN

sumber :  http://goo.gl/eEvIc

Cerita ketika Artis Porno Melahirkan

Suatu hari, seorang artis porno sedang menjalani persalinan di sebuah rumah sakit. Dan sebelum melahirkan, dia sempat berbincang bincang dengan sang dokter.

Wanita : "Dokter, apabila bayi saya lahir tolong ceritakan warna dari setiap bagian tubuh anak saya ya dok,.."
Dokter ; " Lhoh,..emangnya kenapa?? "
Wanita : " Saya Aktris porno dan anak ini hasil dari akting film saya, jadi saya tidak tahu pasti siapa bapak dari anak saya ini"
Dokter hanya mengangguk,. paham apa yang sedang di rasakan oleh aktris tersebut. Dan ketika persalinan berjalan, bayipun mulai keluar dan tampak.

Dokter : "Nah, kepala dari ayi anda sudah mulai muncul. Rambut dari anak anda pirang. Apakah anda sempat bermain dengan pria bule ketika membintangi film porno anda??
Wanita : " uhh , Iya dok,.."
Tak lama kemudian bayi semakin nampak, dan dokter melanjutkan.
Dokter : " Wah , kulit dari muka bayi anda agak pucat dan juga matanya sipit. Apakah dalam film anda ada aktor China nya juga??"
Wanita : " Ada dok betul"
Wanita itu semakin penasaran.
Dokter : Nah,..sekarang keluar dada dan kedua tangannya, warnanya hitam bu. Apakah lawan anda juga ada orang negronya?? Nah bu,.. terus kaki dari bayi anda berwarna sawo matang,.. apakah ada juga orang Indonesianya?"

Wanitaitu semakin penasaran. Dan setelah seluruh tubuh bayi keluar. Dokter pun memukul pantat dari si bayi itu, keluarlah tangisan dari si bayi itu.

Bayi : " Oeekk,... Oeeekkkkk ,.. Oeeekk"

Wanita itu pun mendesah dengan lega sambil berkata. " Syukurlah, aku sempat mengira tadi bayiku akan menggonggong. "

sumber : http://gaumum.blogspot.com/2011/09/cerita-ketika-artis-porno-melahirkan.html

Rabu, 28 September 2011

Bahan Kimia dalam Kehidupan

A. Bahan Kimia yang Ada di Rumah
Zat-zat yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari kebanyakan tidak dalam keadaan murni, melainkan bercampur dengan dua atau lebih zat lainnya. Seperti telah kamu pelajari di kelas VII, campuran suatu zat akan tetap mempertahankan sifat-sifat unsurnya. Oleh karena itu, suatu bahan kimia akan dipengaruhi oleh sifat, kegunaan, atau efek dari zat-zat yang menyusunnya. Kekuatan pengaruh sifat masing-masing zat bergantung pada kandungan zat dalam bahan yang bersangkutan. Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada bab ini hanya akan dibahas beberapa kelompok bahan kimia saja. Bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
1. pembersih;
2. pemutih pakaian;
3. pewangi;
4. pestisida;
5. zat aditif makanan;
6. zat adiktif; dan
7. zat psikotropika.