Senin, 31 Maret 2008

AKU PEMUDA
( oleh Michael Sendow ditulis pada hari pemuda, Oktober 2005 )

....Cerita lama terkuak diantara lembaran-lembaran kekinian....
Satu per satu kaitkan kenangan lahirkan lamunan
Langkah tegap susuri waktu, singsingkan lengan baju
menuju kepastian.....!
Aku seorang pemuda.
dalam sejarah yang menyombong diri
aku disebut "tiang-tiang".......
Tanya menyeruak dalam sanubari.........
Gerangan tiang-tiang apakah daku ini ?

Bintang-bintang berkejaran diangkasa senyap
jawaban pasti diujung bibir......
"Engkau adalah tiang-tinag negara...."
"Engkau pulah tiang Masyarakat:
Dan....
"Tiang Gereja...."
Dimanakah sengatmu ?

Terpesona tanya yang terjawab,
Menggelitik relung-relung sanubari
"Aku seorang pemuda"
"Aku adalah tiang-tiang itu..."
Titian panjang harus dilalui,
sekedar lelucon ataukah sebuah 'zodiak perjuangan'
Andaikan aku bersengat ? menyulut semangat mudaku, membakar emosi.
Emosi menggapai impian, emosi berpeluh ke dermaga masa depan.
Keringat, kerja keras, berpaut-pautan, berkait-kaitan.

Apakah itu cerita lalu?
lamunan kekinian menghantarku ke arah yang lain....
Pemuda....
Tatapan sayu, gelombang keputusasaan, riuh bergemuruh...
Layangkan pandangan, sendengkan telinga dan....
Terkapar....dijalanan....dihamparan rumput hijau...dan , Aah entahlah...
Goyangan badan diantara kilauan lampu-lampu malam...
Teriakan jalang dari sudut kota...pekakkan telinga...
ooh, Pemuda.....akankan kekinian membawamu hanyut.
Hanyut di ketidakpastian.
Galau. Kegalauan, kengerian menerpa silih berganti...
"Tiang-tiang" itu terlihat rapuh, tak teruji, mudah patah dan koyak oleh zaman....

Doaku pasti.....
Bertindih-tindah dengan doa sang renta ditiap rumah...
seakan menyayat hati...
seakan mengoyak nurani....
tetesan airmata, air mata seorang mama......
doa sedu sedan seorang papa....
Demi sesuatu? demi seseorang....
Demi "Tiang-tiang" itu....

Aku seorang pemuda...
kalau gerimis menoreh lukisan indah dipanasnya terik mentari...
Maka kan coba merangkul sang mentari pagi.....dengan pasti.
tanpa tekanan, tanpa paksaan, tanpa bujuk rayu.....
Tapi dengan iman dan doa.
Aku ingin sekali membentuk kembali tiang-tiang itu,
Aku ingin sekali menjadi tiang-tiang yang kokoh itu....
Tiang-tiang yang sudah dipahat dengan doa papa....
yang sudah dicuci dengan air mata mama....
Sehingga fajar baru itu kan merekah.....SEMOGA !

(Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pangadilan !. Pengkhotbah 11:9).

Akupun akan berteriak dengan lantang "AKU SEORANG PEMUDA..."
.....(Tidak peduli apakah aku Seorang Lelaki atau Seorang Perempuan)

-dedicated with respect and honor-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar